
Lima tahun sudah berlalu dengan cepat, bayi mungil itu kini tumbuh menjadi anak wanita yang sangat cantik, umur nya sudah lima tahun. Rumah tangga mereka sangatlah sempurna, hidup mereka sangatlah berwarna, rumah mereka kini menjadi terang sejak kedatangan bayi tersebut, rumah itu kini menjadi ramai oleh tangisan nya dan sekarang menjadi ramai karena tawanya serta tingkah nya.
" Hubby Monica sudah umur lima tahun, tapi kenapa aku belum di beri anak lagi?" Kini mereka berdua tengah berada di dalam kamar nya dengan mereka yang akan tidur.
" Sayang apa kamu mau program hamil lagu?" Ini sudah kesekian kali nya sang istri selalu mengatakan hal yang sama, bahkan mereka dulu pernah program hamil tapi mereka gagal, dan kali ini sang suami menawarkan lagi.
" Tidak, aku hanya-" Ucapannya terhenti karena dia takut bahwa program itu akan gagal lagi seperti dua tahun yang lalu.
" Aku hanya apa sayang?" Sang suami dari dulu selalu bersikap lembut pada nya, bahkan meskipun pernikahan mereka sudah lima tahun sang suami belum mengatakan hal kasar atau pun membentak nya.
" Aku ingin memberimu anak laki laki Hubby, aku tahu kamu ingin anak laki laki, aku bisa melihat nya dari mata mu..." Cla tahu betul bahwa suaminya ingin anak laki laki, ketika sang suami memandang harapan ketika melihat ada bayi laki laki, tapi selama lima tahun ini dia bahkan belum ada tanda tanda hamil lagi.
" Sayang jika kita tak di beri anak lagi pun aku tak masalah, ada kamu dan Monica saja sudah cukup untuk ku..." Alex merasa bersalah ketika waktu itu memang tak sengaja mengatakan ingin memiliki anak laki laki waktu menatap anak laki laki kecil yang di gendong ibu nya.
" Hubby, tapi aku tahu kamu sangat menginginkan anak laki laki..." Liriknya dengan getir.
" Sayang aku memang menginginkan anak kami laki, tapi jika Tuhan belum memberikan nya, kita harus apa?, aku bahagia dengan hidup ku seperti ini, ada kamu ada Monica, itu sudah cukup untuk ku, kalian yang terpenting saat ini, bukan yang lain..." Alex memegang tangan nya, menatap mata istri nya.
" Kita harus berusaha membuat nya Hubby."
" Apa kamu masih ingin sayang?" Godanya dengan mata yang seakan menelanjangi tubuh istrinya.
" Jangan serakah hubby, kita baru saja melakukan nya..." Memang mereka baru selesai bergulat, kali ini Cla menghindari tubuh suami nya yang semakin mendekati dirinya.
" Kau yang mengatakan bahwa kita harus berusaha membuat nya, maka kita harus membuat nya sayang."
" Singkirkan tangan mu dari tubuh ku hubby..." Tangan sang suami tentu sudah berkeliaran di tubuh istri nya yang telanjang.
" Apa kamu yakin tak ingin melakukan nya sayang..." Tangan Alex kini merema* benda kesukaan nya.
" Hubby.. kau..." Geramnya karena dari tadi sang suami menggoda tubuh nya yang mudah di goda.
Kini dengan cepat Cla meluma* bibir suami nya yang dari tadi menggoda nya, menyesa* nya penuh gaira*. Cla kini memimpin permainan panas mereka, Cla bergerak dengan lincah ketika mereka penyatuan tubuh nya, Cla bergerak cepat, Alex kini pasrah di tubuh istri nya.
__ADS_1
" Hubby..." Desaha* nya tertahan.
" Sayang kau selalu sempit dari dulu..." Geramnya ketika merasakan gigita* kenikmatan yang di berikan oleh milik istrinya.
" Mom.. mom.. dad.. daddy..." Gedoran pintu itu membuat kedua insan yang sedang bercinta langsung menoleh seketika ke arah pintu kamar mereka.
" Sayang ada apa?" Teriaknya dengan tetap berada di atas tubuh suami nya, tapi Cla mendiamkan tubuhnya, tak bergerak.
" Mom, aku dapat undangan dari teman mom..." Katanya dengan setengah berteriak juga.
" Nanti mom temui dikamar mu sayang..." Timpal Alex yang kini mulai bergerak.
" Kenapa mom dan daddy tak keluar sekarang, apa yang kalian lakukan di dalam?" Anak perempuan itu merasa kesal karena orang tua nya tak keluar dari kamar nya.
" Mom dan daddy ada pekerjaan sayang, nanti kita akan temui kamu di kamar mu."
" Apa kalian tidak bisa menunda nya?"
" Nona sebaiknya kita main dulu, nanti mom dan daddy menyusul..." Neni kini mengerti pekerjaan apa yang di lakukan bos nya itu.
" Sayang tanggung..." Geramnya dengan berbisik pelan.
" Hubby..." Desaha* nya ketika tubuhnya terguncang dengan cepat.
" Aku mencintai mu sayang..." Erang nya panjang ketika gelombang itu menyapu tubuh mereka berdua.
πΉπΉπΉ
" He berikan, itu bola ku..." Anak laki laki yang sedang bermain bola itu meminta bolanya ketika bola nya di pegang anak perempuan yang sedang menatap nya dengan tajam.
" Jadi ini bolamu?" Katanya dengan sinis.
" Berikan itu bola ku..." Katanya lagi dengan menantang.
__ADS_1
Bluk !!! Laki laki itu menatap tajam ke arah anak wanita yang melempar bola nya ke dalam air, danau yang ada di taman.
" Apa yang kau lakukan?" Teriaknya dengan keras.
" Karena bola mu itu, kepala ku sakit, apa kau pikir kepala ku ini tempat untuk bola mu itu ha..." Anak perempuan itu juga tak kalah membentak nya.
" Maaf aku gak tahu kalau bola itu terkena kepala mu..." Anak laki laki itu nampaknya menyesal.
" Sudahlah aku juga minta maaf karena membuang bola mu ke dalam air."
" Biarkan saja, nanti aku bisa membelinya."
" Dasar sombong, kau bisa mengambil nya..." Desis nya dengan melangkah meninggalkan anak laki laki yang terpaku menatap nya pergi.
" Sayang kenapa kamu di sini?, mana bola mu?" Sang ibu menghampiri putra nya yang berdiri agak jauh dari danau.
" Tidak ada mon, hanya melihat bola ku..." Katanya dengan menatap bola yang ada di danau tersebut.
" Nanti kita bisa membeli nya lagi sayang?"
" Tidak mom, aku ingin bola itu saja, uang nya bisa di tabung, jangan boros..." Perkataan putra nya membuat sang ibu menatap tak percaya.
Anak laki laki itu pergi dengan rasa penasaran terhadap anak perempuan yang berkata sinis pada nya, padahal setiap anak perempuan yang menatap nya pasti selalu mencari perhatian tetapi anak perempuan tadi bahkan tak ada manis manis nya berkata dengan nya.
" Akan ku cari jika aku sudah besar nanti..." Gumam nya dengan melangkah.
πΌπΌπΌ
Selamat pagi semua nya, bagaimana kabar kalian pagi ini mak π€ sehat dong ya, harus sehat loe π sudah pada ritual belum pagi ini π yang belum ritual nanti malam aja ya mak, anak sudah pada bangun kalau pagi ini ππ
Nanti kita lagi dengan cerita anak anak mereka di musim empat ya, di buku ini juga.
Besok mulai ceritain abang ku yang satu nya, bang Zac mulai cerita di buku ini aja ya π mau bikin lagi ribet nanti, kita bikin di sini aja π€
__ADS_1
Besok siapkan hati kalian kalau baca ya, banyak adegan romantis, adegan jotos menjotos, adegan lari lari an, tapi juga adegan panas nya juga tak luput dari itu π di beri bumbu biar tambah mantap, kompor nya mulai besok di nyalahin biar tambah panas π€π€
I love you buat kalian semua mak ππ