
" Marco kembali, dia kembali ingin membawa mu dari sini..." Perkataan Andre membuat wanita itu mundur seketika, dia hampir limbung mendengar nama itu.
" Siapa Marco Suhu?" Semua orang menatap suara itu dengan terdiam.
Abhi yang dari tadi mendengarkan ucapan kedua kakak beradik itu akhirnya berbicara dengan rasa penasaran yang tak bisa di bendung lagi. Abhi yang mendengar nama itu bertanya tanya ketika melihat kekasihnya seakan terkejut dengan langkah yang mundur seketika.
" Siapa Marco?" Abhi bertanya lagi dengan menatap kedua orang yang di sana yang tak hanya diam saja dari tadi.
" Kenapa diam saja?, ada yang tak ingin menjelaskan kepada ku?" Abhi bertanya lagi dengan menatap kearah kekasihnya penuh tanda tanya.
Monica hanya menghela nafasnya, dia mengatur dada nya yang naik turun, nama itu berputar putar di telinga wanita itu. Kenangan yang dulu seakan kembali di memory nya. Monica terjatuh ke lantai, dirinya limbung seketika.
" Suhu kau tak apa?" Andre segera menghampiri adik nya yang terlihat masih mengatur semuanya, tapi nyatanya sang adik tak bisa mengontrol dirinya.
" Cinta kau tak apa?" Abhi juga menghampiri kekasihnya, menyentuh lengan kekasihnya dengan tanda tanya yang besar tapi dia mencoba untuk tak mengucapkan nya.
" Monica lihat aku..." Andre kini berucap dengan pelan, menatap adiknya yang dari tadi menunduk.
Monica yang dari tadi menunduk kini mengangkat kepalanya menatap kakak nya yang ada di depannya.
__ADS_1
" Kau percaya pada ku?" Monica mengangguk pelan. " Aku akan menyiapkan pernikahan kalian, kau dan Abhi tinggal diam dan jangan keluar kemana pun..." Sambungnya dengan menatap adiknya itu.
" Andre jelasin dulu pada ku?" Abhi tak bisa melanjutkan ucapannya ketika tangan Andre terangkat untuk tak melanjutkan yang dia katakan.
" Bawa Suhu ke kamar..." Abhi yang penuh tanda tanya kini tetap membawa kekasihnya masuk ke dalam kamar nya, membawa nya untuk beristirahat.
Kini Abhi dan Monica berada di dalam satu kamar dengan pemikiran mereka masing masing. Abhi yang hanya diam meskipun ada seribu pertanyaan yang ingin dia tanyakan. Tapi dirinya cukup memahami keadaan saat ini.
" Cinta kau baik baik saja?" Abhi memengang tangan kekasihnya itu, suaranya yang lembut membuat mata Monica menatapnya. Matanya sendu seakan ada kesedihan di sana.
" Abhi..." Tenggorokan nya tersengat seakan dia tak bisa mengatakan apapun, nada nya terhenti ketika menatap laki laki itu. Dia tak mungkin berkata jujur menceritakan semuanya tapi jika tak dia katakan semuanya akan menjadi boomerang di kehidupan nya di masa depan.
Suara isak tangis dari Monica kini mulai terdengar, air mata yang tadi dia tahan seakan tumpah di dalam dekapan kekasihnya itu. Dia tangguh tapi hati nya tetap lah wanita yang rapuh. Masa lalu yang menyakitkan dan menakutkan kini ada di depan matanya lagi. Semua kemenangan pahit terlintas di sana.
" Abhi menikahlah dengan ku..." Ucapnya membuat Abhi melepaskan pelukannya itu, menatap ke arah kekasihnya yang tiba tiba berkata seperti itu.
Bahagia tentu saja bahagia tapi dirinya tak ingin menikah dengan keadaan sang wanita terpaksa seperti ini. Abhi tahu ini hanya pelarian dari masa lalu sang wanita nya.
" Monica aku tak ingin kita menikah hanya karena kau terpaksa, aku tahu kau belum siap menjalani pernikahan dan rumah tangan dengan ku. Aku akan menunggu nya itu..." Abhi berkata dengan lembut.
__ADS_1
" Tapi Andre berkata agar kita segera menikah, mungkin benar yang Andre katakan bahwa kita memang harus segera menikah karena kita sudah cukup matang..." Ucapnya dengan sungguh sungguh, tapi tubuhnya yang bergetar karena tangisan itu membuat Abhi tak yakin bahwa pernikahan yang akan mereka lakukan karena memang bukan unsur terpaksa.
" Cinta kita akan menikah, tentu saja. Kapan pun kau bersedia kita akan menikah, jangan khawatir tentang hal itu. Tapi bisakah kau katakan siapa Marco?, kenapa kau dan Andre seperti ini?, katakan aku akan mendengarnya..." Monica hanya tertunduk memejamkan matanya, nama itu sangat membekas di hati semua orang yang ada di sana, bahkan jika semua anggota mendengar nama itu mungkin mereka masih memiliki dendam yang begitu membara yang belum terselesaikan di antara dua kubu itu.
Abhi mengangkat dagu kekasihnya, Monica membuka matanya menatap kekasihnya yang selalu menatap dirinya penuh cinta yang tulus dan kasih sayang yang berlimpah.
" Apa ini ada kaitan dari masa lalu mu?" Tanyanya lagi dengan menatap kekasihnya itu. Bahkan genggaman tangan itu tak pernah terlepas dari mereka berdua.
" Abhi masa lalu ku pahit tak mungkin aku bisa menceritakan nya kepada mu. Tapi percayalah dia tak akan berarti pada ku. Aku hanya takut dia menganggu hubungan kita, sebelum kita menikah aku tak akan tenang..." Nada penuh khawatir tak bisa di ragukan di sana.
" Sayang kau yakin ingin menikah dengan ku secepatnya?" Monica mengangguk dengan cepat, apa yang di katakan Andre benar dia harus menikah agar tak ada yang ingin mengambilnya.
" Kau percaya pada ku?" Lagi lagi Monica mengangguk pelan dengan masih menatap kekasihnya dengan sisa air mata yang menetes.
" Kau tak terpaksa menikah dengan ku secepat ini, bukan karena ada Marco di sini kau memaksa untuk menikah?" Monica kali ini tak bisa menjawabnya dia tak bisa membohongi hati nya bahwa dirinya belum siap menjalin rumah tangga.
Abhi menghela nafasnya dia tahu bahwa kekasihnya memang belum siap untuk menikah dengan nya. Dia selalu berkata bawa dirinya masih harus memikirkan pertimbangan untuk menjalani rumah tangan. Dia tak ingin menikah karena terpaksa karena apapun yang di lakukan dengan rasa terpaksa akan sama saja menyiksa dirinya karena memang belum siap segalanya.
" Kau belum siap menikah bukan?" Monica lagi lagi tak bisa menjawabnya dia hanya bisa terdiam dan menunduk. " Kau ingin menikah dengan ku secepatnya, tapi di saat aku bertanya kau menikah karena terpaksa atau tidak kau juga tak bisa menjawabnya?" Sambungnya lagi.
__ADS_1
" Pernikahan hanya akan berlangsung satu kali dalam hidup kita Monica, kita selalu membahas ini dan kau selalu berkata bahwa kau belum siap, dan aku selalu menunggu kesiapan dari mu. Kita akan menikah kapan pun yang kau mau, tapi tidak karena terpaksa Monic, karena apapun yang ingin kau jalani karena unsur keterpaksaan akan menyiksa dirimu dan menyiksa untuk rumah tangga kita..." Abhi berkata dengan pelan membuat wanita itu semakin diam. Bahkan dia tak bisa membuka suaranya. Apa yang dia dengar memang benar.