Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Beraksi 3


__ADS_3

" Tidak.. tidak.. ini tak mungkin, siapa yang berani mengambil semua barang barang ku..." Anna kini berteriak histeris, dia yang pulang dari agency nya merapatkan sesuatu kini terkejut ketika rumahnya berantakan dan semua barang barang itu hilang.


" Apa saja yang kalian kerjakan ha..." Bentaknya dengan keras. " Kenapa kalian gak bisa jaga rumah ini he, kalian bodoh..." Sambungnya lagi dengan membentak semua pengawal yang kini tertunduk di sana.


" Maafkan kami Tuan, Nyonya. Kami tak melihat apa apa di sana tadi..." Salah satu dari mereka kini menjawabnya dengan segera. Para pengawal itu kini seakan ketakutan melihat kedua bos nya melotot marah.


" Sayang aku curiga dengan adik mu, aku rasa ini ulah adik mu yang tega melakukan ini..." Anna kini langsung menuduh ke arah adik iparnya.


" Aku gak percaya jika adik ku yang polos yang melakukan ini..." Laki laki itu kini meninggalkan istrinya, dia memilih untuk pergi masuk ke dalam kamarnya meninggalkan sang istri yang merasa kesal.


" Pa.. aku yakin ini ulah adikmu, aku begitu yakin. Siapa yang melakukan ini semua jika bukan adik mu, dia yang memiliki dendam kepada kita, dia bisa membalasnya dengan mencuri semua aset aset kita..." Suaminya kini hanya duduk di rangjang, dia tak menjawab semua yang di tuduhkan istrinya kepada adiknya itu.


" Kau harus cari tahu, aku gak mungkin terima jika memang adik mu yang melakukan ini, aku akan penjaran dia..." Sambungnya dengan menatap sang suami dengan tatapan serius.


" Kenapa kau bisa yakin seperti itu?"


" Karena adikmu itu miskin, dan memang adikmu itu suka mencuri."


Laki laki itu kini menatap kearah istrinya dengan tatapan tajam nya, dia berdiri dari duduknya. Dadanya kini naik turun.


" Kami memang miskin tapi keluarga kami bukan pencuri, kau harus tahu itu..." Tunjuknya dengan sinis.


Sang istri malah tertawa dengan keras, dia kini malah duduk dengan senyum mengejek kearah suaminya yang menatapnya dengan tajam sedari tadi.

__ADS_1


" Buktinya kau memang miskin, jika kau tak menikah dengan ku kau tak akan ada di titik ini, jika saja tak ada aku, kau pasti masih ada di gubuk kecil dan kotor itu..." Ejeknya dengan kata kata yang serius dan penuh penekanan.


" Kau dan keluarga mu itu adalah orang miskin yang selalu iri dengan orang lain dan kalian pasti akan melakukan cara untuk mendapatkan apa yang kalian mau, termasuk dengan mencur-"


Plak!! Tamparan itu kini langsung melayang keras, sang istri kini dengan terkejut ketika tamparan itu langsung di layangkan. Sang istri kini merasakan kebas serta panas kepada pipinya.


" Sekali lagi kau menghina kami, kau akan-"


" Akan apa ha?" Sang istri kini menantang sang suami yang, dia juga tak terima jika dirinya di tampar seperti itu. " Kau akan menceraikan ku, ceraikan aku, apa kau pikir aku takut ha, kau pikir aku akan mempertahankan laki laki seperti mu, Tidak..." Jawabnya dengan penuh penekanan. " Ceraikan aku, aku sudah muak dengan keluarga mu itu..." Sang istri kini mendorong tubuh sang suami.


" Ayo ceraikan aku, kau pikir aku tak akan berani, ceraikan aku...." Sambungnya dengan berteriak kencang dengan terus mendorong tubuhnya dengan rasa kesal.


Sang suami kini yang sudah merasa kesal dan di kuasai emosi kini malah mendorong balik tubuh sang istri dengan keras hingga membuat tubuh sang istri kini malah terlentang di atas kasar.


Bruak!!! pintu itu kini di banting keras oleh laki laki yang sedang kesal itu, dia tak terima jika adiknya itu di tuduh seperti itu. Sedangkan sang istri kini berteriak membanting semua yang ada di dekatnya. Ini pertama kalinya sang suami membentak dirinya, ini pertama kalinya sang suami membantah apa yang dia katakan, biasanya sang suami akan selalu menurut tapi kali ini dia membantah apa yang dia katakan.


" Kau akan menyesal telah melakukan ini kepada ku, aku akan membuktikan bawah adikmu memang mencuri semua aset aset ini. Aku akan membuat malu adikmu itu, akan ku penjarakan adikmu itu..." Ucapnya dengan penuh keyakinan serta penuh dengan tatapan tajamnya. Kini wanita itu sangat yakin bawah pelakunya adalah adik iparnya.


Sedangkan di tempat lain kini Andre dan Maria menembus dingannya Angin malam dengan berjalan kaki, mereka saling bercanda dengan senyuman yang benar benar tulus dari mereka berdua.


" Kau akan pulang?" Maria kini bertanya dengan menatap kearah laki laki yang berjalan di sampingnya.


" HM.. aku akan mengantarkan kamu dulu..." Jawabnya.

__ADS_1


" Bolehkah aku ikut dengan mu, aku sendiri di rumah."


" Tidak, apa kata keluarga ku nanti jika aku mengajakmu pulang. Mereka akan menikah kan kita jika kita berdua pulang bersama..." Elaknya, Andre tak ingin gadis di sebelahnya ini tahu siapa dirinya dan siapa yang akan membantunya itu.


" Ayolah Om, aku sungguh sendirian di rumah, aku takut..." Tangannya kini tiba tiba menyisipkan kembali ke lengan Andre yang lagi lagi membuat laki laki itu di buat terkejut dan terpaku sesaat.


" Maria aku akan susah menjelaskan kepada keluarga ku nanti."


" Kau bisa katakan aku adik dari teman mu, atau kau bisa katakan aku adalah kekasihmu..." Andre langsung menghentikan langkahnya dia menatap kearah gadis lugu yang ada di sebelahnya ini.


" Kau apa tadi?"


" Bilang aja aku kekasihmu..." Maria kini malah pura pura tersenyum lucu dia harus memutar otaknya agar laki laki ini mau mengajaknya pulang bersama, Maria tak ingin dirumah sendirian dia ingin bersama dengan Andre karena dirinya takut jika tiba tiba Andre menghilang dan rencana untuk menghancurkan kakak iparnya akan gagal.


Andre berfikir sejenak, menolak pun akan percuma karena gadis ini sama saja tidak akan mau menerima penolakan, gadis ini akan tetap mengikutinya kemana saja dia mau.


" Baiklah tapi ingat jangan menyesal..." Maria kini lompat kegirangan lagi membuat Andre hanya tersenyum dengan menggelengkan kepalanya.


" Terima kasih Om Andre..." Ucapnya dengan tiba tiba mencium pipi Andre yang malah membuat Andre merasakan nafasnya terhenti seketika. Jantungnya tak karuan kali ini.


" Ayo Om..." Maria kini menarinya dengan kencang agar laki laki itu kini berjalan kembali. Malam masih panjang dan hembusan angin malam kini siap menerpa kulit mereka berdua yang berjalan menuju markas.


Bersambung besok ya mak 😁 maaf mince baru up yang ini 😁 mince lagi sibuk 🤭 mau nenangin pikiran yang amburadul 😂 besok up nya agak siang ya mak 😁😁 jadi kalian gak usah begadang oke 🤭

__ADS_1


Serpihan juga siang up nya 🤭 selamat malam dan selamat tidur 🤗😘😘😘


__ADS_2