Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Terbongkar 4


__ADS_3

" Ku akui kau cukup licik dan insting mu bagus..." Zac kini memberikan pujian kepada laki laki itu, laki laki yang pandai membongkar sindikatnya, tapi sangat di sayangkan sekali bahwa laki laki itu harus berakhir seperti ini.


" Aku tak butuh pujian mu..." Katanya dengan dingin.


" Kau masih bernyali rupanya..." Abhi menekan kata katanya.


" Kau menjijikan Abhi, kau mengkhianati kesatuan mu hanya karena cinta mu pada gadis itu he, kau bodoh karena cinta kau seperti ini."


Bug!! bug!! dua pukulan pada perutnya membuat laki laki itu menunduk kesakitan. Dia meringkuk sakit pada perutnya karena pukulan yang di lakukan oleh Abhi.


" Kau sepertinya memang harus di hukum..." Timpal Albert yang masih berdiri di depannya.


" Dia akan merasakan hukuman para mafia..." Andre kini juga maju ke depan menghampiri laki laki yang masih merasakan kesakitan itu.


Blush!!! Andre dengan cepat kilat menusuk punggung Aiden dengan sedikit menekannya, hingga membuat Aiden benar benar merasakan sakit bukan main di punggung nya.


" Kau..." Aiden tak bisa mengatakan apapun kecuali menahan rasa sakit yang menjalar di sekujur punggungnya.


Andre bahkan tak menjawabnya hanya tersenyum tipis dengan mencabut pisau itu dengan keras hinga dia sedikit berteriak merasakan cabutan itu yang begitu menyakitkan punggungnya.


" Harusnya aku lebih kasar dari itu..." Ucapnya dengan nada dingin dari Andre.


Andre melempar pisau itu ke arah Abhi dengan segera Abhi menangkap nya. Mata mereka bertatapan dengan Andre memberikan kode agar dia juga melakukan hal yang sama dia Lakukan kepada laki laki itu.


" Jangan melihatnya jika kau tak berani melihatnya..." Bisik Zac kepada istrinya, dia tahu ini hal pertama bagi istrinya, tapi dia juga harus tahu bahwa hal mengerikan seperti inilah yang selalu di lakukan suaminya, bahkan tak hanya seperti ini masih ada hal yang lebih mengerikan seperti ini.

__ADS_1


Val hanya mampu memeluk suaminya, dia tak tega melihat seseorang yang dia kenal kini harus seperti itu, dia tahu bahwa berurusan dengan kelompok suaminya harus berakhir dengan nyawa nya yang melayang.


Mereka tak mengenal kata ampun, mereka kejam seperti singa kelaparan ketika berhadapan dengan musuh.


Abhi kini dengan mata yang berkaca kaca juga menusuk perut sahabatnya itu, dia merangkul Aiden sebelum pisau itu mendarat di perutnya dengan menekannya ke dalam. Aiden hampir terjatuh ke lantai tapi Abhi memeluk nya dengan erat. Abhi memelintir pisau itu hingga membuat Aiden benar benar tak berdaya merasakan sakit para perut nya.


" Harusnya kau bertanya kepada ku, dan aku memiliki alasan tersendiri kenapa aku masuk ke dalam mafia ini. Dan alasan ku adalah melindungi adik ku..." Bisik Abhi kepada temannya itu. " Maafkan aku, sekali lagi maafkan aku..." Sambungnya dengan berbisik.


Aiden benar benar tak berdaya ketika sebuah pisau itu terlepas dari tubuhnya dengan sangat kasar. Abhi kini mendorong tubuh Aiden hingga Aiden benar benar terjatuh ke lantai dengan meringkuk menahan rasa sakit itu.


Semuanya tersenyum penuh kemenangan, tak akan ada yang sanggup melawan Dio Della Morte, mereka tak mengenal kata kata ampun, Siapa yang berurusan dengan mereka maka sama saja mereka menyerahkan nyawa mereka sendiri. Sedangkan Abhi antara tak sanggup dan terpaksa, jika dia tak melakukannya Aiden bisa saja menjadi bumerang bagi dirinya di masa depan nanti.


" Siapa pun yang berurusan dengan kita, maka mereka sama saja dengan memberikan nyawa mereka pada kita..." Zac kini kembali bicara dengan suara dinginnya tapi dia masih saja memeluk istrinya itu.


" Bos kita bisa pergi sekarang..." Suhu cantik yang dari tadi hanya diam kini membuka suaranya ketika mencium aroma bensin.


Kini mereka meninggalkan tempat itu Zac dan Val yang berada di depan kini di ikuti oleh irang orang nya yang berada di belakang mereka. Zac dan Val kini masuk ke dalam mobil nya. Sedangkan orang orang yang lain masih berada di belakang mereka masih ingin menyaksikan yang bakal terjadi lagi setelah ini.


" Abhi...." Aiden yang berlari dengan membawa pisau di tangan nya kini ingin menusuk Abhi yang berjalan paling belakang sendiri.


Dor!! Satu tembakan tepat di kepala Aiden membuat Aiden langsung tersungkur di badan Abhi yang berada di depan nya. Para Sniper itu kini bekerja dengan tepat waktu. Abhi yang menangkap tubuh sahabatnya itu menjadi kaku, darah dari Aiden kini juga mengenai wajahnya dengan seketika. Mata Abhi berkaca kaca ketika memeluk tubuh sahabatnya yang sudah tak bernyawa itu.


Abhi tersungkur ke tanah dengan tubuh Aiden yang melotot ke arahnya, tapi Abhi melihat bahwa temannya itu meneteskan air matanya.


" Maafkan aku..." Liriknya dengan pelan. " Seorang kakak akan melindungi adiknya dengan berbagai cara..." Sambungnya dengan menangis di depan mayat sahabatnya itu.

__ADS_1


" Abhi ayo pergi..." Albert kini sedikit menarik tangan laki laki yang mungkin saat ini kembali rapuh lagi. Dia membunuh sahabatnya dengan tangan nya sendiri.


Abhi kini dengan terpaksa meninggalkan Aiden yang sudah tak bernyawa di sana. Kini orang orang itu kembali menggotong tubuh Aiden melemparkan ke dalam kabin dan dengan cepat api menjalar ke sekeliling kabin itu.


Kini mereka sudah masuk ke dalam mobil masing masing, Abhi yang masih tertegun kini hanya terdiam meskipun dia duduk di sebelah wanita yang dia cintai. Bahkan Abhi tak sadar bahwa Monica tengah duduk di sampingnya.


Sedangkan di perjalan masuk hutan Steve yang dari tadi memantau situasi kini melihat mobil para anggotanya keluar dari sana dengan membawa Abhi di dalam mobil belakangnya. Para sniper juga tak luput keluar dari sana dengan beriring iringan. Steve melihat dari kejauhan bawa ada kepulan asap tinggi yang menjulang di sana. Steve yakin bahwa itu adalah kebakaran yang di lakukan oleh kelompoknya itu.


Apa yang mereka perbuat kepada mereka pasti lawannya akan juga menerima hukuman yang sama.


Suhu itu Menggenggam tangan Abhi membuat Abhi menatapnya. Monica tersenyum tipis dengan memberikan ucapan pada lengan laki laki itu, memberikan kekuatan kepadanya.


" Apapun yang kau lakukan itu yang terbaik. Jika kau tak melakukannya pasti dia akan menghancurkan mu di masa depan..." Perkataan Monica benar, jika Aiden tak di beri hukuman dapat di pastikan dia yang akan melawan Abhi suatu saat nanti.


" Apa yang di katakan Suhu benar, jangan merasa bersalah. Dia sudah berani mengancam mu tadi, kita hanya membalasnya bukan?" Timpal Albert yang merasa iba kepada anggota barunya itu, dia harus merasakan luka karena membunuh temannya itu.


" Jangan merasa bersedih, bukan kah pernah membunuh teman mu juga waktu di perbatasan bersama ku..." Suara dingin dari Andre membuat Abhi menghela nafasnya.


Besok kita bikin yang enak enak ya mak 🤭 Jadi sekarang bersambung dulu 😁 sementara tiga bab dulu ya mak 😁 besok kalau sembuh mince buat lagi yang banyak 😉


Budayakan tinggalkan jempol dan ramaikan kolom komentar dulu dong mak 🤭 Kasih vote nya dong sudah masuk hari jumat dan hadiah nya juga dong buat mince 😁 agar mince tetap semangat nulis 😍😍😍


Ini nomer mince ya mak 081324594302 kalian hubungi mince, kita ngehalu sama sama mak 😂 kalian jika mau hubungi mince pakai sandi ya mak, jawab pertanyaan mince.


Siapa nama abang mince yang masih ada darah sepupu dengan Jonathan Cristopher?, itu sandi nya para mak mak yang tahu.

__ADS_1


Terima kasih buat kalian semua ya 😘😘😘


__ADS_2