
Semua orang yang ada di sana kini hanya mondar mandir dengan rasa panik nya, Marco kini menatap tajam kearah David yang terduduk lemas tak bisa berbuat apa apa selain hanya meratapi apa yang di katakan oleh anggota wanita nya itu benar, dia pimpinan yang memalukan dia malah membela temannya itu, sedangkan wanita itu kini malah membuang cinta nya di banding dia bertahan dengan cintanya yang menawarkan sejuta kebahagian.
" Aku mundur dari sini Marco, apa yang di katakan oleh Jenni benar, aku tak bisa seperti ini, aku mundur..." David kini berdiri dengan tegak dia menatap Marco dengan tatapan datarnya.
" Kau tak bisa mundur dari ini semua Vid, kau sudah masuk ke jurang dan kau tak bisa keluar lagi dari situ..." Marco tentu saja tak ingin dirinya hancur sendiri, dia akan menyeret teman nya. Semenjak dari awal David lah yang menemani dirinya jadi dia tak mungkin rela jika dirinya hancur sendiri.
" Tapi apa yang di katakan oleh Jenni benar. Aku membela mu hanya dengan kata kata pertemanan dan aku lebih mengkhianati kesatuan ku hanya untuk mu. Sedangkan Jenni bisa meninggalkan cintanya dan di sini bersama ku untuk melawan orang orang yang aku curigai. Semua yang di katakan oleh jenni membuat ku sadar bawah karier ku bisa hancur, karier ku tak mungkin bisa berbuat apa apa jika komandan ku mengetahui ini semua..." David kini yang berucap dengan nada yang serius membuat Marco bertambah kesal.
" Kau tak bisa mundur dari sini Vid, kau tak bisa mundur. Kita sudah sejauh ini dan kau tau kita sangat sulit sampai di titik ini, kau tau sendiri bawah Zac hancur bahkan tak hanya Zac mereka satu tim nya juga hancur atas kehilangan kedua orang itu dan sebentar lagu mereka akan sangat hancur jika mayat mayat ini kita kirim kerumah nya."
" Tidak Vid aku tak peduli dengan ini semua, aku juga sulit berada di titik seperti ini. Aku mengejar karier ku dari bawah dan tak ada yang membantu ku selain aku sendiri, dan sekarang aku merusaknya hanya kata kata pertemanan dengan mu, aku tak bisa seperti ini Marco..." David kini yang di buat kalut hanya bisa mondar mandir di sana, dia cukup lama memikirkan hal ini, perkataan Jennifer tadi seakan masuk ke dalam pikiran nya. Dia kini menyesal tapi seperti nya penyesalan itu tak ada gunanya di sana karena Marco tentu tidak akan terima jika teman nya itu mundur dari ini semua.
__ADS_1
" Kau tak bisa-"
" Lepaskan aku.. lepaskan aku.. David lepaskan aku..." Jenni yang baru sadar dari pingsan nya kini memberontak dari duduknya itu. Jenni yang tadi ingin melepaskan ikatan tangan Monica dengan sengaja Marco memukul tengkuk nya mengunakan tongkat agar wanita itu pingsan.
David yang juga takut jika Jenni memberi tau kepada komandan nya kini dia juga sedikit membantu untuk mengikat Jennifer, tapi semua kata kata yang di katakan oleh Jenni membuat dirinya tak tenang, hati dan pikirannya dari tadi bergelut menentukan pilihan yang harus dia ambil.
" David buka mata mu harus nya kau sadar dengan semua ucapan ku, aku di sini bersama mu untuk menangkap orang orang bajinga* seperti Marco..." Jenni masih berusaha menyadarkan pimpinan nya itu dia tak ingin pimpinan nya itu jatuh ke lubang di mana akan membuat dirinya menyesal.
" Jenni tutup mulut mu karena kamu, David hampir saja mundur dari ini semua, dia teman yang baik hati dia tak mungkin meninggalkan sahabatnya. Asal kau tau kami di titik di mana bisa menghancurkan mereka butuh proses yang lama dan sekarang kami di hampir tiba di titik itu dan kau ingin menghancurkan nya, tentu saja tidak akan ku biarkan..." Senyum kelicikan dari Marco membuat Jenni merasa ingin sekali memukul laki laki itu.
" Diam lah aku merasa pusing mendengarkan ocehan mu itu..." Marco kini menutup telinga nya.
__ADS_1
" David please jangan lakukan hal ini lagi, lihat aku dan lihat mereka, kita semua butuh bantuan mu Vid, please jangan seperti ini. Kau bukan penjahat kau hanya terjebak dengan kata kata pertemanan ini, aku saja bisa meninggalkan Steve demi tetap bertahan di kesatuan, kamu pasti bisa meninggalkan teman mu ini, dia tak baik untuk mu Vid..." Kini suara Jenni lembut, dia ingin apa yang dia katakan bisa di dengar oleh laki laki yang kini masih duduk di lantai dengan memegang kepalanya yang terasa pusing.
David kini melihat kearah Jenni yang masih berusaha berbicara dengan nya, menasehati nya. David kini menatap kearah dua orang yang menjadi tawanannya. Dua orang yang harus nya mendapatkan perawatan medis kini malah dia sekap di tempat yang jauh dari kota.
" Aku tak akan mengatakan apapun kepada komandan jika kau ingin berubah, aku janji ini akan menjadi rahasia kita asal kau mau melepaskan kita semua. Kau mencintai ku bukan, kita bisa menikah setelah ini dan kita akan meminta pindah tugas jauh dari ini semua..." Jenni kini merelakan dirinya yang menjadi korban, dia rela melakukan pernikahan ini asal David bisa membantu nya untuk melepaskan para tawanan ini. Jenni dan David kini bertatapan dengan aira mata dari Jenni yang menetes dari matanya.
David hanya membisu dia tak tau harus bagaimana mengambil pilihan, David membisu tak mengatakan apapun. Cinta yang dia kejar dari dulu seakan sudah ada di depan mata tapi nyatanya David masih enggan untuk memberikan jawaban. Hati dan pikirannya masih sangat kacau, semua yang dia dengar memang benar, tapi pilihan untuk mundur dari ini juga tak bisa dia ambil begitu saja.
" Jangan percaya padanya Vid, dia masih mencintai Steve, kau hanya akan di jadikan batu loncatan untuk melupakan laki laki itu..." Marco yang tak tinggal diam dia kini sedikit mengingatkan teman nya itu.
" Aku bisa belajar mencintai mu, kita bisa memulai nya dari awal. Cinta akan tumbuh seiringnya waktu, aku yakin itu..." Jenni tak ada habisnya menyakinkan laki laki itu saat ini yang terpenting adalah kebebasan untuk mereka semua.
__ADS_1
" Kau janji akan mencintai ku, dan kita akan menikah hidup berdua dan kita akan pindah dari kota ini?" David yang membuka suaranya kini membuat Jenni memiliki harapan. Harapan agar laki laki itu mau membebaskan mereka.
" Tentu aku akan janji pada mu, asal kau mau membebaskan kita semua..." David tersenyum, dia tau apa yang harus dia pilih saat ini.