
" Om johan maaf atas kelancangan saya datang hari ini. Tapi saya datang ke sini dengan membawa niat baik.." Sang ayah hanya mengangguk pelan ketika laki laki muda di depan nya berbicara dengan serius.
" Saya ingin mengatakan kepada anda tentang keseriusan saya kepada putri anda.." Alex dan Cla saling bertatapan dengan saling bergandengan dengan lembut.
" Alex apa kamu tahu masalah apa yang di hadapi putri saya saat ini?"
" Saya tahu om, dan itu tak jadi masalah bagi saya. Karena setiap orang memiliki kesalahan di masa lalu nya, dan saya menerima semua masa lalu Cla, karena saya sendiri juga memiliki kesalahan di masa lalu. Kesalahan di masa lalu biarkan menjadi pelajaran buat kami berdua.." Alex bicara dengan sangat serius.
" Apa yang kamu lakukan jika bertemu laki laki bajingan itu?"
" Saya sudah sempat menghajarnya, mungkin jika waktu itu Cla tak berteriak histeris, aku sudah membuat nya masuk kedalam rumah sakit atau dia sudah cacat.." Sang ayah menatap putri nya dengan tatapan sendu, karena sang ayah menyadari bahwa putri nya masih trauma dengan kejadian di masa lalu nya yang dulu.
" Apa kamu sudah bicara dengan keluarga mu tentang ini?"
" Sudah om, ibu saya menunggu kami di rumah utama."
' Anak ini bicara tanpa berfikir dulu, dia mengatakan dengan tegas dan keseriusan serta ketulusan aku dapat menangkap nya ' Batin sang ayah dengan memandang Alex serta Cla bergantian.
" Apa yang anda janjikan kepada putri saya, karena dari dulu hingga sekarang saya tak pernah mengajak nya dalam kesulitan, dalam keuangan."
" Ayah.." Cla protes karena ayah nya membahas tentang uang.
" Jika masalah ekonomi, saya jamin Cla tak akan kekurangan sedikit pun om. Karena saya sendiri sebenarnya memiliki beberapa saham yang akan menjamin kehidupan rumah tangan kami nanti.." Sang ayah hanya mengangguk pelan.
" Saya tidak bisa menjanjikan apapun, tapi saya akan buktikan bahwa saya bisa membuat Cla bahagia dan tak akan membuat nya menanggis meskipun hanya setetes, hanya tangisan bahagia yang akan kami keluarkan om. Saya juga akan buktikan kepada anda bahwa saya pantas menjadi menantu anda.." Lagi lagi Alex bicara dengan begitu tegas.
" Saya akan memegang apa yang kamu katakan, sekali anda melukai putri saya dan membuat nya menanggis, saya akan membuat anda serta keluarga menyesal telah bertemu dengan saya.." Ancam juga tegas.
__ADS_1
" Ayah.." Lagi lagi Cla protes tentang apa yang di katakan ayah nya, tapi kedua laki laki itu nampak nya tak terpengaruh tentang protes wanita satu satu nya yang di ruangan tersebut.
" Saya siap menanggung semua resiko jika saya mengingkari nya, dan saya juga siap mati jika saya benar melukai hati putri anda. Tapi saya bisa jamin bahwa saya tidak akan menyakiti nya karena saya sangat mencintai putri anda."
" Jangan membuat kesepakatan gila Alex, ayah.." Kata nya dengan kesal.
Sang ayah tak menjawab apa yang di protes kan putri nya, dia hanya tersenyum. " Saya suka dengan laki laki tegas dan laki laki yang bernai bertaruh dengan nyawa nya demi wanita yang dia cintai, saya sangat menghargai itu."
" Ayah, Alex.." Cla tetap protes.
" Honey tak akan ada yang terjadi.." Alex bicara dengan berbisik. " Saya sangat mencintai putri anda om, saya tidak akan menyakiti nya meskipun sekecil apapun." Sambung nya dengan menatap calon mertua nya.
" Saya tahu itu.." Kata nya. " Saya merestui kalian berdua.." Alex dan Cla sama sama tersenyum bahagia. " Jika Cla ingin kau kenalkan kepada keluarga besar mu, maka kenalkan lah. Bawah dia dengan bahagia, maka pulang lah dengan kabar bahagia juga.." Cla berlari menghampiri ayah nya.
" Ayah terimakasih, Cla sangat menyayangi ayah.." Cla memeluk ayah nya dengan erat.
Mereka bahagia tentu saja bahagia, memiliki hubungan yang di restu keluarga adalah hal yang membahagiakan. Karena apa yang akan kita lakukan akan selalu di anggap.
***
" Masuklah honey, ini kamar mu untuk istirahat.." Kini mereka berdua telah berada di dalam kamar tamu, setelah mengatakan niat baiknya dan mereka juga menyelesaikan makan malam nya.
Alex menutup pintu kamarnya, menyenderkan punggung nya di pintu. Menarik pinggang kekasih nya, menatap wajah kekasih nya yang dia rindukan selama beberapa minggu ini.
" Bagaimana kabar mu honey?, Aku tadi tak menanyakan kabarmu, karena bahagia melihat kekasih ku berdiri di depan pintu rumah ku.." Cla meletakkan kedua tangan nya ke leher Alex.
" Aku baik honey, tentu saja aku akan selalu baik ketika aku sudah melihat senyum mu itu.." Alex semakin menarik pinggang Cla hinga mereka begitu dekat.
__ADS_1
Cla bisa merasakan hembusan nafasnya, sebalik nya dengan Alex, Cla yang mencium sekilas bibir Alex, tentu saja Alex tak melepaskan kesempatan itu. Alex memiringkan kepalanya, agar lebih leluasa menggapai bibi* wanita nya. Alex menggapai tengkuk nya, mengunci nya dengan segera. Cla membalas apa yang di berikan kekasihnya. Alex membalikan posisi dengan menempelkan Cla pada dinding.
Saling *******, saling bertukar Slavina, saling menyes*p lidah, Alex menekan tubuh Cla kedinding, Cla merasakan bagian tubuh Alex yang mengeras.
" Alex.." desah*n itu keluar begitu saja ketika Alex menggapai leher wanitanya.
Alex semakin menekan tubuh kekasih nya ke dinding dan Cla merasakan tubuh Alex yang bagian bawah sudah menengang sepenuhnya.
" Honey.." Alex tak bisa menahan desah*n nya ketika tangan Cla mengelus sesuatu yang mengeras yang masih di tutupi celana.
Mereka saling menekan di bagian bawah sana, kini dengan ciuman liar mereka, kini tubuh mereka seakan tersiram api gaira* yang begitu mereka rindukan.
" Honey, aku tak ingin di bilang brengse* oleh ayah mu karena meniduri putri nya di rumah ayah mu.." Alex melepaskan ciuman panas tersebut, Cla merasakan ada sesuatu yang hilang ketika ciuman itu terlepas.
" Alex tapi aku ingin dirimu.." Rengekannya dengan tetap mengelus benda yang mengeras.
" Aku tahu honey, dan aku juga sangat menginginkan mu. Tapi jangan di sini, aku tak ingin di bunu" ayah mu."
" Jangan memulai nya jika kau tak ingin melanjutkan nya Alex.." Cla mendorong tubuh kekasih nya dan memilih untuk segera keluar dari kamar kekasih nya.
Cla merasa kesal karena di saat dia On kekasih nya tak ingin melakukan nya, sedangkan Alex lebih memilih membiarkan Clarissa keluar dari kamarnya, dibandingkan Alex sendiri tak bisa mengontrol gairah nya.
Cla dan Alex sama sama berendam air dingin meskipun di kamar mandi yang berbeda, Mereka lebih memilih berendam air dingin untuk meredam gaira* mereka masing masing, meskipun mereka menyelesaikan sendiri apa yang harus di keluarkan karena api gaira* tadi.
Pemanasan nya sedikit dulu ya, besok kita sambung lagi yang sedikit panas 🤣🤣
__ADS_1
Like dan komen dulu yuk 🤗🤗