
Val tersenyum ketika melihat orang orang nya masuk ke sana menatap tak percaya ke arah nya. Zac hanya hanya menatapnya datar kearah orang orang nya yang masuk ke dalam sana dengan terburu buru. Semua orang lega karena melihat kedua orang yang di khawatirkan masih bisa berdiri tegap dengan lawan nya berada di kaki mereka.
" Kau tak apa?" Nada khawatir dari Abhi membuat sang adik malah tersenyum. " Kau ini malah ketawa sayang..." Sambungnya dengan memeluk sang adik, dia lega karena adik nya akhirnya tak terluka sama sekali, hanya saja dia sedikit berantakan. Gaun yang panjang indah tadi kini tinggal di atas lutut.
" Aku tak apa kak hanya saja pipi ku sedikit panas karena tamparan dia tadi..." Jawabnya dengan melepaskan pelukan itu.
" Bos anda tak apa?" Steve segera menghampiri bos nya yang sedang menatapnya dengan tatapan datarnya.
" Urus dia Steve.. aku tak ingin melihatnya atau pun berurusan lagi dengan laki laki ini.. aku cukup lelah masalah ini selalu menghantui kelompok kita..." Orang orang itu segera membantu Hugo berdiri, mereka dengan kuat mencekal kedua lengan nya.
" Zac kau tak apa?" Jonathan kini menyentuh wajah sepupunya yang babak belur. Mereka yakin bahwa tadi ada pertempuran yang tak biasa, babak belur dari wajah mereka berdua menjadi saksi bahwa pertengkaran tadi sangat sulit di lakukan.
" Honey, kau tak apa?, lengan mu..." Val segera berlari menuju suaminya. Zac tersenyum ketika istrinya menghampirinya. Mereka saling berpelukan dengan erat serta lega. Musuh nya sudah ada yang menanggani nya dan mereka bisa bersatu kembali. " Sayang lengan mu?, mengeluarkan darah..." Sambungnya ketika merasakan tangan nya basah karena luka suaminya itu.
" Aku tak apa sayang.. ini biasa..." Jawabnya dengan lembut. Meskipun lengan nya terasa sakit dan sekujur tubuhnya juga terasa remuk tapi dia masih saja bersikap santai dan tenang.
Orang orang itu segera menyeret tubuh Hugo dengan kasar, dia yang melirik kebahagian musuhnya tak rela jika mereka bahagia sedangkan dia harus terpuruk dalam kekalahan melawan mereka.
__ADS_1
Hugo merebut paksa pistol yang ada di samping nya, dia dengan cepat menarik pelatuk itu hingga suara tembakan terdengar membuat semua orang yang di sana terkejut.
Dor!! dor!! dor!! dor!! peluru itu bersarang banyak di tubuh Hugo, Kris serta Andre yang melihat laki laki itu ingin menyerang bos muda nya dengan segera menembaki nya terlebih dulu dengan membabi buta. Hugo dengan tubuh yang lemas dia ambruk di lantai dengan nyawa nya yang sudah tak tertolong lagi.
Zac hanya menatap ke arah Hugo dengan tatapan nanar nya, dia tak percaya harus kehilangan orang nya yang begitu terlatih seperti nya, tapi kesalahpahaman itu membuat pertikaian ini terjadi.
" Hugo.. jangan laku-" Laki laki yang baru masuk itu tak melanjutkan ucapannya ketika melihat semua orang berkumpul di sana. Semua orang tak percaya bahwa laki laki itu masuk dengan berteriak memanggil nya.
" Albert kau masih melindungi nya selama ini?" Steve kini tak percaya orang yang berada di tim nya kali ini ternyata ada di balik ini semua.
" Tidak Steve, aku tak melindungi nya, maksud ku dia adalah sepupu ku jadi aku hanya mengingatkan nya untuk tak melakukan hal hal gila kepada Zac..." Albert dengan cepat menjelaskan nya, laki laki kemarin itu adalah Albert sang pengacara dari keluarga Zac Kozan. Dia adalah sepupu dari Hugo, laki laki yang memiliki dendam kepada bos nya itu. Tapi Albert tak pernah membantunya, bahkan Albert sendiri yang selalu mencegahnya.
" Aku tak membantu nya Kris, aku juga baru tahu bahwa dia ada di sini. Kau tahu aku dari tadi bergerak mencari nya kemana mana. Please jangan tuduh aku seperti itu. Aku tak ingin dia melakukan balas dendam nya itu..." Albert kini membela dirinya, dia menyangkal semua nya. Memang benar Albert selalu mencegah nya dia tak ingin sepupunya itu melakukan balas dendam konyol itu.
" Kau terlambat, sepupu mu sudah mati di tangan kami..." Kris serta Steve kini berdiri di depan para bos nya, sedangkan Andre kini juga berdiri di samping mereka bertiga.
Albert menatap laki laki yang tersungkur di lantai dengan darah yang membanjiri sekeliling nya. Dia mengusap wajah nya dengan kasar dia tak percaya bahwa sepupunya itu harus meninggal, dia tahu konsekuensi nya jika melawan kelompok Dio Della Morte.
__ADS_1
Albert menghampiri laki laki yang sudah tak bernyawa itu, dia duduk di sebelahnya dengan rasa sedihnya itu. Air mata nya menetes begitu saja, perasaan sedih memenuhi hati nya.
" Maafkan aku karena tak bisa menjaga mu, harusnya aku bisa mencegah mu untuk tak melakukan hal seperti ini.. andaikan kau mendengarkan apa yang aku katakan ini tak mungkin terjadi.. kau selalu ingin membunuh singa kita, tapi kau sendiri yang terbunuh di sini, lihatlah kau seperti ini sekarang..." Katanya dengan meneteskan air mata nya dengan isak tangis yang begitu sedih.
Semua orang yang di sana tak bisa berbuat apa apa lagi karena ini memang kesalahan dari Hugo sendiri. Albert juga tak mungkin membalaskan apa yang di alami oleh sepupunya itu.
" Bos maafkan dia.. aku tahu dia salah tapi aku mohon maafkan sepupu ku, berikan jasad nya pada ku, agar aku bisa memberikan penghormatan terakhir ku kepada nya..." Albert kali ini memohon untuk jasad sepupunya itu. Dia tahu siapa saja yang mati di tangan Dio Della Morte tak akan bisa di temukan jasad nya, mereka akan langsung membuang nya ke tempat yang selalu mereka sediakan, danau yang penuh dengan buaya.
" Kau tahu apa yang harus kita lakukan Albert..." Andre kini menjawabnya, dia tahu bagaimana kehilangan orang yang dia sayangi, tapi mereka tak bisa untuk tak melawan nya.
" Aku tahu, aku hanya minta tolong beri aku kesempatan untuk memberikan dia penghormatan untuk terakhir kali nya..." Albert kali ini begitu memohon kepada mereka.
Apa jasad nya memang tak harus nya di berikan keluarganya, atau mereka memiliki tempat pembuang sendiri untuk musuh musuh nya. Batin Abhi dengan membayangkan saja begitu menakutkan.
" Honey.. berikan saja.. dia adalah sahabat ku dan sahabat mu.. kau sudah membalas nya dengan setimpal.. kau harus kasihani juga sahabat mu Albert..." Bisik nya Valarie membuat Zac menatapnya.
" Baiklah bawah dia, kami juga akan datang untuk memberikan penghormatan terakhir untuk nya, dia adalah orang ku juga, sepupu ku juga. Maka kami semua akan mengubur nya dengan layak..." Keputusan Zac tak bisa di bantah meskipun orang orang di sana penuh dengan kecewa karena mereka tak bisa menyaksikan para buaya peliharaan itu berebut makanan daging yang nikmat.
__ADS_1
" Terima kasih..." Katanya dengan berucap senang.