
Dor!! dor!!! dor!!! suara tembakan yang memberondong membuat tubuh Abhi kini benar benar meringsut di dalam pelukan istrinya. Semua orang terkejut ketika mendengar suara tembakan dan melihat Abhi meringsut ke tanah dengan Monica yang berteriak histeris itu.
Bug!! suara tubuh yang terjatuh ke tanah membuat semua orang yang di sana histeris berteriak kencang, penembakan secara brutal itu membuat tubuh seseorang langsung jatuh ke tanah dengan darah yang banyak serta kematian sudah tak terelakan lagi.
" Abhi.. bangun.. buka mata mu..." Sang istri yang memeluk tubuh suaminya kini menepuk pipi nya, tapi itu tak membuahkan hasil, Abhi masih saja memejamkan mata di dalam pelukan tubuhnya. Kini mereka berdua sama sama berada di tanah yang Abhi tadi meringsut dalam pelukan itu, dan kepala Abhi kini berada di pangkuan istrinya.
Semua orang yang ada di sana kini langsung lari mendekat, melihat apa yang terjadi di sana.
" David bangun, please buka mata mu, jangan pergi. Aku harus katakan apa kepada komandan jika kamu pergi, David..." Jenni kini juga meletakan kepala laki laki itu di pangkuannya, David kini yang berada di tanah juga memiliki beberapa tembakan.
Semua orang yang baru datang tadi kini menatap ke dua wanita yang menangis histeris. Steve kini menatap wanita yang dia cintai menangisi laki laki lain yang ada di pangkuannya.
" Suhu kau selamat?" Andre yang tak bisa menahan rasa bahagianya kini memeluk adik satu satu nya yang ternyata masih hidup di sana.
" Andre, Abhi selamatkan suami ku.. aku mohon..." Andre kini melepaskan pelukannya dia menatap laki laki yang ada di pangkuan adiknya dengan memejamkan matanya itu.
Andre dengan cepat meletakan tubuh Abhi di punggungnya dia berdiri dan segera berlari dengan cepat membawa nya ke mobil medis yang juga ikut di sana, semua orang kini mengurus orang orang serta mayat yang berserakan tak karuan.
" David buka mata mu, Hiks hiks..." Kini dia kembali menangis.
__ADS_1
" Maafkan.. aku Vid.. harusnya bukan kamu yang aku tembak.. tapi laki laki it-" Marco yang masih sempat sadar kini merasakan menyesal karena niatnya ingin memberondong tubuh Abhi dengan tembakan malah David teman dekatnya yang terkena tembakan membabi buta itu.
Marco tadi yang mengeluarkan pistol dan dirinya tak ingin mati sendiri akhirnya dia mengarahkan pistol itu ke arah tubuh Abhi tapi sayangnya David mengetahui hal itu dia lebih baik menyusul teman dekat nya untuk mati di banding dirinya ada di sana tapi cintanya pergi.
Marco yang menembak David dengan membabi buta, dia yang melakukan itu tanpa sengaja dan David menghalangi peluru itu mengenai tubuh lawan nya, dia rela kehilangan nyawa nya hanya karena sebuah cinta yang tak bisa di gapai. Sedangkan Marco juga harus mendapatkan tembakan berulang kali dari Andre ketika laki laki bertato itu melihat Marco ingin menembak adik iparnya yang berada di pelukan tubuh adiknya.
David kini tewas di tempat karena peluru itu begitu banyak bersarang di tubuhnya sedangkan Marco yang tadi sempat sadar kini merasa menyesal telah membunuh orang yang begitu baik padanya, mengorbankan semuanya demi dirinya, tapi nyatanya dia tak bisa membuat orang itu tetap hidup dia lebih memilih meninggal membawa cinta itu.
" Maafkan aku..." Ucapnya dengan terbata bata. Zac serta Albert kini berdiri di sebelah Marco yang ingin menghembuskan nafas terakhirnya.
" Pada akhirnya tetap kau yang mati di sini..." Ucap Zac dengan sinis.
" Aku akan datang di kelahiran yang ba-" Marco kini sudah tak bisa meneruskan lagi, dirinya kini menghembuskan nafas terakhirnya dengan di samping Zac serta Albert yang berdiri dan menatapnya dengan tatapan datarnya.
Orang orang yang lain kini membereskan mayat mayat yang berserakan terlalu banyak di sana, mereka dengan cepat membersihkan tempat itu dengan segera.
" Kita harus bawa David ke rumah duka agar kamu bisa memberikan penghormatan terakhir untuknya..." Steve kini berjongkok dia menyentuh pundak wanita itu yang bergetar dengan hebat. Meskipun David begitu kejam padanya tapi dia tak bisa membohongi dirinya bahwa laki laki itu sangat baik padanya sebelum hal ini terjadi.
David adalah pimpinan yang baik, pimpinan yang selalu bisa mengerti kepada anggota nya. Tapi cintanya yang kepada Marco mengubah semuanya dan itu adalah fakta yang di bongkar sendiri oleh mendiang David sebelum dia meninggal.
__ADS_1
Jenni kini harus merelakan David di bawa oleh orang orang itu, Jenni kini segera berdiri dia tak peduli dengan Steve yang berada di sampingnya. Saat ini yang penting adalah David, Jenni tak tahu harus mengatakan seperti apa kepada komandannya jika dia bertanya kenapa bisa David meninggal.
" Aku ingin ikut ke tempat rumah duka..." Ucapnya dengan pelan.
Jenni yang kembali melangkah tak merasakan sesuatu yang tiba tiba dirinya juga limbung pingsan, Steve dengan segera menangkap tubuh wanita itu yang limbung ke belakang. Steve dengan cepat mengendongnya, berlari dengan cepat dan membawanya masuk ke dalam mobil medis yang ada di sana.
Abhi yang juga pingsan, serta Monica yang tadi juga merasakan tubuhnya lemas juga tak sadarkan diri serta sekarang Jenni yang tiba tiba tak sadarkan diri. Membuat semua para medis di sana panik.
Seorang dokter yang juga salah satu tim nya kini memeriksa ketiga pasien itu. Dia mengerutkan keningnya ketika melihat bekas suntikan di tangan Suhu dan suaminya itu.
" Ada apa?" Andre kini panik ketika melihat sang dokter membolak-balikan tangan pasangan itu.
" Apa mereka memakai narkoba?"
" Tidak, apa yang ingin kau tanyakan?"
" Di bekas lengan nya ada bekas suntikan, jika mereka memakai narkoba percuma kita obati tak akan masuk ke dalam tubuhnya, kita harus menunggu beberapa hari..." Andre terdiam selama ini yang dia tahu mereka berdua tak pernah memakai narkoba yang di suntikan, mungkin hanya Monica yang memakai g*nja tapi itu sebelum wanita itu menikah.
Sang dokter kini memeriksa Jenni yang juga tak sadarkan diri secara tiba tiba. Steve kini raut wajahnya begitu cemas dan panik, dia harus menyelesaikan urusan nya bersama Jenni.
__ADS_1
" Tenanglah Steve dia hanya kelelahan karena pertarungan ini. Mereka bertiga hebat bisa memukul mundur musuhnya yang banyak, bahkan semua lawannya mati di tangan ketiga orang ini...." Kata sang dokter membuat semua orang lega, setidaknya tidak terjadi apa apa dengan mereka.
Mereka yang tadi tangguh melawan musuhnya, membalas menyerang lawannya tanpa menggunakan senjata apapun, ketiga orang yang berusaha membunuh ketua dari kekacauan ini, nyatanya sekarang mereka tak sadarkan diri mereka pingsan ketika semuanya telah selesai mereka selesaikan.