Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Merelakan 2


__ADS_3

Albert kini menatap kearah Violet dengan wajah tegangnya, dia yang tadi pingsan tak tahu apalagi yang terjadi setelah dia pingsan.


" Al maafkan aku! jika aku keras kepala untuk datang kemari ini tak akan terjadi kepada kamu..." Ujarnya dengan isak tangis.


" Semua nya sudah menjadi Takdir Vio, jangan di sesali. Semuanya sudah terjadi jangan di tangisi lagi..." Jawabnya dengan menatap ke arah Violet dengan menghapus air matanya.


" Tapi ini salah ku! jika aku mendengarkan apa yang kamu katakan kemarin ini tak akan terjadi. Kamu tak akan terluka dan James juga tak akan bunuh diri dengan membakar tubuhnya, tak akan ada drama penculikan seperti ini."


" Sayang sudahlah jangan di bahas lagi, semuanya sudah terjadi! di mana Angel sekarang?, dia baik bukan?"


Violet mengangguk dengan cepat dia tak bisa merasakan rasa bersalahnya. Seakan rasa bersalah itu memenuhi hati dan pikirannya.


" Sudah jangan menangis sayang, semuanya sudah baik baik saja dan kamu lihat aku tak apa apa! jadi jangan tangisi aku Vio!" Albert menyentuh pipi Violet dengan lembut. Kepala Violet kini bersandar di pundak Albert yang terbaring.


" Aku wanita bodoh yang hanya memanfaatkan kebaikan mu! ini semua gara gara aku karena membuat mu celaka seperti ini."


Ceklek!! suara pintu itu terbuka membuat Violet dengan segera kembali duduk tegak dia menghapus air matanya dengan segera.


" Tuan Al anda sudah sadar?, bagaimana rasa perut anda?" Dokter wanita tadi mengontrol Albert yang dia dengar Tuan nya bangun dari pingsannya.


" Sudah tidak terlalu sakit, masih bisa aku tahan. Terima kasih sudah menyelamatkan aku sekali lagi."


" Itu sudah menjadi tugas kami Tuan Al, jangan berterima kasih..." Ucapnya dengan tersenyum.


" Bagaimana kondisi James?, apa dia baik saat ini."


" Baik hanya ada luka tembak di kakinya tapi sudah di operasinya. saat ini dia ada di kamarnya bersama Gusman kakak nya..." Albert mengangguk mendengarkan penjelasan sang Dokter. " Tuan Al lain kali jangan lakukan hal bodoh yang membuat anda terluka lagi, jahitan anda tadi terbuka semua dan itu sangat membahayakan Nyawa anda sendiri. Jika ada hal buruk sementara anda menjauhi nya untuk keselamatan anda sendiri..." Sambungnya dengan tetap tenang.


Apa yang di katakan oleh Dokter seperti menyindir Violet tapi Albert hanya bisa diam dengan memasang senyumnya karena laki laki itu tak tahu apa yang terjadi.


" Jika saya nanti ingin bertemu dengan James apa saya boleh Dok?"


" Tentu tapi anda harus berhati hati Tuan! seperti yang saya katakan Tuan James kondisi tak stabil mungkin saat ini hanya akan ada luka dan dendam yang membara di hatinya, jadi jika anda ingin bertemu, biarkan Baron yang mendampingi anda."

__ADS_1


" Saya tau..." Jawabnya dengan pelan.


Sang Dokter saat ini langsung pamit untuk keluar karena dia juga harus kembali bekerja dengan memeriksa pasien lainnya.


" Jangan sedih lagi sayang aku tak apa! jangan pikirkan omongan Dokter tadi, dia memang seperti itu, pedas jika bicara!" Albert tampaknya bisa membaca wajah kekasihnya yang muram karena mendengar apa yang di katakan oleh Dokter yang memeriksanya.


" Tak apa Al. Apa yang di katakan oleh Dokter itu benar. Jangan bodoh lagi, pikirkan Nyawa mu juga, jangan pikiran orang lain saja."


" Kamu bukan orang lain Sayang, kau adalah hidup ku..." Ujarnya dengan memeluk wanita itu yang kembali bersandar di pundaknya dengan memejamkan matanya.


Rasa lega kini menjadi satu dengan rasa bahagia karena laki laki yang dicintai telah sadar dan telah kembali dengan selamat. Semuanya telah menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi nya. Keras kepala nya tak baik untuk dirinya dan orang lain, karena tak hanya dia yang akan terserat masalah tapi beberapa orang yang akan terkena masalah jika keras kepalanya tak bisa di hilangkan juga mulai saat ini.



Sedangkan di kamar lain James juga mulai membuka matanya dengan perlahan dia menatap dinding kamar rumah sakit, matanya asing menatap sekelilingnya tapi dia tau di mana dirinya saat ini berada dia. James yang di bawah ke rumah sakit masih sadar hingga di tahu di mana dirinya sekarang berada.


" Tuan James anda sudah sadar?" Sosok Dokter cantik yang duduk di kursi kecil itu menyambut James yang baru sadar dari obat bius nya tadi.


Sang Dokter menghela nafasnya dengan lembut ketika dia merasa tak di anggap oleh pasiennya saat ini. Tapi dengan rasa sabarnya dia masih bisa tersenyum menanggapi pasiennya.


" Tuan James apa ada yang sakit?, apa kaki anda masih terasa sakit?"


" Apa kau belum pernah tertembak?, maka cobalah tertembak dan kau akan tahu rasa sakitnya seperti apa! tapi ini tak seberapa dengan rasa sakit pada hatinya yang gagal bunuh diri..." Ujarnya dengan ketus.


" Berarti Tuhan memang belum menginginkan anda mati sia sia Tuan. Apa anda tau jika orang yang sudah meninggal saja ingin hidup lagi di dunia ini?"


" Omong kosong! tak ada orang yang meninggal memiliki rasa. Orang yang meninggal sudah tak memiliki rasa sama sekali ataupun ingin hidup lagi. Jika aku yang meninggal pun aku tak ingin dilahirkan di dunia ini."


" Kenapa anda berbicara seperti itu?"


" Dunia ini kejam. Apa yang menjadi kesalahan wanita pasti banyak yang berpikir bahwa laki laki nya yang tak bisa membahagiakan. Tapi jika laki laki yang melakukan kesalahan maka tetap pihak wanita yang menang dan laki laki yang selalu tertindas."


" Jadi maksud anda seperti ini! jika ada sosok laki laki yang menampar wanita maka yang di hujat adalah pria yang mengatakan pria main kekerasan dan jika wanita yang menampar pihak laki laki maka banyak yang mengatakan laki laki lah yang kurang ajar."

__ADS_1


James langsung menoleh ke arah Dokter wanita yang mengerti dengan maksud kode yang di berikan oleh James penuh dengan teka teki. James menatap Dokter dengan penuh tanda tanya, keningnya berkerut seakan pernah melihatnya pernah bertemu tapi James melupakannya di mana.


" Anda heran kenapa saya bisa membaca teka teki yang anda maksud bukan?"


" Siapa kamu?, kamu bukan hanya Dokter bedah bukan?" Tanyanya dengan penuh curiga.


Wanita itu hanya tertawa pelan ketika James memang melupakan dirinya. Pertemuan dia dengan seorang pasien tak mungkin di lupakan oleh Dokter karena itu penting untuk dirinya sendiri.


" Kau sungguh tak mengingat aku siapa?"


James menggeleng dengan cepat dia yang berusaha untuk mengigat nya tapi tetap dapat di ingat oleh dirinya.


" Saya Dokter Jasmin Dokter Psikiater dan juga Dokter Seksolog dan juga Dokter Andrologi..." Ucapnya dengan senyum.


" Anda Dokter yang menangani saya dulu bukan?" James kini mengingatnya dan itu membuat Dokter Jasmin tersenyum senang mengetahui pasiennya mengigat dirinya dengan jelas.


Penjelasan sedikit ya


Psikiater adalah profesi dokter spesialistik yang memiliki spesialisasi dalam diagnosis dan penanganan gangguan emosional.[1] Psikiater tidak hanya menangani masalah gangguan jiwa berat, tetapi juga ringan.[2] D Penanganan psikiatri di seluruh dunia, ungkap Dadang, dilakukan dengan empat cara yang disingkat BPSS, yaitu Biologic (obat-obatan), Psychologic (konsultasi), social (penanganan sosial), dan spiritual (agama).[2] Gelar yang didapatkan untuk bisa membuka praktik psikiater adalah SpKJ.[3]


Perbedaan psikolog dengan psikiater


Dalam hal penanganan masalah, psikiater boleh memberikan terapi obat-obatan (farmakoterapi), sedangkan psikolog klinis tidak diperbolehkan. Psikolog klinis dapat memberikan diagnosis gangguan jiwa, konsultasi, terapi, dan pemberian alat tes psikologi. Kalaupun didiagnosa mengidap gangguan jiwa berat seperti skizofrenia yang memerlukan obat, maka psikolog klinis akan merujuk ke psikiater. Namun, psikiater juga memerlukan psikolog klinis untuk memberikan psikoterapi rutin untuk pasien yang mengidap skizofrenia. Jadi psikiater dan psikolog klinis dapat bekerja sama dan berkolaborasi untuk kesejahteraan jiwa pasien.


Psikolog (bahasa Inggris: psychologist) secara umum adalah seorang ahli psikologi, bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental. Namun di Indonesia, psikolog secara khusus merujuk pada seorang praktisi psikologi yang telah menempuh pendidikan profesi psikologi. Magister (S2) Profesi Psikologi menempuh masa studi selama 5 semester atau minimal 2,5 tahun, serta paling lama 10 semester atau 5 tahun [1] dan memiliki gelar (M.Psi, Psikolog). Seorang ahli psikologi yang tidak menempuh pendidikan profesi psikologi disebut ilmuwan psikologi.[2]


Ilmuwan Psikologi dan Psikolog di Indonesia tergabung dalam berbagai organisasi dan berhimpun dalam organisasi psikologi bernama Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), memiliki Sertifikat Sebutan Psikolog (SSP), dan wajib memiliki Surat Izin Praktik Psikologi (SIPP) sesuai dengan aturan organisasi.[2] Psikolog dapat dikategorikan ke dalam beberapa bidang tersendiri sesuai dengan cabang ilmu psikologi yang ditekuninya, misalnya Psikolog Klinis, Psikolog Pendidikan, Psikolog Industri, atau Psikolog Forensik. Tetapi kata "Psikolog" lebih sering digunakan untuk menyebut Psikolog Klinis, psikolog yang bergerak di bidang kesehatan mental.


Sek*sologi adalah studi ilmiah tentang sek*5ualitas manusia, termasuk kepentingan sek*5ual manusia, perilaku, dan fungsi. Istilah ini umumnya tidak mengacu pada penelitian non-ilmiah tentang se*k5, seperti analisis politik atau kritik sosial. Dalam seksologi modern, peneliti menerapkan alat-alat dari bidang akademik, termasuk biologi, kedokteran, psikologi, statistik, epidemiologi, sosiologi, antropologi, dan kriminologi. Penelitian seksologi perkembangan sek*5ual dan pengembangan hubungan sek*5ual serta mekanisme hubungan sek*5ual. Hal ini juga mendokumentasikan se*5ualitas kelompok khusus, seperti perkembangan, anak cacat, remaja, dan orang tua. Sek*solog studi disfungsi sek*5ual, gangguan, dan variasi, termasuk topik-topik yang sangat beragam seperti disfungsi ereksi, p3dofilia, dan orientasi se*5ual.


Andrologi (dari bahasa Yunani ἀνήρ, anēr, genitif ἀνδρός, andros yang berari laki-laki dan -λογία, -logia) adalah spesialisasi medis yang berhubungan dengan kesehatan pria, secara khusus kepada masalah-masalah yang berhubungan dengan sistem reproduksi dan sistem urin pria. Andrologi merupakan lawan dari ginekologi yang menangani masalah kesehatan wanita. Andrologi dipelajari sejak akhir 1960-an. Jurnal yang membahas andrologi pertama kali adalah jurnal berbahasa Jerman Andrologie (sekarang Andrologia), yang dipublikasikan sejak 1969.[1]


Andrologi sebagai cabang ilmu dalam bidang Kedokteran, belum banyak diketahui orang tentang apa saja yang termasuk dalam keilmuan ini, baik bagi kalangan sejawat dokter, apalagi bagi kalangan awam. Andrologi dikenal sebagai ilmu yang menangani permasalahan pria karena berasal dari kata ”Andro” (salah satu hormon penting bagi pria).

__ADS_1


__ADS_2