Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Pengobatan 5


__ADS_3

Mencintai bukanlah hal yang mudah untuk di ungkapkan, Mencintai juga bukanlah hal yang mudah untuk di satukan,


Tetapi


Cinta memang membutuhkan pengorbanan. Tapi bukan pengorbanan untuk rela di sakiti.


Cinta tak ada yang menyakiti, cinta tak ada yang membuat luka. Cinta adalah hal yang harus membahagiakan untuk ke dua pasangan, bukan saling menyakiti satu sama lain.


Kebahagian yang utuh adalah kebahagian yang di mana Cinta saling memenuhi kasih sayang, bukan untuk saling menyakiti hati nya.


🥀🥀


.


.


.


James mengigat jelas semua kejadian di mana dia kehilangan istrinya dia juga mengigat jelas bagaimana dia yang menyiksa istri keduanya.


Rasa cinta itu sebenarnya ada tapi langkahnya mencintai ternyata salah. Cinta tak mungkin menyakiti tapi harusnya mengasihi dan saling melindungi.


" Apa dia takut kepada anda?"


" Tidak, mungkin dulu dia tidak takut kepada saya tapi sekarang dia takut karena kemarin aku menyiksa nya dengan ingin menyentuhnya..." Jawabnya dengan datar.


" Apa istri anda tak pernah ingin anda sentuh?" James menggeleng pelan. " Lalu bagaimana anda menuntaskan nya?, anda mengerti bukan maksud saya?"


" Saya membawa jalan* hampir setiap hari tapi itu tak membuat hati istri ku bergerak. Aku ingin dia cemburu tapi nyatanya dia mati rasa dengan ku, dan itu membuat rasa marah pada diriku seakan membara tak karuan di dalam sini..." Katanya dengan menyentuh dada nya.


" Tuan James saya tanya ini hal pribadi yang lebih mendalam, jika anda belum siap menjawabnya maka jangan menjawabnya tapi jika anda ingin menjawabnya maka jawablah."

__ADS_1


James mengangguk, tatapan matanya yang datar membuat dokter itu tau bahwa ada luka yang tersimpan di hatinya. Trauma yang dalam hingga menimbulkan penyakit yang kini semakin tumbuh di dalam hatinya.


" Apa anda pernah mengalami kekerasan atau sodo*i atau semacam kekerasa* sewaktu anda masih kecil, misalnya di saat umur anda di bawah 13 tahun."


James tak menjawabnya dia hanya diam, tangan nya bergetar tubuhnya mendadak menjadi kaku. Keringat dingin seakan membasahi tubuhnya yang kini menjadi patung tak bisa bergerak.


Sang dokter kini meneliti wajah pasien nya yang hanya diam tapi menyimpan ketakutan di wajahnya. Wajahnya yang tadi datar seakan berubah menjadi wajah yang lemas tak berdaya.


Laki laki yang selalu kuat dan selalu menghajar pasangannya kini tiba tiba berubah bagaikan patung yang tak bergerak. Gusman menatap adiknya ada kecurigaan yang mendalam di sana tapi dia tak boleh mencela proses pengobatan terapinya.


" Tuan James anda masih mendengar saya?, anda mau menjawabnya anda bisa menjawabnya. Tapi jika anda tak mau membuka nya kepada saya, gimana saya tau penyakit anda dan apa penyebab nya."


" Tidak.. saya tidak ingin membuka lembaran itu.. saya tidak mau..." Tolaknya dengan keras dan kencang.


Sang dokter tau ada yang salah di sini, ada hal yang menjadi penyebab di mana ini ada awal yang membuatnya seperti ini.


" Lembaran apa yang anda tutup Tuan?, seperti apa lembaran itu?, apa lembaran itu menyakiti anda dan membuat ada seperti ini sekarang?" Tanyanya dengan sedikit mendesak nya.


" Kekerasan pada Sek*s atau Sodom*i yang membuat anda takut Tuan?, atau anda pernah mengalami kekerasan dalam Sek*s dan pelakunya adalah wanita yang menyebabkan anda sangat mencintai wanita tapi anda ingin menyiksa nya?" Tanyanya dengan terus mendesaknya.


" Tidak.. aku tidak tau.. aku sudah melupakan malam itu, aku melupakannya... Tidak... cukup..." Teriaknya dengan kencang.


Tubuhnya gemetar ketakutan membuat sang dokter kini seakan semakin yakin dengan apa yang dia pikirkan dari tadi. Sang dokter kini menghela nafasnya dengan kasar menatap pasiennya dengan penuh rasa iba nya.


" Tuan James tenangkan diri anda, semuanya sudah berakhir dan lembaran itu sudah ada tutup sendiri. Di sini saya ingin membantu anda, ingin mendengarkan beban dan rahasia anda."


" Aku sudah melupakannya dan saya tidak ingin membahasnya!, aku tak sanggup..." Teriaknya lagi dengan kencang.


" Baiklah tenangkan diri anda dulu Tuan James, kita sudahi hari pertama kita."


Gusman merasakan hatinya teriris ketika melihat adiknya yang ketakutan ketika ada sebuah pertanyaan yang di layangkan oleh sang dokter.

__ADS_1


" James tenang oke, semuanya sudah baik baik saja!, ada aku tak ada yang bisa menyentuh mu..." Gusman memeluk adiknya yang ketakutan dia tak tau kepada adiknya tiba tiba seperti ini.


" Sstttt dengar Kak jangan katakan kepada siapapun jika aku ada di sini, nanti dia akan datang kemari dengan orang itu..." Katanya dengan lirik yang begitu pelan. Seakan dia berbisik kepada Kakak nya.


" Tuan Gusman saya akan memberikan obat penenang, Tuan James sepertinya ada trauma di perkataan yang saya katakan tadi."


Gusman mencerna apa yang di katakan oleh dokter tapi kemudian dia mengangguk pelan dia tau jika dia memang harus menuruti apapun demi kebaikan adiknya.


" Kak Gusman jangan beri tau siapapun jika ada di sini, nanti orang orang itu datang..." Sambungnya lagi dengan berbisik pelan.


" Siapa yang datang?, siapa yang kamu takuti?, tak ada yang berani menyentuh mu di sini!, aku janji itu..." Gusman menjadi bingung seakan dia memiliki PR khusus untuk memecahkan siapa orang yang di takuti adiknya.


" Kau mau apa Heh?, jangan sentuh kulit ku dengan suntikan mu itu!, aku tak mau obat itu masuk ke dalam tubuh ku, jangan sentuh kulit ku dengan jarum itu, aku gak mau, aku gak mau..." Berontak nya dengan kencang dan membuat sang Dokter kini menyakini satu hal lagi.



" Tidak, jangan meracuni aku dengan obat siala* itu, aku gak mau melakukannya dengan kecanduan obat mu itu.. Kak Gusman orang itu akan membuat ku kecanduan dan menyuruh ku melakukan apapun..." Katanya dengan berteriak lagi.


Gusman memegangi tubuh adiknya dengan kuat dan sang Dokter juga dengan cepat menyuntikan James dengan obat penenang dengan segera. James berontak dia tak terima dengan dirinya yang telah di suntik.


James berdiri dengan cepat dengan dirinya yang ingin memukul sang Dokter kini tak bisa karena hawa lemas dan hawa tak memiliki tenaga kini dia dapatkan.


" Kenapa dengan tubuh ku, kenapa tak seperti dulu?, apa ini variasi obat baru?" Katanya dengan limbung.


Gusman yang berada di belakangnya menangkapnya dengan cepat, meletakan adiknya dengan bantuan sang Dokter di atas ranjangnya. James kini memejamkan matanya obat begitu cepat bereaksi di dalam tubuh James.


Gusman menatap adiknya yang memiliki kesedihan dan rasa tak terkira jika adiknya bisa mengalami hal mengerikan yang belum terbongkar.


" Tuan Gusman kita bisa bicara di luar?, biarkan Tuan James istirahat di sini?"


" Tentu Dokter!, mari."

__ADS_1


Kini mereka berdua berjalan keluar dari kamarnya dengan segera meninggalkan James yang tertidur efek dari obat penenang tersebut.


__ADS_2