
Jovanka kini berdiri dengan tangan yang di gandeng oleh alfred begitu mesra. Tangan jovanka yang sengaja di selipkan di lengan alfred. Mereka berdua masuk kedalam tempat restoran hotel dimana alfred sengaja mengundang semua media untuk mengkonfirmasi tentang pernikahan mereka berdua.
Jovanka yang berbalut gaun begitu cantik dan elegan, semua laki laki yang melihatnya seperti memuja nya, sedangkan alfred yang dibalut jas nya kini bertambah tampan, mereka seakan seperti pasangan yang serasi yang kini tengah berbahagia karena mengumumkan pernikahannya.
" selamat siang semuanya dan terima kasih sudah datang.." alfred membuka kata kata nya dengan senyuman yang sangat bahagia.
Kini semua media telah siap merekam dan mengambil gambar pasangan pengantin baru yang kemarin telah melakukan pernikahan.
" saya alfred telah resmi menikahi jovanka amora betrix, tepatnya kemarin lusa.." alfred menatap jovanka dengan senyuman yang tak bisa diartikan kebahagiannya.
" nona jovanka kenapa anfa hanya diam saja?, apa anda tak bahagia dengan pernikahan ini atau ini hanya pernikahan bisnis untuk mendongkrak nama kalian lagi.." salah satu awak media bertanya.
" saya bahagia mendapatkan suami seperti alfred. Saya beruntung bisa memiliki nya sebagai suami saya.." jawab jovanka dengan tersenyum menatap alfred.
" tepatnya saya yang beruntung mendapatkan wanita seperti jovanka.." sesi pertanyan seakan di jawab alfred dengan senyuman yang tak luntur dari wajahnya, jovanka hanya menjawab beberapa yang sengaja ditanyakan oleh awak media.
__ADS_1
Kabar bahagia dari alfred dan jovanka kini menjadi trending di seluruh tokyo dan pengunduran dirinya alfred di dunia permodelan juga menjadi pembicaraan yang hangat. Alfred kini kembali ke posisi menjadi CEO di salah satu agency milik pribadinya.
" al untuk apa menginap di hotel?" Alfred sengaja membawah jovanka untuk menginap di hotel yang sengaja dia pesan untuk beberapa hari.
" aku hanya ingin berduaan dengan istriku.." jawab alfred dengan memeluk jovanka dari arah belakang.
" alfred aku.."
" aku tahu sayang. Kau belum siap, aku tak akan melakukan apapun, aku janji. Aku hanya ingin kita menghabiskan waktu berdua saja agar kita saling mengenal hanya itu tak lebih.." alfred sebenarnya harus menahan sesuatu yang bergejolak pada tubuhnya dari kemarin tapi dia tetap bersabar dengan apa penolakan jovanka.
" tak apa.. sekarang mandilah.. ada baju tidur di sana aku sudah siapkan semuanya.." dan jovanka masuk kedalam kamar mandi, melarikan diri.
Jovanka tak lupa memberikan pesan pada kris memberi tahu dimana dirinya berada. Beberapa anak buah nya juga telah siap di sana. Kris selalu menempatkan orang orang lebih dekat dengan nonanya. Jika sesuatu terjadi semuanya akan lebih muda.
Jovanka menatap baju tidurnya yang membuat semua orang akan bergairah melihatnya. "****.. dasar bajin*an kau alfred.. kau mau menjebak ku dengan pakaian mini seperti ini.. da*n.." umpatnya dengan pelan.
__ADS_1
Jovanka mengambil baju tidur nya yang tak memancing gairah laki laki. Dia keluar dan melihat alfred berbaring di ranjang dan meletakkan ponselnya di bawah bantalnya.
' ponsel itu bagaimana aku bisa mengambilnya ' batin jovanka dengan memikirkan ponsel tersebut.
Jovanka yang hendak melangkah ke ranjangnya tak jadi malah masuk kembali ke kamar mandi dan mengganti pakaian tidurnya. Jovanka mencoba berani memakai baju tipis yang memancing gairah alfred.
' malam ini aku harus dapatkan ponselnya ' batinnya dengan bibir yang tersenyum.
Jovanka keluar dari kamar mandinya menatap alfred yang memejamkan mata nya dengan lampu yang temaram membuat wajah jovanka tak kelihatan bahwa ada kelicikan dan rencana yang matang di mata nya. Jovanka merebahkan badannya dengan hati hati,memiringkan tubuhnya menatap penuh kebencian pada laki laki yang di sebelahnya. Jovanka wanita yang pernah menjadi wanita nakal di dunia malam, untuk membawah alfred tergoda adalah pekerjaan yang sepele.
Jovanka menyentuh wajah alfred, mengelusnya dengan pelan, menempelkan badan nya dengan sempurna sehingga tak ada jarak di antara mereka berdua. Alfred membuka matanya dan menangkap tangan jovanka dengan mata mereka saling bertatapan. Jovanka menciu* bibi* alfred dan tentu saja alfred terkejut ketika jovanka tiba tiba menciu* nya lebih dulu.
Jovanka ******* nya pelan, menutup matanya. Ciuman itu disambut oleh alfred dengan senang, karena wanita nya seakan menyerahkan dirinya malam ini. Otak jovanka berfikir keras meskipun bibi* mereka saling ******* dan saling menyes*p lid*h. Jovanka memainkan rambut alfred dengan tangan nya dan sedikit mengelua*kan desa*an. Jovanka melepaskan cium*an tersebut, menaikan badannya, mencium kembali bibi* alfred, tangan nya meraih ponsel alfred, membuka nya dengan satu usapan karena jovanka tahu bahwa alfred tak pernah mengunci ponselnya dengan itu ponsel tersebut selalu berada di dekatnya.Hanya butuh waktu lima menit jovanka membutuhkan ponsel alfred.
Kris beserta tim nya sedikit terkejut ketika komputernya beroperasi memasukan semua data alfred pada komputer yang di depan mereka. " sukses kris.." katanya.
" apa yang nona lakukan hingga malam ini nona bisa mengambil ponsel dari tangan alfred.." katanya dengan pelan.
__ADS_1
"Lihat kris,semua data nya masuk, semua nomor ponsel yang tersimpan juga masuk kesini. Nona berhasil.."
" aku tahu tapi aku khawatir dengan nona ara. Apa yang dia lakukan.." kris menatap ponselnya dan menunggu kabar dari nona nya.