
Penyesalan selalu datang di belakang dan tak pernah hadir di depan,
Jika aku tahu ini akan terjadi maka aku tak akan pernah datang kemari.
Takdir apa yang telah di rencanakan oleh Tuhan aku juga tak tau. Yang jelas saat ini aku tak akan bisa lari lagi.
Aku kembali terjerat cinta yang mengerikan dan itu karena kesalahan ku lagi.
Violet 😭
________
Pov Violet
.
.
.
Sunyi tak ada suara sedikit pun, telinga ku tak mendengar apapun di sekeliling ku, hanya cahaya lampu yang menyinari kedua mata ku. Aku mengerahkan kedua kaki ku nyatanya sulit, aku berusaha untuk membuka mata ku dengan perlahan dan aku menatap sekeliling ruangan ini.
Ruangan yang hanya ada cahaya lampu tak ada suara siapapun di sana. Aku mengingat di mana aku tapi aku tak bisa mengetahui di mana aku berada saat ini.
Kepala ku terasa sakit, aku mengerahkan tangan ku menyentuh kepala ku, terasa sedih kering darah yang berada di kening ku.
Aku mengeliat mengerahkan tubuhku, hanya kedua kaki ku yang tak bisa aku gerakan, aku bangun dari tidur ku, mata ku melotot dengan wajah yang terkejut ketika melihat kedua kaki ku yang terpasung dengan rantai besi.
" Lepaskan aku.. Lepaskan.. James kau gila.. Lepaskan aku..." Aku berteriak ketika kesadaran ku pulih saat itu juga.
__ADS_1
Kaki ku sungguh tak bergerak sama sekali ketika kayu besar serta rantai besi itu ada di kaki ku bawah sana.
" James lepaskan aku.. apa yang kau lakukan.. lepaskan aku... Hiks, hiks..." Tangisan ku kini pecah aku tak tau apa yang harus aku lakukan selain menangis saat ini.
Air mata ku tak ada gunanya saat ini. Menyesal iya aku menyesal, andaikan aku lebih mendengarkan apa yang di katakan oleh Albert mungkin ini tak akan terjadi, kejadian ini tak mungkin terjadi, dan aku tak akan mungkin berada di tempat mengerikan ini.
" Albert maafkan aku, andai aku bisa lebih mendengarkan apa yang kau katakan mungkin ini tak akan terjadi kepada kita, hiks hiks.. maafkan aku Al."
Rasa bersalah ku tak bisa aku tahan semakin aku menangis semakin membuat rasa bersalah ku semakin besar. Albert aku meninggalkan nya dengan luka parah, Angel gadis itu pasti ketakutan saat ini.
" Tolong.. lepaskan aku.. tolong..." Aku berteriak siapa tau ada seorang yang menolong ku.
Tapi harapan hanyalah harapan, semua yang aku inginkan tak terwujud. Tak ada satu orang pun yang akan membantu ku keluar dari sini.
Tuhan apa ini Takdir ku yang harus terjebak ke dalam cinta mengerikan seperti ini lagi, apa aku memang di Takdir kan dengan nya.
" Bajinga* kau Jam.. lepaskan aku.. sialan lepaskan aku..." Aku berteriak mengatai nya.
Aku memberontak dengan kuat tapi percuma karena kaki ku tak bisa bergerak. Memberontak dengan kencang serta kuat pun tetap tak bisa mengerahkan kedua kaki ku.
" Bajinga* lepaskan aku."
Ceklek!! suara pintu yang terbuka membuat aku menatapnya dengan menghapus air mata ku. Mata ku menatap tajam ke arah orang laki laki yang masuk dengan senyum yang mengerikan.
Tangannya mengepal dengan erat aku tau kepalan itu begitu kuat. Aku menghindar ketika dia berjongkok di depan ku dengan menyentuh wajahku menyingkirkan rambut ku yang menutupi wajah ku.
" Lepaskan aku bajinga*, kau gila, apa yang kau lakukan kepada ku hah?" Aku tak bisa berbicara baik baik sekarang karena semuanya sudah jelas karena kami sedang dalam keadaan tak baik.
Laki laki itu hanya tersenyum dia kembali menarik tengkuk ku dan aku berusaha menghindarinya dengan kuat. Aku mendorong tubuhnya hingga dia jatuh dengan terdorong kebelakang.
__ADS_1
" Sayang sekarang kau tunjukan kekerasan mu di dunia nyata, aku menyukai mu dengan dirimu yang kasar seperti ini..." Aku semakin tak tau apa yang dia katakan dunia Nyata, apa maksudnya.
Dia hanya tersenyum sinis dengan duduk di sebelah ku, dia menekuk kedua kaki nya dengan dia yang menatap ku. Kami berhadapan dengan satu sama lain.
" Sadar Jam aku tak mencintai mu, kenapa kau malah menyiksa kita seperti ini. Sudah jelas bahwa aku tak pernah mencintai mu, aku hanya wanita yang terpaksa menikah dengan mu demi seorang keponakan Angel."
Aku harus bicara pelan serta lembut karena pada dasar nya James adalah laki laki lembut. Dia selalu bersikap kasar ketika aku melawannya. Aku tak bisa mengutarakan apa yang aku pikirkan ketika tatapan matanya begitu tajam menatap ku.
" Aku tau kau tak mencinta ku, tujuh tahun kau tak pernah berusaha mencinta ku, andaikan kau mencintai ku, aku akan merubah sifat ku."
" James lihat aku, aku adalah adikmu, yang akan selalu mendukung mu. Aku akan ada di samping mu sebagai teman, sahabat, saudara tapi tidak sebagai istri mu lagi. Aku tak bisa hidup bersama mu, kita tak bahagia. Apa kau tak sadar kalau kita berdua menderita."
Tatapan mata itu seakan marah, aku hanya bisa menelan ludah ku dengan kasar ketika tatapan itu menusuk ke hati ku. Tatapan yang seperti pisau yang siap membunuh ku.
" Violet kau kekasih ku, di alam mimpi ku. Kekasih ku yang mencintai ku di alam mimpi ku adalah kamu, tapi di dunia ini kamu menolak ku!, apa sebenarnya yang kamu dapatkan dari laki laki Albert itu, apa dia lebih dari aku Vio."
" Kekasih dalam mimpi?, apa yang kau maksud dengan kekasih dalam mimpi?" Jantung ku kini semakin memompa cepat ketika mendengar apa yang di katakan. Kekasih di alam mimpi apa yang harus aku terima lagi setelah ini.
James tersenyum seakan dia benar benar bahagia, aku tau senyuman ketulusan dari James. Tapi kini senyuman itu tiba tiba berubah menjadi senyuman yang mengerikan.
" Auwhh..." Aku meringis kesakitan ketika tangannya dengan cepat menjambak rambut ku kebelakang.
" Aku mencintai mu dan kau mencintai ku hanya itu yang aku tau. Ingat Vio kau milik ku di alam mimpi atau di alam nyata. Jika aku tak bisa memiliki mu maka tak ada yang bisa mendapatkan mu, tak ada yang bisa."
Aku merinding di dalam kesakitan pada kepala ku yang tertarik kebelakang. Aku menangis ketika aku sadar ini tak akan muda untuk kabur dari sini.
" Laki laki mu harus mati agar dia tak bisa merebut mu lagi dari tangan ku, dan kau akan menyesal karena ulah mu dia mati di tangan ku..."
Bug!! aku dengan kuat memukul kepalanya dengan kepala ku yang membuat dia mundur dengan melepaskan jambakan rambut ku.
__ADS_1