Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Semuanya Akan Berakhir 1


__ADS_3

Minggir dulu ya gaes 21+ ada di sini 🤭 kita panas panas dulu kali ya 🤭 jangan tegang dengan konflik mulu 🤪 sekali boleh dong tegang yang panas kayak gini 🤣🤣


Happy Reading untuk kalian 😍😍


Jenni dan Steve kini tengah duduk berdua di kursi meja makan apartemen milik dari Steve, laki laki itu hanya diam dari sepulang dari perusahan nya. Dia memikirkan semua yang di katakan bos nya itu, dia juga tak mungkin membongkar semuanya sekarang, tapi bos nya sudah mencurigai semuanya dan bos nya juga tahu bahwa dirinya yang menyembunyikan semuanya.


" Tadi tuan Zac menemui ku di ruangan ku..." Jennifer kini membuka suaranya dan kata kata itu membuat Steve langsung menatap kearah wanita nya.


Steve membuang nafas nya dengan berat harusnya dia tahu bahwa bos nya pasti akan menemui wanita itu, karena bos nya juga mencurigai Jennifer.


" Apa yang di katakan oleh tuan Zac?"


Jennifer kini menceritakan semuanya, apa saja yang di katakan oleh laki laki itu. Bahkan Jenni juga sama sama bingung, Jenni juga harus bimbang dengan semua ini.

__ADS_1


" Steve seperti nya tuan Zac mencurigai ku, tatapan matanya dan kata kata nya sudah sangat jelas mencurigai ku. Aku tahu ini akan terjadi dan waktu di mana aku harus mengakui siapa aku sebenarnya pasti akan tiba, tapi kenapa harus sekarang. Di saat aku dan kamu ingin menyembunyikan ini terlebih dahulu..." Jenni kini menahan air mata nya dia tak ingin terlihat rapuh. Dia berusaha tegas menerima apa yang akan terjadi pada percintaan nya itu.


" Tuan juga tahu bahwa aku menyembunyikan kebenaran ini, tapi aku masih belum mengatakan apapun, aku meminta waktu untuk semua ini..." Steve memegang tangan wanita itu meremas nya dengan pelan dan lembut.


" Apa kita akan berakhir Steve?" Entah kenapa hati mereka terasa sakit ketika mengingat bahwa perpisahan itu akan menghampiri hubungan mereka.


Steve menarik tangan wanita itu membuatnya berdiri dari duduk nya dan duduk di pangkuan laki laki dingin itu. Mereka berpelukan sebentar sebelum akhirnya mereka saling bertatapan dengan tatapan sendunya.


" Jenni kau tau aku tak akan mungkin meninggalkan bos ku, tapi aku juga tau kau tak mungkin meninggalkan agen mu. Kita terjebak dalam cinta yang sama sama tak bisa keluar dari lingkaran kita. Tapi jika Tuhan merestui hubungan kita, percayalah Tuhan memiliki seribu cara agar kita bersatu..." Perasaan Jenni menghangat ketika laki laki itu mengatakan hal begitu lembut.


" Aku akan berusaha membuat Tuan Zac menyetujui hubungan kita, aku janji itu..." Lagi lagi hati Jenni menghangat ketika sebuah janji yang ingin dia dengar dari tadi kini di ucapkan oleh laki laki dingin itu.


Steve membawa tangan itu ke bibirnya, mencium tangan itu dengan lembut. Membuat desiran aneh yang menyerang tubuh wanita itu. Sentuhan lembut yang di berikan oleh Steve berhasil membuat sesuatu di bawah sana berdenyu*. Mata mereka bertatapan dengan arti tatapan yang berbeda. Steve mendaratkan ciuman itu, menggapai bibir wanita itu yang dari tadi seakan menggoda dirinya.

__ADS_1


Steve kini meluma* nya dengan lembut, memberikan gigita* kecil pada bibir bawah wanita itu. Jenni kini menghisa* bibir atas laki laki itu, juga meluma* nya dengan lembut. Kini gigita* kecil itu dapat mereka rasakan. Desiran aneh kini menyapa tubuh mereka yang hanya saling mencumbu bibir mereka. Kini mereka saling membalas hisapa* lida* mereka yang bermain main di dalam mulut itu. lenguhan itu kini tertahan ketika hisapa* lida* yang di berikan oleh Steve.


Steve kini menurunkan cumbuan itu ke leher jenjang miliknya, menghisa* nya lagi hingga meninggalkan tanda kemerahan di sana. Jenni kini seakan memberikan ijin kepada laki laki itu untuk mencumbu leher nya yang putih.


" Steve jangan lakukan di leher ini akan sangat terlihat..." Katanya menghentikan aksinya laki laki itu.


Steve kembali mencumbu bibir wanita itu, melu*at nya dengan segera, menghisa* kembali bibir wanita itu. Sesuatu terasa oleh Jenni, sesuatu telah bangkit di bawah sana yang menyentuh pantat wanita itu. Tangan laki laki itu kini merema* kedua benda yang menonjol secara bergantian. Remasa* itu membuat Jenni melenguh kenikmata*. Kini mereka dengan cepat melepaskan semua kain yang menempel pada tubuh mereka berdua. Steve kini mengendong wanita itu mendudukkan nya di meja makan. Steve dengan cepat menghisa* putin* itu dengan memberikan gigita* kecil serta sedikit meninggalkan tanda kemerahan di area kedua benda itu.


" Steve.. urgh..." Desaha* itu kini sudah tak bis dia tahan lagi. Suaranya yang serak yang menandakan bawa wanita itu sungguh merasakan gaira* yang sudah menimpah mereka berdua.


" Hmm.. Jenni.. kau membuat ku gila.. hmmphh..." Gerama* yang di keluarkan oleh Steve kini seakan membuat api gaira* mereka bertambah besar. Kini bibir itu menurun tubuh polos wanita itu, menggigi*, menghisa* seluruh tubuh wanita itu, hingga lagi lagi meninggalkan bekas kemerahan di sekujur tubuh polos nya. Steve kini tak memperdulikan wanita itu yang mengeliat kegelian karena ulah lida* nya yang menjilat* seluruh tubuhnya.


Steve kini menghisa* pah* wanita itu yang berada di depan nya, membuat wanita itu benar benar merasakan gelenyar aneh pada tubuhnya itu. Satu kaki wanita itu kini terangkat meletakan pada bahu Steve. Kini wajah Steve kini berada di depan inti Jenni.

__ADS_1


Steve sedikit meniupnya, memberikan rasa hangat kepada bagian bawah wanita itu membuat Jenni benar benar mengelia* tak karuan di buat nya. Kini sapaan lida* itu membuat Jenni menahan nafas nya dan menahan suara desaha* nya. Kini lida* itu menyapa seluruh keintima* wanita itu dengan liar, hisapa* pada intinya membuat Jenni sungguh tak tahan untuk tidak mendesa* dan merema* rambut laki laki yang masih berada di tubuh bawahnya itu.


" Steve.. ugh..ah.. kau.. ah.. uh..." Desaha* itu kini terdengar begitu keras ketika hisapa* pada intinya itu sungguh liar membuat wanita itu juga terguncang. Tanpa di sadari panta* itu juga ikut bergoyan* memberikan kenikmata* yang begitu nyata untuk dia rasakan. Tangan Steve tentu saja tak hanya diam, dia dengan sesekali merema* benda yang menonjol itu dan terkadang jemarinya di hisa* oleh Jenni dengan lembut. Hisapa* yang di rasakan oleh Jenni kini membuat dirinya hampir tiba, gelombang kenikmatan itu hampir menyapa tubuhnya. Panta* nya yang bergoyan* cepat membuat Steve juga merasakan bahwa wanita nya akan tiba di puncak kenikmata*. Tak berselang lama caira* hangat itu menyentuh lida* nya yang bermain main di dalam sana.


__ADS_2