
Alex yang baru selesai mengajar dari kampus, merasakan letih dan kepala yang sedikit pusing, tetapi ketika melihat kekasih nya yang murung dalam di kamar, dia menghampiri nya dan melupakan rasa letih nya serta pusing nya.
" Honey.." Panggil Alex membuat Clarissa melihat ke arah nya dengan tersenyum yang di paksa.
" Hai.. kamu sudah pulang.." Jawabnya dengan memeluk lengan kekasih nya yang duduk di sampingnya. " Apa kamu lapar, aku akan buat kan sesuatu untuk mu.." Sambung nya.
" Ada apa honey?, kenapa kamu murung seperti ini.." Tanyanya, Alex tahu bahwa ada sesuatu yang tengah di pikirkan wanita nya.
" Alex, mungkin kita akan berpisah sebentar lagi.." Perkataan Cla membuat Alex menatap nya dengan wajah yang dingin. " Aku akan keluar dari kampus.." Sambung nya dengan mata yang berkaca kaca.
" Kenapa?, apa mereka menghina kamu lagi honey."
" Tidak honey.. hanya saja.." Cla menghentikan ucapan nya dia bingung harus bagaimana mengatakan pada kekasih nya.
" Hanya saja?" Alex mengulangi perkataan Cla yang tak bisa di lanjutkan.
" Rektor ingin aku dan Hans menikah.." Kata nya dengan menunduk.
__ADS_1
" Apa.. maksud nya?" Cla menceritakan apa saja yang di katakan sang rektor tadi, hingga sang rektor memberi pilihan, dan apa yang telah di pilih Cla pun juga tak luput dia katakan pada kekasih nya.
Kesedihan, kekecewaan nampaknya jelas di wajah Cla ketika harus memilih tidak melanjutkan kuliah nya, dia lebih memilih untuk keluar dari pada harus menikah dengan mantan pacar nya. Mata ayu nya nampak sembab karena dari tadi menangis.
" Cla apa kau di dalam.." Teriak Ariana, Cla dan Alex hanya menatap nya yang kemudian Alex berjalan menuju pintu kamar nya.
" Alex kapan kau datang.." Ariana yang bicara gugup membuat Alex seketika curiga.
" Ada apa Ariana.." Timpal Cla yang berada di belakang Alex.
" Jangan berteriak di sini pergi sana.." Usir nya, Arnold yang menghalangi Hans yang akan masuk ke dalam apartemen milik Cla.
Alex tak mengatakan apapun kecuali berjalan cepat, melangkah kan kaki nya dengan lebar menemui laki laki yang sedari tadi berteriak, laki laki yang ingin dia temui dari kemarin, laki laki yang ingin dia hajar ternyata malah datang dengan sendiri nya. Cla juga panik mengikuti langkah kekasih nya menuju didepan.
" Punya nyali juga kau datang ke sini.." Bariton Alex yang dingin membuat Hans yang dari tadi memaksa masuk dan berteriak diam seketika.
" Aku ingin bertemu dengan Clarissa tidak dengan mu.." Jawab nya dengan juga tak salah sinis.
__ADS_1
" Aku tak ijin kan kekasih ku bertemu dengan mu."
" Kau tak punya hak."
" Hans.." Suara pelan Cla masih tetap bisa di dengar mereka yang sedang berseteru di sana.
" Cla aku ingin kita bicara tentang tadi. Aku gak mungkin keluar dari kampus, aku lebih memilih menikah dengan mu, pikirkan dulu Cla, jangan bodoh.." Hans berteriak.
" Aku tetap memilih tak melanjutkan kuliah ku hans dari pada harus menikah dengan mu.." Cla juga menjawab nya dengan tatapan ke depan, sedangkan Ariana dan Arnold terkejut bahwa sahabat nya memilih masalah lain.
" Jangan bodoh, pikirkan masa depan mu.." Tanpa basa basi Alex yang sudah tak tahan memberikan bogeman mentah pada Hans yang berdiri di depan nya. Hans yang langsung tersungkur ke tanah, sebuah pukulan cepat juga bersarang di perut nya yang membuat tubuh Hans berlipat di tanah.
" Alex hentikan.." Teriak Ariana.
" Dia perlu di hajar.." Kata nya dengan tetap berdiri tegak. " Cepat berdiri dan lawan aku.." Kata nya dengan tegas, Hans berusaha keras berdiri dan lagi lagi Alex menendang nya di perut nya, lagi lagi Hans juga berdiri meskipun dengan terhuyung.
" Tidak.. bukan ayah ku yang melakukan nya.." Cla yang tiba tiba berteriak dengan berjongkok membuat semua orang melihat nya. " Tidak.. ayah ku bukan pelaku nya.. dia hanya membela diri nya.." Kata nya dengan menutup mata nya. Alex yang ingin memukul Hans lagi tiba tiba berhenti ketika mendengar jeritan dari wanita nya.
__ADS_1