
Wanita cantik itu kini sedang terburu buru keluar dari restoran, setelah selesai makan siang bersama Klien nya, wanita itu harus segera bergegas menuju ke perusahan nya kembali.
" Auww.." Teriakan Alinna membuat seluruh pengunjung yang di sana menatap ke arah nya.
" Nona maafkan saya, saya tak sengaja.." Laki laki juga berjongkok di depan Alinna yang sedang mengambil kertas milik nya yang berserakan di bawah.
" Kertas ku.." Kata nya dengan pelan tanpa mendengarkan apa yang di katakan laki laki yang di depan nya.
" Nona tak apa, sekali lagi maafkan saya.." Laki laki tampan itu kini membuka kaca mata nya menatap wanita cantik yang di depan nya.
" Saya tak apa tuan, saya juga minta maaf.." Alinna menjawab nya dengan senyuman hangat nya.
" Saya tadi tak melihat anda berjalan, sekali lagi maafkan saya."
" Tak apa tuan, saya juga bersalah.." Alinna juga tak menyalakan laki laki tampan tersebut, dia juga tak melihat bahwa ada orang yang berjalan juga. " Terima kasih tuan.." Alinna mengambil kertas yang ada di tangan laki laki tersebut.
" Kalau begitu saya permisi tuan.." Alinna segera meninggalkan laki laki tersebut yang menatapnya dengan senyuman tipis di bibir nya.
Alinna segera menghilang dari restoran tersebut, dan laki laki itu masih saja melihat punggung Alinna yang sudah menghilang di dalam mobil. Laki laki itu yang akan melangkah lagi tanpa sengaja melihat satu lembar kertas dengan sketsa yang apik serta ada nama perusahan dan tanda tangan lengkap namanya.
" Tadi aku melihat nya, gak mungkin kalau tiba tiba hilang El.." Alinna mencari satu lembar kertas yang sangat penting untuk nya, sketsa sebuah rumah yang harus dia tunjukan kepada Klien nya hari ini.
" Di sini juga tidak ada madam.." Sang sekretaris nya juga mencari kemana mana tapi juga tak ada di sana.
" Astaga kenapa aku ceroboh sekali.." Alinna kesal dengan dirinya sendiri. " Jika aku membuat nya ulang tak akan ke buru, bentar lagi Klien kita akan datang.." Alinna bertambah panik dengan tetap berusaha mencari kertas penting yang hilang.
" Permisi saya ingin bertemu dengan nona Alinna.." Laki laki tersebut kini berdiri di depan resepsionis perusahan CV ANGKASA.
__ADS_1
" Maaf tuan ada keperluan apa?, apa anda sudah membuat janji?" Tanya nya.
" Tidak, sebenarnya saya hanya ingin mengembalikan sesuatu yang tertinggal."
" Tuan maafkan saya, tapi tidak sembarang orang bisa bertemu dengan Madam Alinna, jika tidak keberatan tolong tinggalkan di sini saja, nanti saya akan kembalikan kepada Madam Alinna."
" Katakan saja pada nya bahwa ada seseorang yang ingin mengembalikan kertas nya yang tertinggal."
Sang resepsionis akhir nya memilih untuk langsung menghubungi Alinna pimpinan CV ANGKASA.
" El ada seseorang yang ingin bertemu dengan ku, kata nya dia mengembalikan kertas yang terjatuh, siapkan cek aku akan memberikan imbalan jika itu kertas yang kita cari."
" Baik Madam.." Sang sekretaris tersebut langsung keluar dari ruangan nya dan menyiapkan cek yang di minta bos nya.
" Silahkan masuk tuan, anda sudah di tunggu Madam Alinna di dalam.." Laki laki itu akhir nya masuk ke dalam, mata nya menangkap wanita anggun yang duduk di sana.
" Bukan kah anda tadi yang bertabrakan dengan saya.." Alinna langsung mengenali laki laki yang di depan nya.
" Terima kasih, anda menyelamatkan hidup saya, kertas ini sangat berharga untuk saya dan perusahan ini.." Alinna tersenyum hangat dan laki laki itu semakin terpanah dengan senyuman yang di pancarkan Alinna.
" Tuan ini ada cek dan ada nominal jumlah, saya harap anda menerima imbalan yang saya berikan.." Alinna memberikan sebuah cek dengan jumlah uang yang tak sedikit.
" Apa saya seperti kekurangan uang nona.." Alinna meneliti semua yang di pakai lali laki yang di depan nya, semua yang menempel di tubuh nya tak ada yang murah, semua nya bermerk.
" Lalu apa yang anda inginkan tuan?"
" Saya hanya ingin berkenalan dengan Anda.." Alinna hanya tertawa pelan mendengar apa yang di katakan laki laki brewokan di depan nya ini.
__ADS_1
" Seperti nya anda terlalu pintar memanfaat kan keadaan tuan.." Ledek nya.
" Bukankah sangat di sayangkan, kita sudah bertemu dua kali tapi kita tak saling mengenal, mungkin takdir mempertemukan kita dengan cara seperti ini."
Alinna semakin tertawa. " Saya tak pernah percaya dengan apa yang nama nya takdir."
" Why?" Laki laki berambut gondrong itu menyandarkan punggung nya, dan menatap ke dalam mata Alinna.
" Takdir hanya mempermainkan perasaan orang yang tak berdaya.." Senyum getir di bibir nya.
" Seperti nya anda terluka karena takdir menentang apa yang anda inginkan.." Laki laki yakin bahwa wanita di depan nya saat ini tak akan percaya dengan apa yang nama nya takdir.
" Seperti nya anda pandai bicara tuan.." Laki laki itu hanya tersenyum mendengar sindiran dati wanita cantik di depan nya.
" Wajah anda cantik tapi mulut anda terlalu pedas.." Alinna kini kembali tertawa. " Saya hanya meminta imbalan berkenalan denhan anda, apa itu terlalu sulit bagi anda?"
" Anda sudah mengetahui nama saya, apalagi yang harus saya katakan tuan.." Laki laki itu tak bisa bicara karena benar bahwa dia sudah mengetahui nama wanita tersebut.
Tok !! Tok!! Sang sekretaris masuk dengan sopan. " Madam kita sudah di tunggu di ruang meeting.." Ucap Elle, dan Alinna mengangguk.
" Baiklah tuan sekali lagi terima kasih, karena anda sudah mengetahui nama saya, saya tak perlu menyebutkan nama saya lagi. Jangan tersinggung tapi saya sungguh ada meeting penting.." Alinna berdiri dengan sedikit membereskan apa yang harus dia bawah.
" Anda tak ingin mengetahui nama saya?" Alinna kembali menatap laki laki tampan tersebut.
" Jika benar takdir mempertemukan kita lagi maka kita akan berkenalan satu sama lain."
" Kita akan menagih hutang itu nona Alinna.." Laki laki itu segera keluar dari sana, sedangkan Alinna juga masuk kedalam ruangan meeting nya.
______
__ADS_1
Abang tampan nya sudah keluar kan ya 🤣 tapi visual nya masih mimin sembunyikan 🤭 biar kalian penasaran 🤣🤣