
Seorang pemimpin perusahan lain kini datang untuk menemui Zac tapi dia harus menghela nafasnya ketika melihat ruangan itu berantakan seperti kapal pecah di sana. Orang itu bertanya tanya tapi dia hanya bisa diam ketika melihat wajah kekesalan dari orang yang menahan rasa kesal nya itu.
" Apa baru ada gempa di sini?" Tanya dengan langsung dan menghempaskan pantat nya untuk duduk di sana. Matanya masih menatap orang orang yang membersihkan ruangan itu.
Sedangkan dua orang bawahan itu hanya menunduk ketakutan terutama Steve yang tak berani membuka suaranya atau pun menatap bos nya, bahkan dia juga tak berani menatap kearah tamu yang datang di sana.
" Marco datang ke sini dan membuat ulah, dia menantang ku dan aku meladeni nya..." Suara dingin dari Zac membuat semua orang merinding seketika, dia sedikit memikirkan apa yang dikatakan oleh laki laki tadi.
" Lalu kau kalah?" Zac menatap tajam kearah tamu yang baru datang itu. " Kalau kau tak kalah kenapa dengan muka mu yang murung seperti itu?" Tanyanya dengan sungguh sungguh.
" Perkataan nya yang membuat aku memikirkan sesuatu..." Zac mengatakan apa yang tadi dikatakan oleh Marco sebelum dirinya pergi dari sana. Zac ingat betul maksudnya tapi dia juga tak tahu apa maksud dari ini semua. Pikiran nya meraba semua yang terjadi, tapu dia juga tak menemukan apa yang akan terjadi.
" Merusak dari dalam?" Gumamnya dengan pelan tapi semua orang juga masih bisa mendengarkan apa yang di katakan bos nya itu.
" Apa ada seseorang yang ingin bermain main dengan kalian di sini?" Tamu itu menemukan jawaban yang dari tadi tak dapat di temukan oleh Zac.
Zac kini mengangguk membenarkan apa yang di katakan oleh tamu itu benar adanya. Musuh dalam selimut adalah musuh yang tak terlihat jelas.
" Kau benar ada seseorang yang ingin bermain main dengan ku rupanya..." Suara dingin dan tegas itu membuat Steve gugup bukan main. Dia tak menyangka bawa bos nya malah menatap kearah dengan tatapan datarnya itu.
" Steve kau mungkin tau sesuatu?" Tamu itu kini bertanya dengan menatap kearah Steve yang dari tadi tak membuka suaranya.
__ADS_1
" Saya akan segera mencari tahu..." Jawaban nya yang membuat Zac semakin curiga dengan asisten nya itu. Zac bukan nya mencurigai bahwa asisten nya itu yang bermain main di belakang nya tapi Zac curiga bahwa laki laki itu menutupi sesuatu dari nya.
" Kau kenapa datang kemari?" Zac kini mengahlikan pembicaraan itu, Zac mungkin nanti akan bertanya sendiri dengan asisten nya itu ketika hanya berdua dengan nya.
" Tadi Marco juga datang menemui ku, dan dia juga sudah tahu bahwa aku yang mengambil semua penanam saham yang ingin dia datangi..." Tamu itu kini berbicara dengan santai.
" Dengar musuh kita sekarang memiliki ambisi yang begitu besar menghancurkan kita, jadi kita harus bermain cantik untuk menghadapi nya..." Semua orang yang ada di sana kini mengangguk mengerti ketika bos nya itu mengatakan rencana yang akan mereka lakukan selanjutnya.
Langkah pertama mungkin sudah mereka lakukan, menjatuhkan dirinya di depan semua orang adalah langkah pertama mereka. Tamu seorang pimpinan di perusahan lain itu juga akan dengan siap menghancurkan Marco itu. Zac kini juga mengatakan apalagi yang harus dia lakukan, dia kini mendengarkan semuanya dengan sungguh sungguh, bahkan tak ada yang terlewatkan sedikit pun.
" Albert kau yang mengurus nya, dan katakan pada Andre untuk mulai mengikuti Marco..." Albert kini mengangguk mengerti apa yang harus mereka lakukan.
" Aku akan senang menjadikan dirinya samsak hidup hidup..." Jawabnya dengan dingin.
" Kalian lakukan tugas ini dengan hati hati. Aku dan Steve akan mencari tahu apa yang di maksud dengan Marco tadi. Jika ada yang main main di sini, kita semua akan hancur karena pada dasarnya perusahan ini adalah induk dari semua perusahan yang lain..." Steve hanya menelan ludahnya ketika mendengar apa yang di katakan oleh bos nya itu benar.
Setelah pembicaraan itu kini mereka semua kembali ke tempat mereka masing masing, ruangan yang berantakan itu kini menjadi ruangan yang kembali rapi. Zac yang masih duduk di sofa dengan seorang diri kini masih bergelut dengan pemikiran nya yang kacau. Sebenarnya dia tahu bawa asisten nya itu tengah menyembunyikan sesuatu dari nya tapi dia tak mungkin bertanya sekarang, Zac yakin Steve akan berbohong. Tapi apa yang di katakan oleh Marco membuat pikiran nya sungguh kacau.
Zac tak bisa menahan dirinya, dia kembali berdiri dan melangkahkan kaki nya menuju kesebuah ruangan yang akan memberikan semua jawaban dari apa yang ada di otak nya itu.
Tok!! Tok!! suara teriakan kecil untuk mengijinkan dirinya masuk membuat orang itu segera masuk ke dalam ruangan itu.
__ADS_1
" Silahkan duduk..." Jenni yang tak melihat siapa yang masuk keruangan nya mempersilahkan orang itu duduk sedangkan Jenni masih menatap angka angka di depan nya itu.
" Kau sedang sibuk nona?" Bariton dari Zac membuat mata wanita itu langsung menatapnya dengan tak percaya.
" Tuan Zac maafkan saya. Saya tidak tahu jiak itu anda..." Jenni kini segera menghampiri bos nya yang sudah duduk di sofa kecil di ruangannya itu.
" Tak masalah..." Jawabnya dengan tenang. " Apa kau sibuk?" Tanyanya lagi.
" Tidak tuan, hanya melihat data data perusahan anda yang lain nya. Tapi aku bis meninggalkannya..." Jawabnya dengan cepat dan gugup.
" Kau tadi tentu saja mendengar pertengkaran aku dengan laki laki itu..." Jenni mengangguk jantungnya kini sedikit tak karuan ketika melihat mata bos nya yang bersungguh sungguh bahkan nada suaranya kini dingin.
" Ini akan menjadi rahasia perusahan bawa aku bertengkar dengan seseorang di dalam perusahan, jika pihak luar ada yang mengetahui nya berarti itu kau yang menyebarkan nya..." Jenni kini lagi lagi mengangguk mendengarkan apa yang di katakan bos nya itu.
" Saya sudah biasa melihat pertengkaran Tuan, karena lingkungan saya juga seperti itu..." Jenni yang hampir mengatakan siapa dirinya kini harus terhenti.
" Seorang audit, wanita cantik dan matang berada di lingkungan yang suka bertengkar?, aku baru tahu bahwa seorang audit akan mendapatkan lingkungan seperti itu?" Zac kini tersenyum sinis ketika wanita itu hampir mengatakan sesuatu.
" Terkadang seorang audit harus mengahadapi serangan dari orang orang yang tak terima karena saya masukan penjara keluarga nya tuan..." Jawaban yang di berikan oleh wanita itu benar.
" Kau benar, ada banyak orang yang tak menerima bawa seseorang keluarganya masuk ke dalam penjara..." Jenni mengangguk lagi dengan tak mengerti. " Sebaliknya dengan aku yang taka akan terima jika ada seorang penyusup di perusahan ku..." Sambungnya lagi dengan suara dinginnya. Jantung Jenni kini sudah tak karuan, detak jantung itu kini hampir di dengar oleh orang lain.
__ADS_1