
Peter kini yang sore tadi datang langsung di sambut rumah yang berantakan tak karuan. Peter kini menatap semua pembantu dengan tajam, wajahnya begitu dingin tak aura menyeramkan tak terelakan dari wajah tua laki laki itu.
" Apa yang terjadi?, kenapa rumah seperti ini?" Tanyanya dengan nada dinginnya.
" Maafkan kami Tuan Besar, kami tidak tahu jika anda datang, kami tak bisa menyambut kedatangan anda...." Salah satu pembantu yang paling lama di sana kini menunduk, suaranya bergetar karena ketakutan.
" Aku tak butuh penyambutan, katakan ada apa dengan rumah ini?" Biasanya jika laki laki itu datang, dia ingin sekali di sambut dengan berbagai cara seperti seorang raja yang datang ke istana nya.
" Nona Anna mengamuk Tuan, tapi kami tidak tahu apa penyebab amarah Nona hingga membanting semua yang ada di sini..." Jawabnya lagi.
Peter kini terduduk dia berpikir ada sesuatu yang buruk terjadi jika tidak, mana mungkin anak satu satu nya akan marah seperti ini. Peter yang ingin membuka suaranya lagi kini tak jadi ketika sebuah pesan dari media sosialnya. Matanya kini melotot ketika sebuah berita online menuliskan sesuatu yang membuatnya terkejut. Amarahnya kini naik ke ubun-ubun nya dia langsung berdiri dari duduknya.
" Anna.. Adriano... Anna... Turun..." Teriakan yang kencang serta menggelegar di rumah itu membuat semua pembantu yang sedang membersihkan tempat itu kini bergidik ngeri, mereka menunduk ketakutan.
Anna dan Adriano kini terkejut ketika mendengar suara Ayah nya yang berteriak keras memanggilnya itu. Kini mereka segera turun kebawah mereka mengutuk dirinya mereka sendiri karena tak menyambut kedatangan sang Ayah. Mereka berpikir jika Ayahnya marah karena hal yang biasanya dia minta kini tak mereka lakukan.
" Ayah maafkan kam-"
Plak !! Plak !! Anna yang ingin meminta maaf kini langsung di hadiah sebuah tamparan yang cukup keras untuk dirinya dan sang suami. Matanya kini menatap tajam ke arah kedua orang yang kini terkejut ketika tamparan itu melayang ke pipi mereka berdua.
" Pa..." Liriknya dengan pelan. Anna untuk pertama kalinya merasakan tangan sang Ayah melayang ke pipinya.
" Kau memalukan Anna, apa yang kau pikirkan he?, kenapa kau sampai ingin menyerang pemilik agency mu dan menyerang teman model mu yang tengah hamil. Apa kau tak memiliki hati nurani, apa kau tak memikirkan nasibmu?" Suaranya kini meninggi, dia menghancurkan reputasi Ayahnya juga saat ini.
__ADS_1
" Dan kau kenapa kau bisa bodoh, kenapa kau bisa gagal mengambil tender besar itu. Sekarang lihat saham mu turun gara gara mereka membatalkan kerja sama dengan perusahaan kita..." Kini matanya berahli menatap menantunya.
Anna dan Adriano kini di buat tak percaya bawah sang Ayah kini tahu masalah yang sedang mereka hadapi. Mereka tak percaya bawa masalah ini begitu cepat sampai kepada Ayahnya.
" Ayah.. tahu dari mana masalah ku?" Anna kini gugup bukan main ketika menatap Ayahnya yang begitu marah kepadanya.
" Kau baca ini..." Sang Ayah kini menyerahkan ponselnya.
Anna melotot tak percaya bawah berita nya akan langsung di unggah oleh para media itu. Anna di buat geram karena membaca judul Headline tersebut.
' Seorang model cantik kini tak memiliki hati dan tak memiliki perasaan, dia dengan sengaja ingin menyerang wanita hamil dan pemilik agency terkenal '
' Putri dari Peter Heedey kini tak memiliki hati. Siapakah yang di warisi dari sifat kejam putrinya'
Dan banyak lagi judul judul yang ingin menyerang nya secara terang terangan saat ini. Para media kini menyerang Anna dengan terbuka, mereka mengunggah semua pertengkaran yang terjadi di ruangan meeting tadi.
" Ayah tentu saja aku marah kepada mereka. Mereka membatalkan secara sepihak,padahal pagi ini harusnya aku yang tanda tangan kontrak bukan wanita itu...." Anna kini membela dirinya.
" Dan kau marah marah kepada mereka?"
" Tentu saja aku marah Yah, aku mengamuk di sana dan tak menyadari bawah ada para media yang meliput aku. Aku yakin aku di jebak oleh mereka semua tak mungkin para media tiba tiba ada di sana Yah, aku di jebak..." Anna kini membela dirinya tentu saja dia membela dirinya. Dia tak ingin di salahkan oleh Ayahnya karena melakukan hal bodoh.
" Kau yang bodoh. Harusnya kau diam dan bersikap biasa, kau bisa mencuri hati orang yang melihat mu. Kau harusnya bersikap kau ditindas oleh mereka bukan mereka yang kau tindas. Kau selalu mementingkan emosi mu tanpa harus memikirkan nasib semua orang. Sekarang lihatlah nama kita semua hancur karena ulah mu yang tak kau sadari itu."
__ADS_1
" Tapi mereka menjebak ku karena media secara tiba tiba ada di sana..." Katanya lagi.
" Media tentu saja ada di sana. Setiap agency pasti memiliki media untuk meliput keseharian model modelnya dan mereka tentu mendengarkan teriakan mu yang bodoh itu. Sekarang karena kebodohan mu lihatlah karier mu akan hancur sebentar lagi..." Anna diam dia membenarkan apa yang di katakan Ayahnya itu, dia tahu bawah media tadi adalah media yang sering meliput keseharian di agency itu.
" Dan kau Andriano bagaimana bisa mereka membatalkan sebelum kau bertemu dan tanda tangan kontrak?, kau menghancurkan semuanya, kau menjatuhkan harga saham kita di pasaran..." Kini giliran laki laki yang hanya diam sedari tadi.
" Ayah aku tak tahu kenapa mereka tiba tiba membatalkannya, aku juga terkejut Yah, tapi aku sungguh tak tahu apapun. Mereka kemarin menyukai desain yang telah aku buat dan mereka setuju dengan desain itu. Dan pagi ini secara tiba tiba mereka tak menyukainya dan menganti perusahan..." Andiano menjelaskan dengan gugup dia tahu Ayah nya kini mengamuk.
" Siapa yang mengantikan mu?, perusahan mana yang menerobos masuk kepada mereka?, kita akan membuat perhitungan."
" Aku tak tahu dari perusahan mana Yah yang aku tahu namanya adalah Alinna Kannaka."
Deg!! jantung Peter kini seakan terhenti ketika mendengar nama itu. Dia tahu betul siapa wanita yang memakai nama samaran itu.
" Kau yakin itu namanya?" Sang menantu kini mengangguk cepat dia tak mungkin salah namanya. " Pantas jika kau di batalkan dan mereka lebih memilih desain dari wanita itu."
" Ayah mengenalnya?"
" Dia adalah orang desain yang lama tak mengeluarkan sketsa nya, tapi kenapa sekarang dia muncul dengan merebut tender kita?" Peter kini berpikir keras mencari jawaban yang tak dia ketahui.
" Sebaiknya Ayah datangi dia. Dia hanya wanita bukan?, aku yakin jika kalian datanginya, dia akan ketakutan dan menyerahkan kembali tender itu..." Ucap Anna dengan santai.
" Kau ingin Ayah mu mati he, dia bukan sembarangan wanita, dia putri satu satunya dari ketua Mafia Dragon Red. Berurusan dengan putrinya sama saja berurusan dengan sang Mafia..." Mereka berdua kini menelan ludah nya ketika sang Ayah mengatakan siapa lawannya sekarang.
__ADS_1