
" Cemburu?" Satu kata yang di ulangi oleh Steve membuat dirinya berpikir keras, apa benar dirinya cemburu tapi jika tidak. Dirinya tak mungkin merasakan panas seperti itu.
Jenni hanya menahan senyum nya, hal ini terlalu membahagiakan baginya, dia tak menyangka laki laki dingin ini menyemburkan rasa cemburu nya dengan ciuman yang memaksa tadi. Bahkan dirinya tak menyangka bahwa laki laki ini bisa cemburu, padahal selama ini Steve tak pernah memperlihatkan ketertarikan pada wanita itu.
" Kenapa kau senyum senyum sendiri?, kau sengaja bukan memeluk laki laki itu?" Jenni mengangguk dirinya ingin menggoda laki laki dingin itu, dia ingin tahu seberapa besar laki laki itu cemburu dengan nya.
Steve tak mengatakan apapun selain malah menatap tajam kearah Jenni. Steve kini kembali menggapai bibir wanita itu, meluma* nya dengan begitu liar, seakan kata kata cemburu itu terlontar dari ciuman yang secara tiba tiba itu. Jenni kini kembali membalas ciuman penuh keliaran itu, kini ciuman pemaksa itu kembali di kuasi oleh Steve yang dari tadi cemburu buta oleh wanita itu. Steve menekan tubuh Jenni membuat wanita itu melenguh ketika merasakan sesuatu mengenai tepat sasarannya itu. Suara itu membuat Steve begitu semakin menekan tubuhnya ke tubuh wanita itu. Jenni kini tak menyangka bahwa tekanan itu mengenai miliknya dengan tepat.
Desaha* yang tertahan kini membuat tubuh Steve seakan tersiram api gaira* yang tak bisa dia tahan. Rasa cemburu itu kini seakan berbicara lebih dari sekedar ciuman pemaksa tadi. Steve tentu saja menyusupkan tangan nya di punggung wanita itu mengelus nya dengan lembut membuat wanita itu lagi lagi mengeluarkan suara itu yang membuat Steve sungguh kehilangan akal sehat nya itu.
Steve mengendong tubuh wanita itu tapi tetap tak ingin melepaskan pangutan itu, membawa nya masuk ke dalam kamar mandi, melepaskan tas kecil yang dia bawah, meletakan di sana. Steve dan Jenni kini berdiri di bawah guyuran air shower, tangan Steve membiarkan air hangat itu membasahi tubuh mereka yang masih terbalut kain.
Mereka melepaskan pangutan itu, mereka saling menatap dengan tatapan yang berkabut gaira* yang begitu memuncak. Ciuman itu kini kembali di gapai oleh Jenni, dirinya kini meluma* bibir Steve dengan segera, menyesa* nya dengan penuh kenikmatan. Ciuman itu kini berlangsung lama hingga mereka merasakan bahwa bibir mereka terasa bengkak karena ciuman panas itu.
" Steve..." Desaha* itu kini kembali terdengar ketika bibir Steve menyesa* leher putih nya, meninggalkan bekas kemerahan di sana.
Tangan Steve kini tak hanya diam dia masuk ke dalam baju Jenni, memilin sesuatu yang menonjol di depan yang sedari tadi menempel di dada nya. Desaha* dan geraman itu seakan memenuhi ruangan kamar mandi itu. Alarm berbahaya kini seakan menyala lagi di otak Jenni tapi bahasa tubuhnya seakan tak ingin menghentikan kenikmatan yang dia rasakan. Bahkan bahasa tubuh nya mengatakan lebih dari sekedar cumbuan mulut itu.
__ADS_1
Jenni lagi lagi tersentak ketika sebuah sentuhan terasa di bawah sana dengan nyata. Steve sedikit menekan tubuhnya membuat wanita itu tersentak dan melenguh. Steve menekan tubuhnya kebawah dan Jenni sedikit melawan tekanan itu yang membuat wanita itu mendesa* di telinga Steve dengan menggigit lembut telinga itu.
" Ugh.. Steve..." Desaha* itu tepat berada di telinga laki laki itu membuat tubuh Steve benar benar terasa panas oleh cumbuan itu. Tangan Jenni kini menggapai benda yang sudah menenggang sedari tadi. Tangan nya hanya sedikit mengelu* benda yang masih berada di dalam kimono dan celana pendek nya.
" Jenni apa aku boleh membukanya?" Gerama* Steve ketika merasakan milik nya di sentuh oleh tangan lembut wanita itu. Jenni hanya mengangguk, wajahnya memerah ketika laki laki itu bertanya tentang hal itu. Kini Steve membantu Jenni melepaskan seluruh kain yang menempel di tubuh putih nya.
Mata Steve sedikit tak percaya ketika melihat tubuh putih wanita itu ternyata bertaburan tato yang begitu indah menghiasi nya. Mata nya menatap Jenni dengan tak percaya. Seorang agen CIA menyembunyikan tato yang begitu banyak di tubuh nya.
" Kau terkejut melihat sisi ku yang lain?" Steve kini menatap wanita itu dengan tersenyum sebelum akhirnya kembali menggapai bibir ranum wanita itu.
" Hanya kau yang tahu tentang tato ini Steve, kau yang melihat nya. Semua orang tak ada yang tahu tentang tato ini..." Perkataan wanita itu membuat hati Steve menghangat dan tersentuh dia tak menyangka menjadi laki laki paling beruntung karena dirinya yang melihat tato itu di tubuh tertutup wanita itu.
" Jadi ini alasan kau selalu memakai pakaian panjang?" Jenni mengangguk pelan dengan tangan nya menarik tali kimono Steve dengan satu tarikan tali itu terlepas begitu saja.
Steve kini juga dengan cepat melepaskan kimono serta celana pendek nya membuat wanita itu menahan rasa malu nya. Steve kini memperlihatkan tubuh nya yang begitu indah di pandang mata setiap wanita.
__ADS_1
Kini mereka berdua sama sama polos nya dan Jenni juga baru tahu bawa ada sebuah tato di lengan Steve. Kini mereka saling membalas sentuhan yang membakar api gaira* mereka berdua. Steve menyesa* puti*g itu dengan lembut membuat tubuh wanita itu meremang seketika.
" Steve.. ah..." Tangan Steve kini berlabuh di bawah yang mulai basah, entah basah karena caira* atau basah karena air shower yang membasahi tubuh mereka berdua. Kini Steve menurunkan bibirnya hingga menyesa* perut rata wanita itu. Kini kembali menuruninya hingga berada di bawah benda itu.
Steve mengangkat kaki wanita itu meletakan kaki itu ke pundak nya, bibir laki laki itu kini menggapai benda itu dengan lembut, menyesa* benda itu dengan rakus membuat wanita itu sedikit berteriak pelan ketika merasakan bahwa klitori* nya di sesa* oleh laki laki itu. Steve tak hanya menyesa* nya melainkan memainkan lida* nya di sana, memasukan lida* dengan paksa membuat wanita itu semakin merema* rambut laki laki itu yang berada di bawah nya.
Decapan itu kini terdengar begitu keras ketika lida* nya bertemu dengan benda yang basah di bawah sana. Teriakan kecil itu membuat kamar mandi itu semakin ramai oleh suara mereka berdua.
Steve yang masih bertahan di sana dengan betah nya membuat panta* itu juga ikut bergoyan* di sana. Sesepa* yang rakus serta goyanga* yang begitu cepat membuat gelombang itu seakan menghujani tubuh wanita itu..
" Argh... uhh... Steve aku sampai..." Jenni kini melenguh ketika gelombang itu dia capai dengan segera. Steve bahkan tetap bertahan fi sana dia tetap membiarkan caira* itu masuk ke mulutnya.
__________
itu visual Steve ya, mince ganti. Yang gak bisa di buka bisa wa mince. Pemanasan dulu kali ya mak 🤪🤪🤪
__ADS_1
ini nomer mince 081324594302