
Ruangan yang dingin kini menjadi ruangan yang panas, hawa panas yang berada di ruangan itu kini mengalir ke tubuh laki laki yang hanya bisa menunduk ketakutan.
Bukan takut karena laki laki gondrong itu akan marah tapi takut dia akan mengatakan kepada ibu nya jika dia sekarang berada di sini.
Jantung nya berdetak tak karuan ketika dia merasa tatapan Singa itu seakan ingin mencabik cabik tubuhnya. Duduknya pun menjadi tak tenang dia gusar tak karuan ketika tak ada perkataan ataupun suara di sana.
" Bos ada apa tiba tiba mengirimkan aku kode merah seperti itu? apa ada yang terjadi, kalian butuh bantuan ku?" Suara wanita yang tak asing membuat laki laki yang ada di sana hanya semakin menunduk ketakutan.
" Tak ada apapun, hanya saja aku kedatangan tamu yang ingin bicara dengan mu..." Suara nya tenang tapi di ketenangan Zac tersimpan suara yang begitu sinis.
Laptop itu kini secara tiba tiba menghadap ke arah anak muda yang duduknya tak tenang dia menjadi gusar tak karuan saat ini.
Sedangkan Jasmin kini menatap dengan teliti laki laki muda yang saat ini menunduk tak berani menatap ke arah laptop yang ada sebuah gambar wanita yang sangat dia hormati.
Jasmin dapat mengenal siapa laki laki itu tapi dia tak yakin jika laki laki itu adalah putra nya, dia tak yakin jika putra nya sekarang berada di markas yang sudah sangat lama dia tinggalkan. Tak hanya jantung Cristian yang berdetak cepat nampak sang ibu juga jantungnya tak karuan saat ini.
" Cristian sedang apa kau di sana?" Suaranya kini langsung meninggi dia tau putra nya meskipun dari jarak sangat jauh pun dia tau bahwa itu adalah putranya.
Jasmin nampak mengusap wajahnya dengan kasar ketika melihat putranya ada di sana dia tak tau apa yang terjadi pada putranya kenapa bisa putranya ada di lingkaran mereka saat ini. Apa yang di takutkan Jasmin saat ini akan terjadi, putranya akan bergabung pun pasti akan terjadi.
__ADS_1
" Cristian jawab Ibu kenapa kau ada di sanaTatap Ibu jangan hanya bisa menunduk, beri kejelasan pada Ibu mu ini..." Sambungnya dengan tetap nada tinggi. Jasmin marah karena apa yang telah dia takutkan pasti akan terjadi.
Dia hanya ingin hidup tenang bebas dari darah yang akan mengotori tangan nya, dia tak ingin mengotori tangan nya lagi dengan darah para musuhnya. Dia tak ingin keluarga nya yang tenang terusik dengan para musuh yang akan mengincar mereka.
" Ibu maafkan aku! aku tak memiliki masalah apapun ataupun dengan siapapun, hanya saja aku membutuhkan bantuan mereka saat ini..." Liriknya dengan lembut, dia yang selalu bersikap lembut kepada Ibu nya kini membuka suaranya dengan suara yang lembut pula.
" Membutuhkan bantuan Paman mu? apa kau pikir mereka akan membantu mu, apa kau pikir mereka akan main main jika sudah bertindak?" Jasmin tau betul seperti apa kelompok itu. Mereka tak akan main main dengan apa yang telah mereka lakukan, mereka tak akan setengah tengah melakukan apa yang sudah mereka lakukan dari awal.
" Apa masalah mu hingga kau membutuhkan bantuan para Paman mu yang ada di sana?" Sambungnya lagi.
Cristian hanya diam dia tak tau harus menjelaskan dari mana masalah utamanya hingga dia berada di sini meminta bantuan para orang orang yang di kenal dengan kejam.
Dia selalu mengingatkan putranya agar tak memiliki urusan apapun dengan orang orang yang kejam. Bertahun tahun hidupnya tenang tak ada yang mengusik dan lama tak mendengar suara pistol bahkan tangan yang kotor penuh darah pun sudah tak ada di bayangan matanya.
Tapi sekarang putranya malah berada di sana, berada di lingkaran yang sangat dia takutkan, lingkaran yang sangat ingin dia jauhi. Tapi nyatanya Takdir berkata lain bahwa putranya akan tetap meneruskan jalannya bergabung dengan para Mafia yang kejam.
" Ibu wanita ku di bunuh oleh orang."
" Apa?" Jasmin nampak terkejut dengan apa yang di dengar, dia langsung terdiam ketika putranya mengatakan hal yang mengejutkan dia.
__ADS_1
" Ibu wanita ku di culik dan di bunuh, aku harus balas dendam tentang kematian kekasih ku. Bukan karena aku tak berani mencari orang itu sendiri Bu, hanya saja Paman memiliki kekuasan yang bisa membuat jalan ku berjalan dengan lurus."
Jasmin tak bisa berkata apa apa hanya bisa mengusap wajahnya dengan kasar, dia lagi lagi terdiam seribu bahasa mendengar apa yang di katakan oleh putranya. Dia tau saat ini putranya mungkin rapuh sangat terlihat jelas di wajah putranya bahwa putranya begitu rapuh dan sangat sedih.
" Ibu maafkan aku tapi aku mohon izinkan aku meminta bantuan kepada para Paman, aku janji setelah aku tau siapa pelakunya dan aku bisa membunuhnya dengan tangan ku maka aku akan pulang."
" Cristian kau tau Ayah mu akan marah jika dia tau kau balas dendam seperti ini. Biarkan para Paman mu yang membalas semua, kau pulang dan jangan ikut campur."
" Bagaimana bisa aku seperti itu. Aku bukan laki laki pengecut yang hanya akan sembunyi di balik punggung kalian, biarkan aku membantu mereka membalaskan dendam apa yang harus aku lakukan..." Ucapnya dengan memohon dia tak mungkin lari dari sumpah yang akan membawa para pembunuhnya dan membalaskan dendam kepada orang orang tersebut.
" Cristian ini bukan masalah kau pengecut atau tidak Nak, kau harus tetap menjaga agar keluarga kita tetap tenang tak ada hal apapun yang akan membuat keluarga kita menjadi rumit. Jika aku membalas dendam lalu mereka tidak terima maka dia akan membalas dendam kepada keluarga mu dan sampai kapan balas dendam ini akan terjadi Cris..." Suaranya yang meninggi tadi kini hilang. Suaranya lembut mengingatkan putranya.
" Tak akan terjadi apapun Ibu aku janji! hanya ada aku yang akan balas dendam kepada mereka tak akan ada yang berani menyentuh keluarga kita."
" Kau tau Ibu keluar dari sana hanya untuk mencari ketenangan dan tak ingin ada saling membunuh, sekarang kau malah ingin melakukan apa yang sudah Ibu dan Ayah mu tinggalkan."
" Ibu aku tak pernah meminta apapun, aku hanya meminta hal ini saja. Izinkan aku bergabung dan meminta bantuan mereka, aku mohon satu kali ini saja Bu, aku janji setelah ini selesai aku akan pulang dengan selamat."
Jasmin hanya diam dia tak mengatakan apapun dia tak tau apa yang harus dia katakan. Apa yang di minta putranya sangatlah bertentangan dengan apa yang telah di larang.
__ADS_1