
" Saya sebagai pengacara tuan Zac bisa menuntut anda mencemarkan nama baik klien saya..." Albert nampaknya sudah emosi menghadapi police di depan nya.
" Saya akan memasukan klien anda ke dalam penjara sebelum dia menuntut saya."
" Berikan kami bukti bahwa ucapan anda benar, jika saya memang terbukti gembong yang anda maksud saya akan masuk ke dalm penjara anda..." Zac kini seakan menantang police itu dan Abhi tersenyum kemenangan karena dia memiliki saksi yang akan langsung membawa nya ke dalam penjara dingin nya.
Abhi kini tersenyum kemenangan seakan dirinya kali ini menang karena dia memiliki saksi yang akan mengatakan bahwa dia adalah salah satu orang yang menyuruh nya menyelundupkan barang barang selama ini.
Tok ! Tok ! senyum Abhi seakan mengembang ketika mendengar suara pintu itu di ketuk oleh orang suruhan nya.
" Masuk..." Abhi menatap seseorang yang masuk ke dalam sana dengan seorang police yang membawa nya.
" Kalian tidak akan bisa mengelak lagi ketika dia mengatakan kau adalah orang yang di malam itu..." Abhi sangat menunggu waktu ini, waktu di mana dia akan memenjarakan kelompok mafia yang dia kejar selama ini.
" Katakan bahwa laki laki yang duduk di tengah itu adalah orang yang menyuruh mu menyelundupkan barang barang itu?" Abhi berkata kepada laki laki tua itu.
Zac tersenyum tipis di bibirnya sedangkan Albert dan Kris hanya saling berpandangan karena memang tak tahu apa pun. Zac hanya menatapnya bahwa laki laki di depan nya nampak tak ingin menyia nyiakan kesempatan untuk membawa dirinya masuk ke dalam penjara nya. Zac yang pribadi nya tenang di situasi saat ini pun dia tetap tak bergetar bahkan dirinya cukup tenang dan menyilangkan tangan nya di dada bidang nya.
" Katakan bahwa kau mengenal laki laki yang bernama Zac Kozan itu, dan katakan dialah orang yang menyuruh mu selama ini..." Abhi saat ini menekan laki laki tua yang tangan nya di borgol, Abhi sedikit geram karena laki laki tua itu hanya diam tak ingin mengatakan apapun.
" Katakan..." Sambung nya dengan membentak laki laki itu.
__ADS_1
" Saya tidak mengenal nya..." Jawaban dari laki laki tua itu tentu membuat Abhi melotot marah kepadanya, tapi ketiga laki laki yang duduk di sana hanya tersenyum tipis tersenyum penuh kemenangan.
" Kau berbohong kau menutupi kesalahan mereka ha..." Abhi seakan kecewa terhadap pernyataan laki laki tua itu. " Dia bisa saja menghabisi keluarga mu, membunuh mereka, apa kau tak sadar itu..." Abhi memprovokasi laki laki itu tapi kenyataan nya adalah keluarga laki laki tua hidup dengan layak di bawah perlindungan Zac.
" Saya memang tak mengenal nya, apa yang harus saya akui..." Laki laki tua itu tentu saja tak mengatakan sebenarnya, dia rela di penjara demi sang keluarga kehidupannya terjamin.
Sedangkan ketiga laki laki yang di sana kini saling tersenyum penuh kemenangan dan mereka malah duduk manis menyaksikan kekalahan police yang sangat ambisius ingin menangkap nya, adegan itu seakan menggelitik perut para ketiga laki laki itu, mereka sangat menikmati tontonan gratis di depan nya.
" Sir Abhi cukup, kau sudah keterlaluan hati ini..." Komandan yang bernama Excel tiba tiba masuk ke dalam ruangan interogasi yang sedang ada perdebatan di sana.
" Maaf komandan tapi saya yakin bahwa sketsa itu sama dengan laki laki yang bernama tuan Zac tersebut..." Abhi berharap kali ini komandan nya memihak kepada nya dan mengatakan bahwa dirinya tak salah menyamakan wajah asli dan wajah gambaran.
"Sir Abhi ini di luar kasus mu, kau sudah menyalahi aturan interogasi..." Komandan itu kini mulai melotot tajam dengan nada yang tinggi, komandan itu malu karena perbuatan anak buah nya kali ini. " Tuan maafkan dia, saya secara pribadi meminta maaf langsung kepada kalian..." Komandan itu akhir nya meminta maaf ketika melihat ketiga laki laki yang duduk di sana dengan tenang, bahkan laki laki yang di tuduh tadi tak menampakan ketakutan nya sama sekali.
" Saya akan menjawab pertanyaan dari Sir Abhi yang terhormat ini..." Zac yang dari tadi diam hanya menyaksikan adegan yang lucu bagi nya kini mulai bicara. " Saya di pelabuhan malam itu karena saya ditawari sebuah kapal, karena saya berminat saya melihat nya..." Sambungnya dengan menatap Abhi penuh kemenangan saat ini.
" Albert kau membawa surat pindah kepemilikan yang aku katakan harus selesai hari ini?"
" Saya membawa nya..." Albert dengan cepat mengeluarkan semua yang di katakan klien nya tersebut.
" Silahkan anda baca Sir Abhi..." Abhi dengan cepat membuka map itu, membaca semua dengan sangat teliti. " Di sana juga ada copy an cek yang juga ada tanggal serta jam nya, di sana juga ada foto saya dan pemilik kapal itu berjabat tangan di sana juga ada tanggal dan jam nya..." Zac selalu melakukan hal itu hanya untuk berjaga jaga jika di butuhkan seperti ini, Abhi menatap laki laki itu dengan rasa tak percaya bahwa laki laki itu memiliki bukti dirinya tak ada kaitan dengan gembong mafia itu.
" Sir Abhi berikan itu kepada mereka, kau sudah melihat nya sendiri, kau masih tak percaya kepada mereka..." Komandan tua itu kini mulai mengomel lagi, dia tak habis pikir kepada bawahan nya bahwa dia saat ambisi untuk menangkap para mafia yang bahkan dia sendiri tak mengenal nama nya.
__ADS_1
Abhi dengan cepat meletakan semua nya di atas meja dengan dirinya yang membuka suara nya, Albert dengan cepat memasukan lagi ke dalam tas nya.
" Komandan jika tak ada lagi yang di tanyakan saya ingin membawa klien saya pulang karena ini sudah sangat lama..." Albert segera ingin meninggalkan tempat ini karena jika dia masih lama di sana dapat di pastikan kantor police itu akan sangat ramai karena perkelahian nya dengan police yang ada di depan nya.
" Tentu tuan Albert, saya atas nama pribadi meminta maaf kepada kalian semua..." Komandan itu sedikit membukukan dirinya dan menyuruh Abhi melakukan nya juga.
" Tak apa komandan, mungkin bawahan anda ini sangat ambisi untuk menangkap seseorang..." Timpal Zac dengan senyum mengejek.
" Saya kali ini memaafkannya, tapi tidak untuk lain kali. Jika ini terjadi lagi saya pastikan saya yang akan menuntut bawahan anda..." Timpal kris dengan tegas.
" Baik tuan..." Komandan itu berkata dengan sedikit membukukan badannya ketika ketiga laki laki itu mulai berjalan keluar dari sana.
" Hati hati di jalan..." Ketiga laki laki itu tersenyum penuh kemenangan serta senyum mengejek ke arah Abhi.
Abhi hanya diam dia tak mengatakan apapun, hati nya bergemuruh marah karena dia tak berhasil membongkar mafia itu. Abhi dan Zac sama sama saling melempar tatapan sengit dan mematikan untuk lawan mereka.
Seakan mereka akan saling menyerang dan saling adu pandangan dengan tatapan tajam serta menusuk.
...💦...
Bang banya yang meleleh dengan tatapan mu 😊😊 ada yang basah juga bang 🤣🤣 hayo ramaikan komentar kalian 😂😂
__ADS_1