
Jenni yang segera keluar dari ruangan itu kini berjalan cepat menuju lift yang tak jauh dari sana. Jenni dengan cepat masuk ke dalam lift ketika lift itu terbuka. Jenni kini menekan dada nya yang terasa sakit mengatakan ini semua. Sesak hanya itu yang mampu dia rasakan. Jenni kini limbung dia terduduk di lantai dengan air mata yang jatuh ke pipi nya, semuanya harus dia lakukan untuk membuat semuanya menjadi muda. Dia tak ingin mereka masih terjebak dengan perasaan cinta ini. Jenni kini melakukan nya dengan rasa terpaksa dia mengatakan semua itu adalah kebohongan semata.
" Maafkan aku Steve maafkan aku..." Dialog sendiri di dalam air matanya yang ingin terus menetes. " Aku harus melakukan ini agar semuanya bisa lebih muda untuk kita, kau harus membenci ku, kau harus membenci ku Steve..." Katanya dengan berlinang air mata.
Dia melakukan ini semua agar mereka bisa cepat saling melupakan bukan, Jenni mengatakan ini semua agar mereka saling membenci agar proses melupakan begitu muda. Sedari tadi dia menguatkan hatinya ketika ingin melangkah di sini, tapu nyatanya hati itu rapuh, hati itu hampir goyah tapi dia tetap bertekad dengan keputusan nya agar mereka saling membenci dan tak terpaku dengan satu nama. Takdir seperti nya ingin mempermainkan kedua insan yang sedang di landa kesedihan itu. Takdir cinta yang merumitkan membuat mereka harus memilih untuk jalan masing masing.
Steve kini masih berdiam diri, semua kata kata wanita tadi masih dengan jelas terdengar di telinga nya. Dia tak percaya dengan semua yang dia dengar. Matanya tadi masih terpancarkan kesedihan dan kekalutan tapi ucapannya itu terdengar sungguhan.
" Tidak Jenni tidak mungkin seperti itu..." Steve dengan cepat keluar dari ruangan itu tapi langkah nya terhenti ketika bos nya berdiri di depan pintu lift, Zac kini menatap Steve dengan tatapan iba nya. Dia tau laki laki itu saat ini rapuh tapi percuma dia terpuruk saat ini. Tak ada gunanya karena wanita nya kini malah meninggalkan nya hanya karena sebuah ambisi karier nya dan ambisi nya saja.
" Kau ingin mengejar Jennifer?" Steve hanya menunduk dia tak bisa menjawabnya, dia terlalu takut untuk mengakui nya.
" Steve buka mata mu, dia pergi bersama orang orang yang ingin menghancurkan kita dan kau malah ingin mengejar nya, buka mata mu. Lihat siapa dia sekarang, dia bukan Jennifer kekasihmu dia Jennifer agen CIA yang sedang mencari kesalahan kita..." Zac kini memperjelaskan semua nya agar laki laki itu paham apa yang sedang saat ini mereka hadapi.
" Steve kau laki laki, kau tak pantas merengek kepadanya, jika dia bisa melawan mu kenapa kau tak melawan nya. Dia bukan cinta mu tapi dia musuh mu. Kau harus tau itu. Jika hari ini mereka tak datang dan aku tak memberi tau mu jika orang orang itu datang bersama Andre untuk waspada tentang hal ini, aku yakin kita semua akan hancur hari ini..." Lagi lagi Steve hanya terdiam dia tak menjawab apapun. Dia hanya diam seribu bahasa.
__ADS_1
" Pikirkan ribuan orang yang bekerja dengan kita, mereka mengantungkan semuanya di pundak kita, semua orang yang bersama kita tak hanya satu atau dua Steve, tapi ribuan orang yang ada di belakang kita, ribuan orang yang kita naungi untuk mencari uang agar bisa membeli nasi. Jika karena kau jatuh cinta dengan orang yang ingin melawan mu dan kau hanya diam saja lalu bagaimana dengan nasib mereka semua. Kau hampir di buta kan oleh cinta mu, jika aku tak segera melakukan hal ini aku tak tau apa yang terjadi kepada kita semua..." Zac dengan segera meninggalkan asisten nya yang hanya diam berdiri di sana. Kepalanya menunduk semua yang di katakan oleh bos nya benar tak hanya satu orang yang mengantungkan nasibnya di sini tapi ribuan yang mengantungkan ini semua.
Bos nya benar dia saat ini di buta kan oleh cintanya, dia percaya bahwa Jennifer tak akan membuka ini semua tapi nyata nya pagi ini Jennifer memberikan kejutan dengan surat penangkapan bos nya itu. Andai semalam bos nya tak menyuruh Andre dan Abhi melakukan tugas untuk membawa mereka semua yang sedang mereka beri hukuman mungkin saat ini induk perusahan itu hancur tak tersisa.
Steve kini melangkahkan kaki nya ke dalam ruangan nya dia yang ingin mengejar wanita nya itu tak jadi, dia kini kembali ke ruangan nya dengan hati yang membara. Semua yang di katakan oleh bos nya benar dia tak bisa terpuruk seperti ini banyak nasib orang yang di pertaruhkan di sini. Banyak ribuan orang yang akan ikut hancur jika dirinya tak kembali bangkit dari ini semua. Tatapan nya kini kembali dingin, wajah nya kini kembali datar tak ada tatapan sendu dan wajah yang sedih. Kesedihan kini tak penting melainkan sekarang adalah melawan orang yang akan menghancurkan mereka.
Steve kini gusar dia tak tenang sebelum berbicara pada bos nya, dia bersalah karena sudah lalai dalam tugas tugas nya, kini dia berdiri dan melangkah menuju keruangan bos nya itu.
Tok!! Steve hanya mengetuk satu ketukan dan itu membuat Zac tau siapa yang mengetuk pintu itu. Zac kini menyibukkan dirinya dengan berbagai dokumen dokumen di depan nya dia tak memperdulikan asisten nya itu masuk kedalam ruangan nya bahkan dia tak menatap kearahnya.
" Hmm..." Zac hanya bergumam sebagai jawaban dari nya.
" Maafkan saya..." Zac langsung menatap asisten nya itu ketika asisten nya mengatakan hal itu. " Saya salah bos, maafkan saya. Saya tak menjalankan tugas saya dengan benar, harusnya saya tak terpuruk karena cinta, aku tak memikirkan tentang cinta ini, maafkan saya. Yang anda katakan tadi benar semua orang mengantungkan nasib nya pada kita, jika anda tak melakukan nya mungkin saat ini nasib mereka tak baik baik saja. Aku janji tak akan mengenal namanya cinta lagi bos..." Steve kini berbicara dengan suara biasa nya, tegas dan dingin, bahkan wajahnya kembali menjadi wajah yang kaku serta tatapan nya kini kembali dengan dingin.
Zac membuang nafas nya yang berat. " Tak ada yang salah kau jatuh cinta Steve, aku juga tak menyalahkan kamu jatuh cinta, tapi putus cinta itu adalah yang sangat wajar. Tak hanya kamu yang merasakan pernah putus cinta, bahkan tak hanya kamu yang merasakan terpuruk. Tapi jika kau hanya terpuruk dan tak bangkit bagaimana dengan nasib mereka. Percayalah jika Tuhan menjodohkan kalian, aku yakin kalian akan bertemu lagi bagaimana pun cara nya."
__ADS_1
" Saya tau bos, tapi saat ini kami saling bermusuhan saling ingin menjatuhkan. Di kita tak ada kata kata keluarga jika mereka ingin menjatuhkan kita maka mereka juga lawan kita..." Steve menekan kata kata nya kini Steve kembali dengan bara api yang membara dan itu karena ulah dari mantan kekasihnya yang di sulut kan kearah dirinya.
Bersambung ya mak 🤭 dan selamat malam untuk kalian semua 🥱 semoga lembaran ini bisa mengantar tidur kalian, jika part kemarin dan sampai part ini membuat kalian kecewa dan membuat tisu banyak yang terbuang maafkan mince 🤭
Kita beri sedikit konflik ringan aja ya buat mereka berdua, masa mau enak enak terus kagak ada konflik sih 😁 jadi jangan protes oke 🤗🤗
Kalian harus jaga kesehatan kalian semua ya 🤗 visual kagak bisa di buka ya 😁 agak susah visual akhir akhir ini, yang penasaran dengan visual mereka kalian bisa hubungi mince lewat wa mince 🤭
Like komen dan share boleh ya 🤭 kasih vote dan hadiah boleh juga 🤭
Ini nomer mince ya mak 081324594302 kalian hubungi mince, kita ngehalu sama sama mak 😂 kalian jika mau hubungi mince pakai sandi ya mak, jawab pertanyaan mince.
Siapa nama abang mince yang masih ada darah sepupu dengan Jonathan Cristopher?, itu sandi nya para mak mak yang tahu.
__ADS_1
Terima kasih buat kalian semua ya 😘😘😘