
Pagi ini nampaknya cuaca masih tak secerah biasanya, hawa mendung dan hawa dingin masih menyelimuti Italia. Suara petir seakan menggelegar di atas langit yang tertutup awan putih. Suara gemericik hujan pun juga terdengar dari dalam rumah semua makhluk hidup.
Pagi ini semua orang yang masih terjaga dan ada orang yang satu pun tertidur. Kabar penyerangan Alex dan Allinna nampaknya menjadi kabar yang mengejutkan untuk sang Ayah Johan, sang Ayah yang tidak pernah mendengar anaknya mendapatkan musuh kini seakan menjadi terheran ketika berita penyerangan itu sampai di telinga nya.
" Bagaimana mungkin kedua anak ku di Serang orang?, apa mereka tidak tahu bahwa mereka adalah putri dari Johan ketua Dragon Red?" Suaranya meninggi waktu Ayah nya mengetahui bahwa mereka telah di serang orang yang tidak dia kenal.
" Tuan sepertinya yang menyerang mereka adalah orang yang tidak terima perusahan mereka di hancurkan. Saat ini Nona Allinna dan Tuan Alex sedang membantu Tuan Zac balas dendam kepada keluarga Peter."
" Zac?, maksud mu Zac Kozan?" Bawahan itu mengangguk. Johan kini tak menyangka bahwa putrinya dan menantu nya itu kini membantu temannya dan sekarang malah mereka yang di serang. Johan kini langsung menekan nomer ponselnya menghubungi Zac dengan segera, meminta penjelasan yang sedang di alami oleh putrinya.
Sedangkan Zac yang masih terjaga di dalam kamarnya dia tidak bisa memejamkan matanya sedikit saja. Dia masih setia menemani istrinya yang berbaring di atas ranjangnya. Zac berulang kali membuang nafasnya dengan kasar rasa gelisah dan rasa amarah kini menjadi satu ketika tadi dia mendapatkan kabar bahwa kedua temannya yang membantu dirinya mendapatkan masalah dengan mendapatkan penyerangan.
Zac langsung menoleh ke arah samping ketika ponsel ya bergetar di sebelah dia berbaring, tangan nya langsung menggapai ketika melihat ponsel lain nya yang bergetar. Matanya kini langsung menatap siapa yang memanggilnya di pagi hari ini.
Zac segera terbangun dia turun dari ranjang nya, dan begitu pelan untuk berjalan ke arah balkon kamarnya.
" Tuan Joh-"
" Bagaimana penjagaan mu he?, kenapa sampai putri dan menantu ku di serang orang?, harusnya kau lebih bisa melindungi mereka, tidak ceroboh seperti ini! jika mereka meninggal gimana, apa kau mau bertanggung jawab?" Zac yang tadi ingin menyapa kini langsung terdiam ketika mendengar suara tinggi dari Ayah temannya tersebut.
Zac tahu bahwa dia pasti akan terkena amukan bahkan jika mereka bertemu dapat di pastikan dia akan terkena bogem mentah dari laki laki tua yang masih perkasa itu.
" Tuan Johan maafkan saya, saya memang bersalah dan salah terlalu ceroboh dalam hal seperti ini. Saya terlalu meremehkan lawan saya saat ini, tapi kami sudah menangani nya Tuan Johan."
" Apa yang kau tangani?, apa kau sudah menyeret orang yang menyuruh mereka membunuh Alex dan Allinna?"
__ADS_1
" Belum Tuan, tapi hari ini kami akan sidang pertama dan orang yang menyerang mereka akan kami jadikan saksi untuk menyeret menantunya serta memberatkan Peter sendiri."
Johan membuang nafasnya dengan kasar dia diam cukup lama dan tak ada pembicaraan di sana.
" Baiklah aku akan mengirimkan orang orang untuk memantau rumah dari Peter dan pengadilan. Aku juga akan mengirim orang orang pembunuh untuk mengawasi kalian dari jauh, jika ada hal yang seperti ini maka mereka akan langsung membunuh orang orang itu."
" Terima kasih..." Zac lega setidaknya Tuan Johan bisa mereda amarahnya.
" Nanti aku akan datang di persidangan..." Panggilan itu pun langsung terputus begitu saja sebelum Zac menjawab apapun lagi.
Zac lega setidaknya dia mendapatkan bala bantuan dari orang yang sangat di kenal oleh semua orang yang ada di sini.
Sedangkan di rumah besar kini Anna sedang bersemangat dia yakin rencana harinya akan berhasil dengan sempurna. Andriano juga senang karena dia mendapatkan kabar dari orang yang di sekap oleh kelompok Singa kunu mereka pura pura dan mengatakan bahwa Alex dan Allinna mengenai luka tembak.
" Rencana ku berhasil, mereka saat ini pasti sedang sibuk dengan Alex dan Allinna yang sedang berada di rumah sakit..." Katanya dengan tersenyum senang.
" Benarkah?, akhirnya kemenangan ada di tangan kita. Aku juga yakin hari ini ayah tidak akan terbukti bersalah dan mereka pasti akan mendapatkan malu sendiri karena pengadilan membebaskan ayah..." Anna juga tak kalah senangnya ketika rencananya yang di susun itu kini juga siap dia keluarkan.
" Kemenangan tidak selamanya ada di tangan mereka sayang, sebentar lagi mereka sendiri yang akan hancur. Dan aku akan memasukan mereka ke dalam penjara karena mereka mencemarkan nama baik dari keluarga kita..." Anna mengangguk dengan senang.
Sebentar lagi sandiwara ini pasti akan berakhir dan aku sudah tidak tahan harus berbaik hati dengan gadis bodoh yang ada di sini. Batin Anna.
Sedangkan Maria yang dari tadi di dalam kamarnya kini sedang berbicara dengan seseorang melalui telfon nya. Maria yang dari tadi masih berada di dalam kamarnya kini masih setia menyentuh benda kecil yang ada di pipinya.
" Baiklah aku mengerti jangan terlalu sering memberi tahu ku, dia adalah kakak ku jadi tidak mungkin mereka akan menyakiti ku..." Katanya.
__ADS_1
"...."
" Baiklah aku harus berangkat ke pengadilan untuk sidang pertama. Aku tidak sabar melihat kekalahan mereka..." Jawabnya lagi dengan tersenyum.
"...."
" Baiklah Nona cerewet setelah ini kita akan bertemu di mana?"
"....."
" Aku akan menunggu di pengadilan, segeralah datang karena aku sungguh merindukan sahabat cerewet ku..." Maria seakan memancarkan kebahagian yang tiada taranya. Wajahnya berseri bahagia bahkan tawanya begitu alami.
Sedangkan di markas kini mereka juga telah siap dengan berkas di tangan. Mereka juga siap untuk maju perang dengan mereka semua. Tanpa lupa mereka juga membawa saksi yang akan memberatkan Peter, mereka akan menarik sang menantunya juga di dalam penjara agar semuanya masuk ke dalam penjara.
" Kau sudah menghubungi media?"
" Tenanglah sayang aku sudah menghubungi nya, mereka sekarang pasti sudah ada di sana..." Jovanka yang memiliki nama yang besar tidak sulit untuk memancing seluruh media untuk datang kesana.
" Baiklah aku berangkat, kau jaga Allinna dan Valarie sepertinya Valarie sedang tidak enak badan, dari tadi dia tidak ingin bangun dari tidurnya. Zac bilang perutnya sedikit tegang .." Jonathan memberi tahu istrinya bahwa sepupunya mengalami tegang kepada perutnya.
" Baiklah, hati hati..." Jonathan sedikit menggapai bibir istrinya, meluma* nya dengan sebentar sebelum akhirnya dia keluar dari kamarnya. Kebiasaan dari Jonathan tidak pernah berubah dari dulu, dia sangat menyanyangi istrinya sebaliknya dengan Jovanka.
" Kau lihat saja akan ada kejutan di persidangan nanti dan aku tidak sabar melihat wajah Peter terkejut dengan apa yang kita bahwa..." Zac kini berucap dengan senyum tipis dan suara dinginnya.
Bersambung besok 🤣 nah loe kejutan apa yang di bawah oleh abang ganteng Mince ya 😁 tunggu kelanjutan besok 🤗🤗🤗
__ADS_1