
" Kau berani bermain main dengan ku..." Katanya dengan kesal. " Aku akan menemukan tim mu untuk menemani mu di dalam penjara..." Katanya dengan benar benar kesal.
" Jika kau bisa menemukan mereka maka temukan, tapi aku yakin kau tak akan menemukan mereka."
Bugh!! police itu memukul nya dengan tongkat di tangan nya, Andre hanya tertawa keras bahkan tak gemetar sama sekali.
Ruang interogasi itu menjadi panas karena tatapan dari kedua kubu yang begitu menantang mereka. Andre yang tetap tak akan membuka suara nya sedangkan police itu akan melakukan segala cara untuk membuka siapa saja nama nama di tim itu.
Andre Paulus _ kepala perampok
" Katakan siapa saja nama tim mu..." Police itu membentak kepada laki laki yang tetap tenang bersandar di kursi nya.
" Sudah ku katakan bahwa aku tak akan mengatakan apapun. Aku adalah bos mereka jadi aku memiliki tangung jawab untuk menutupi orang orang ku..." Andre menatap police itu dengan tatapan datar nya.
" Meskipun aku akan menghajar mu di sini kau tetap tak ingin membuka nama nama itu he?" Police itu menatap laki laki yang bertato itu dengan tatapan amarah karena laki laki yang di depan nya tak bisa di ajak bekerja sama.
" Lebih baik aku mati dari pada harus membawa mereka ke sini..." Ucapnya dengan tegas.
" Kau benar benar menguji kesabaran ku..."Police itu terbiasa menghadapi para perampok tapi kebanyakan perampok yang tertangkap ketika dia di interogasi dia akan mengaku teman teman nya siapa saja, tapi yang satu ini dia tetap dengan pendirian utama nya bahwa dia akan menjadi badan si depan untuk menutupi orang yang ada di belakang nya.
Bug! police itu nampaknya kehabisan kata kata untuk membujuk laki laki bertato itu mengatakan apa yang dia cari, tapi nyata nya dia tetap diam. Bugh! dua pukulan di perutnya tak membuat dia goyah, dia tetap bungkam bahkan dia hanya tersenyum mengejek.
" Kau tetap tak ingin mengatakan nya?" Tanyanya lagi, dia pikir laki laki itu akan mengaku jika dia sudah merasakan pukulan berkali kali di perutnya.
" Tidak dan hanya segitu pukulan mu, memalukan."
Bug! Bug!! dua pukulan di wajah nya secara spontan karena mendengar hinaan yang di katakan laki laki itu. Police itu kini malah membabi buta dengan berulang kali memukul wajah Andre yang hanya bisa pasrah di sana.
__ADS_1
Andre hanya meringis kesakitan ketika kepalan tangan itu mengenai wajah dan perutnya tapi dia tetap tak mengubah prinsip nya, dia hanya membuang ludah nya yang bercampur darah segar di ujung bibir nya.
" Aku Abhi pimpinan unit bagian kriminal yang tak mengenal kata ampun dan akan selalu melakukan cara agar bajinga* seperti mu membuka suara nya..." Abhi menatap laki laki itu dengan serius bahkan rasa tangan nya yang kebas pun tak dia dihiraukan dia tetap ingin membongkar gembong perampok yang ada di depan nya.
" Aku Andre Paulus tidak akan mengkhianati tim ku hanya dengan pukulan, aku memilih mati di banding menukar anak buah ku..." Abhi semakin di buat geram karena perkataan laki laki yang tetap tak ingin membuka suara nya.
" Sir Abhi apa yang kau lakukan?" Komandan yang bernama Excel itu kini masuk ke ruang interogasi dengan terkejut bahwa bawahannya melakukan pemukulan terhadap tersangka.
" Selamat siang komandan..." Abhi memberikan tanda hormat nya ketika menyadari bahwa komandan nya berdiri di ambang pintu.
" Apa yang kau lakukan ha?" Bentaknya lagu.
" Saya hanya menjalankan tugas untuk menginterogasi tersangka komandan..." jawabnya dengan memandang ke depan.
" Dengan cara memukul nya?, kau ingin dia mati?, kau ingin di pecat dari kesatuan mu?, katakan jika kau ingin itu semua terjadi pada mu?" Abhi tak mengatakan apapun dia diam cukup lama untuk menyadari apa yang di katakan komandan nya benar.
" Sir Abhi dengar kau sudah menyalahi aturan dua kali dan sekarang kau ingin mengulangi nya?, apa kau ingin mundur dari sini, katakan jika iya..." Komandan Excel itu di buat kalang kabut mengetahui bahwa bawahannya yang tak memiliki citra buruk sama sekali di kesatuannya kini menjadi pria yang sangat arogan serta ambisi nya semakin tinggi.
" Harusnya kau menanyakan tuan ini mau pakai pengacara atau tidak?, bukan nya kau menghajar nya seperti ini."
" Maafkan saya komandan."
" Saya ingin pengacara terbaik di sini. Panggil Tuan Albert aku ingin dia yang menangani kasus ini..." Laki laki bertato itu membuka suara nya dengan santai.
" Kau dengar dia ingin pengacara, kau hubungi dia dengan segera..."Titah nya dengan tegas.
" Siap komandan..." Abhi dengan cepat pergi dari ruangan itu.
__ADS_1
Setelah kepergian Abhi, komandan itu menatap ke arah laki laki yang dia kenal, dia hanya memainkan mata nya seakan mengatakan bahwa semua nya baik baik saja dan semua nya sudah pergi, Andre tersenyum bahwa semua nya baik baik saja. Andre yakin bahwa bos nya tak akan menelantarkan mereka apalagi di saat susah seperti ini. Dirinya menjadi korban tak apa, di pukul pun juga tak apa, hanya beberapa hari setelah itu dirinya akan kabur dari sini.
Abhi menahan amarah nya ketika keluar dari ruangan itu, Abhi terasa sangat tertantang ketika mendengar laki laki yang menjadi tersangka itu tetap bungkam tak mengatakan apapun untuk mengatakan siapa saja tim nya.
Tapi Abhi juga salut dengan rasa pertemanan mereka yang tetap melindungi temannya meskipun dirinya di dalam keadaan tersulit sekali pun.
" Sir saya yakin dia bukan bos nya, aku yakin dia memiliki bos lagi..." Bawahan Abhi itu kini mulai mengatakan apa yang dia pikirkan sejak tadi.
" Kenapa kau bicara seperti itu?" Abhi menatap bawahannya yang sedang duduk di depan nya.
" Apa bos tak melihat bahasa tubuhnya yang sangat santai, bahkan dia yakin kita tak akan menemukan nya..." Abhi terdiam dia mencerna apa saja yang di katakan bawahannya. " Jika dia bos nya dia akan panik karena bawahannya akan menyerahkan diri tapi seperti nya dia tenang tak takut sama sekali..." Sambungnya lagi.
" Kau benar, aku tadi berfikir seperti itu. Menurutmu apa ini ada hubungannya dengan orang yang menyelundupkan barang barang kemarin?"
" Saya tidak tahu pasti Sir..." Jawabnya.
" Kita harus cari tahu siapa dalang dan siapa yang ada di belakang nya."
" Sir kau ingin melawan komandan lagi?" Bawahannya kini ketar ketir jika bos nya akan melawan kepala tim nya.
" Serahkan pada ku..." Abhi berjalan keluar menuju tempat interogasi itu kembali.
Abhi dan Andre saling melempar tatapan seakan ada ribuan pisau di mata nya.
" Aku tahu kau masih memiliki bos di atas mu..."Perkataan ini membuat Andre hanya tersenyum miring.
Hanya segini yang mereka dapatkan dari ku, ku pastikan kalian tak akan bisa membobol identitas kami.Bati Andre dengan senyum mengejek.
Bersambung
__ADS_1
...💦...
Lanjut nanti ya mak 😉 mata gak bisa di ajak begadang 😊 mince hutang buat nanti ya 😍💋💋