Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Berbaikan


__ADS_3

Masih tetap warning ya mak 😁


21+ pokok nya


...💦...


Sinar mentari kini mulai sedikit memberikan cahaya nya, angin yang berhembus kencang membuat suasana pagi ini bertambah dingin. Sinar mentari kini sesuai dengan langit yang seperti mendung, tak ada senyuman dari sang surya.


Pagi yang dingin membuat semua orang enggan untuk turun dari ranjang nya, mereka masih ingin berlama lama di bawah selimut mereka yang begitu tebal.


Wanita cantik itu kini masih bergelut di atas ranjang dengan di bawah selimut nya yang membungkus tubuh indah nya yang terkena angin dingin dari cuaca dan dingin nya AC di kamar nya.


Kelopak mata nya mulai bergerak dan mulai membuka nya dengan sempurna, melihat sekeliling nya dengan seksama dan tak menemukan seseorang yang dia cari. Dia mulai menegakan duduk nya, meraih ponsel nya melihat lihat sebentar dan kemudian memilih turun dari kasur nya dan memilih masuk ke dalam kamar untuk membersihkan tubuh nya.


Sedangkan Zac tentu saja baru datang dari pertemuan penting untuk menyusun rencana yang akan terjadi hari ini, dia membuka kamar nya dan tak menemukan sosok wanita yang dia cari ketika dia masuk ke dalam. Tapi kemudian dia bernafas lega ketika mendengar gemericik air dari dalam kamar mandi.


" Astaga kau membuat ku jantungan honey..." Zac yang tiba tiba memeluk kekasih nya ketika kekasih nya berdiri di bawah air shower yang begitu hangat membuat jantung wanita nya seakan ingin lompat karena mendapatkan serangan dadakan.


" Maaf aku baru pulang, kamu jadi tidur sendiri..." Lirik nya begitu pelan dan sangat lembut di telinga kekasih nya.


" Tak apa sayang..." Val membalikkan badan nya menyentuh rahang kekasih nya menatap nya, wajah yang seakan begitu lelah tak bisa dipungkiri dari wajah kekasih nya itu.

__ADS_1


Mata mereka saling berpandangan, saling tersenyum hangat, entah siapa yang memulai nya tapi kini mereka saling meluma* penuh kerinduan yang menggebu. Ciuman yang lembut kini menjadi decapa* yang nyaring di kamar mandi itu. Zac memperdalam ciuman nya, tangan nya tentu saja sudah berkeliaran menjelajahi tubuh indah wanita nya yang sudah polos tanpa mengunakan apapun.


Val dengan satu sentuhan juga menggenggam bagian tubuh kekasih nya yang bawah, memainkan nya dengan tangan nya, saling menggoda dan saling menyentuh apapun untuk memancing api gaira* mereka berdua.


" Honey..." Geramannya mulai terdengar ketika lida* wanita itu mulai memainkan Julio nya dengan menggoda nya.


Val mungkin wanita yang perawan tak pernah melakukan apapun sebelum dia bersama kekasih nya tapi untuk melihat film po*no jelas dia melihat nya, maka dari itu dia begitu lihai menggoda kekasih nya yang saat ini seakan hampir pasrah hanya dengan lida* wanita nya.


" Ah.. baby.. kau membuat ku gila, kau belajar dari mana ini semua..." Zac yang tak tahan malah takut membuat pertahanan nya runtu, akhir nya membalikkan tubuh wanita nya memasuki nya dari arah belakang.


Desaha* dan geraman kini memenuhi kamar mandi itu, air hangat itu masih terus mengalir ke tubuh mereka. Hentakan yang berirama membuat mereka berdua saling berteriak pelan ketika gelombang itu menerpa tubuh mereka berdua. Dengan masih saling mengatur nafas dan masih saling menikmati pelepasan yang begitu nikmat untuk kedua insan ini.


...💦...


" Ada perlu apa kamu datang ke sini?, jika ada yang ingin kau laporkan tidak di sini kau salah ruangan..." Ujar nya dengan ketus.


" Aku sengaja datang menemui mu..." Perkataan Aiden membuat Abhi menatap nya penuh tanda tanya. Aiden yang duduk di depan nya dengan wajah yang begitu menyesal.


" Aku sibuk tidak memiliki waktu untuk hal yang tak penting..." Abhi bukanlah orang yang akan suka basa basi dengan orang yang membuat nya kecewa, bahkan kehormatan nya di hancurkan laki laki yang di anggap teman baik nya itu.


" Abhi aku tahu aku salah, aku minta maaf. Aku malam itu benar benar mabuk dan sebelum aku dari sana aku sudah minum dengan rekan bisnis ku. Aku di bawah pengaruh Alkohol. Oke fine kau membatalkan pertunangan aku dan adik mu aku tak apa aku menerima nya karena ini emang salah ku, tapi please jangan menghindari aku, kita teman dari dulu, aku tak ingin pertemanan ini rusak hanya karena masalah seperti ini..." Aiden langsung mengatakan apa yang membuat nya datang ke sana.

__ADS_1


" Seperti ini kau bilang?" Abhi mengangkat alis nya dengan tak percaya bahwa masalah kehormatan adik nya di anggap sepele oleh mantan calon tunangannya. " Kau sadar kau membuat adik ku malu di depan teman teman nya he?" Sambung nya dengan menatap tajam ke arah Aiden. " Dan kau bilang hanya seperti ini?" Kini Abhi tak percaya bahwa teman nya itu menganggap masalah ini sangat muda.


" Aku tak menganggap masalah kehormatan adik mu sepele, aku tahu aku sangat bersalah pada adik mu dan kamu. Aku jujur aku sangat mencintai adik mu meskipun adik mu tak pernah melihat ke arah ku, aku ingin melakukan itu karena aku ingin mengikat adik mu dengan ku agar adik mu tak bisa lari dari ku, hanya itu."


" Pikiran mu sungguh licik Aiden, di posisi ini hanya kamu yang di untungkan, jika adik ku kehilangan perawa* nya lalu kau berkhianat siapa yang di rugikan di sini, tetap adik ku bukan?"


" Abhi please aku di sini hanya ingin meminta maaf bukan berdebat dengan mu, aku tahu aku salah dan aku sangat menerima kamu membatalkan pertunangan ini, tapi please tetaplah menjadi teman..." Mata Aiden seakan bicara dirinya sangat menyesal.


Abhi hanya membuang nafas nya dengan kasar. " Baiklah aku maafkan..."Akhir nya Abhi mengalah untuk memaafkan teman nya itu. Lagian Abhi sudah membatalkan pertunangan mereka.


" Terima kasih."


" Tapi ingat jangan sentuh adik ku, jika kau berani menyentuh nya dengan gaira* mu itu ku pastikan aku akan membunuh mu..." Ancam nya dengan tegas.


" Aku tahu bro, tapi mendekati nya untuk mendapatkan cinta nya kau tak masalah bukan?" Aiden masih sangat mengharapkan adik dari teman nya itu.


" Hmm, tapi jangan kelewatan batas. Dia adik ku satu satu nya, jika dia datang kepada ku dan menangis karena ulah mu lagi, kau akan tahu cara seorang kakak melindungi adik nya."


" Aku tak akan berani lagi..." Aiden tersenyum meskipun teman nya itu masih menampilkan wajah garang nya.


Setidaknya kesalah pahaman ini sudah selesai tak akan ada lagi nama nya bermusuhan dengan sosok teman.

__ADS_1


__ADS_2