Wanita Nakal

Wanita Nakal
Season4_ Ex Husband Is Broken_ Laki Laki ini 6


__ADS_3

Zac dengan segera menggeser laptop itu kembali memperlihatkan wajah orang nya yang saat ini tengah bingung tak karuan. Tapi apapun keputusan nya dia akan terima.


" Jasmin aku tak akan menyetujui nya jika kau tak mengizinkan nya..." Jasmin yang tadi menunduk kini langsung menatap suaranya laki laki itu.


Jasmin tampak membuang nafasnya dengan kasar, dia bingung pilihan yang sangat sulit ini tak mungkin dia ambil sendiri tapi jika Suaminya tau semuanya akan sulit baginya untuk belajar melupakan kenangan pahit di masa lalu nya.


Ego James mungkin masih terluka karena kekalahannya waktu itu, meskipun dia sudah mengikhlaskan semuanya tapi dia Jasmin tau betul dia yang tak ingin berhubungan apapun dengan kelompok itu agar dia tak mengigat kejadian di masa lalu nya yang sangat menyakitkan.


" Bos saya yakin anda tau siapa wanita dari putra ku, tolong katakan siapa dia?"


Zac menatap laki laki muda yang berharap laki laki gondrong itu tak menceritakannya tapi sepertinya apa yang telah di inginkan nya tak akan di penuhi oleh laki laki ketua mafia tersebut.


" Kenapa tadi tak kau tanyakan sendiri kepada putra mu?" Zac kini tenang.


" Bos dia pasti akan berbohong dengan berbagai alasan, saya mohon katakan siapa wanita yang dia maksud?" Zac melirik Cristian yang matanya penuh dengan harapan agar Paman itu tak mengatakan kepada Ibu nya siapa wanita yang di maksud.


" Dia wanita di dunia malam, tepatnya wanita ku yang ada di diskotik..." Zac kini langsung menceritakan siapa wanita yang di maksud oleh anak dari Jasmin.


Jasmin hanya menutup mulutnya tak percaya bahwa putra nya jatuh cinta dengan wanita nakal yang bekerja di tempat bosnya. Zac bahkan juga menceritakan hal yang sangat menyedihkan di mata semua orang.


Perampokan yang kemudian berlanjut dengan penculikan yang membuat wanita itu meninggal dengan luka di kepalanya. Jasmin tak menyangka di jaman sekarang masih ada orang yang tega membunuh orang yang tak bersalah.


" Apa bos sudah tau tentang semua nya?"


" Jasmin aku bertanya kau mengizinkan putra nya bergabung atau tidak? hanya itu pertanyaan ku!" Kini suara Zac menjadi tegas dia tak ingin ini merambat panjang lebar dia hanya butuh jawaban iya dan tidak.

__ADS_1


" Iya lakukan apapun asal pembunuh wanita putra ku tertangkap. Hidup atau mati sekalipun..." Jasmin merasa kesal karena pada akhirnya dia menyetujui apa yang telah putranya inginkan.


Cristian lega pada akhirnya sang Ibu menyetujui apa yang telah diingkan dirinya. Wajah yang panik kini menjadi tenang setidaknya dia memiliki harapan bahwa apa yang telah diingkan oleh dirinya sudah dia kantongi.


" Kau yakin putra mu berada di sini? darah pembunuh akan ada di tangan putra mu, kau siap jika keluarga mu di usik?"


Jasmin kini menatap Zac dengan tatap seriusnya dia yang sudah berkata maka tak akan bisa di tarik lagi.


" Saya siap menanggung semua resiko yang terjadi Bos, bahkan saya siap jika saya kehilangan putra saya jika dia mati dengan peperangan..." Ujarnya dengan penuh ketegasan dan serius.


" Aku akan melakukan sumpah yang seharusnya di ucapkan dan di lakukan anggota baru."


" Saya tau bos lakukan apa saja yang menurut anda penting tapi saya hanya memohon satu hal jangan sampai James tau semuanya ini. Aku takut dia tak terima dan menjadi rumit."


" Aku tau..." Jawab Zac dengan melirik Cristian dengan senyum penuh arti.


" Yes Bu terima kasih..." Jawabnya dengan juga berteriak. Dia lega karena pada akhirnya sang ibu mengizinkan dia bergabung dengan kelompok masa lalu ibunya.


Panggilan itu pun terputus dan membuat hawa dingin kembali dia rasakan di sekitarnya, bulu kudungnya tiba tiba berdiri seakan hanya mendapatkan satu lirikan saja bisa membuatnya nyali menciut seketika.


" Meskipun Ibu mu sudah mengizinkan kau ada di sini tapi masih ada beberapa tes yang harus kau lewati agar kami yakin kami melepaskan mu untuk berdiri melawan musuh mu."


" Saya siap Tuan Zac, apapun yang anda katakan aku akan lakukan. Yang aku pikirkan saat ini adalah balas dendam membunuh orang orang yang tega membunuh wanita ku seperti itu..." Dendam membara para setiap kata kata yang di lontarkan oleh Cristian.


Dendam itu seakan di dukung oleh orang yang tepat saat ini dan dia tak salah memilih orang untuk membantunya balas dendam saat ini.

__ADS_1


Peperangan darah akan terjadi sebentar lagi, kalian akan mendapatkan balasan yang setimpal. Kalian mengusik orang yang salah kawan. Batin Cristian dengan tatapan yang menerawang jauh dia tak sabar membunuh orang orang itu.


Zac hanya tersenyum tipis ketika melihat dengan jelas ada dendam yang sangat membara di mata Cristian saat ini. Nyawa di balas Nyawa, Mata di balas Mata dan itu akan segera terjadi.



Sedangkan Sarah yang saat ini berada di rumahnya dia masih meratapi nasib adiknya yang sangat menyedihkan. Dia terbunuh dengan cara yang mengenaskan dia terbunuh dengan luka di kepalanya yang sangat parah. Kakinya kini lemas tapi dia tetap berjalan gontai menuju ke kamar adiknya.


Bayangan adiknya yang berada di kamar sesaat dia membuka pintu seakan menyakitkan hatinya, air matanya masih terus menetes membasahi pipinya yang sangat deras. Wajahnya berantakan, rambutnya kusut bahkan seperti orang gila yang sedang meratapi nasibnya.


" Amel hiks hiks, siapa yang melakukan ini kepada mu, hiks hiks..." Tangisan nya kini pecah ketika dia merangkul foto adiknya yang tersenyum di sana.


" Siapa yang tega melakukan ini kepada mu? kenapa kau tega sekali meninggalkan kakak mu yang hanya seorang diri ini, kenapa kau tak memiliki kasihan kepada kakak mu ini, hiks hiks..." Sambungnya lagi.


Dia mengambil bantal adiknya yang masih ada aroma parfum adiknya, dia memeluknya dengan erat seperti dia saat ini memeluk adiknya yang berada di sana tapi di sana hanya ada bantal dan aroma parfum nya.


" Ya Tuhan kenapa kau tega sekali melakukan ini kepada ku, kenapa kau tega mengambil semua orang yang ada di sisi ku, Kenapa Tuhan? apa belum cukup puas kau mengambil kedua orang tua sekarang adik ku, ambil juga nyawa ku Tuhan..." Teriaknya.


Dia kecewa dengan keadaan yang seakan tak berpihak kepadanya, dia kini seorang diri dengan nasib yang menyedihkan. Semua orang yang di cintai telah pergi meninggalkan selamanya.


Sarah kini yang terasa pusing ingin merebahkan tubuhnya di sana tapi matanya menangkap satu kertas kecil yang ada di kasur adiknya, sebuah kartu nama yang bertulisan nama serta alamat yang ada di sana.


" Siapa dia? apa ini adalah alasan di balik kematian Amel?" Tanda tanya besar di benaknya saat ini membuat air matanya di hapus dengan segera.


Sambung besok ya jangan lupa like dan komen kasih vote dan hadiah, serpihan hatinya minggu depan akan mulai lagi ya 😘😘

__ADS_1


Makasih 🤗🤗🤗


__ADS_2