
Sarah menghela nafasnya dengan pelan dia menatap sekeliling nya dengan mata yang sendu. Dia menyakinkan dirinya untuk melangkah lebih lanjut lagi setelah ini.
Apa yang ada di depannya kini telah sesuai rencananya dan beberapa orang yang melihat dari kejauhan kini tampak ragu ketika Sarah hanya diam tak bergerak sedikit pun.
" Kenapa Sarah diam? apa dia berubah pikiran setelah melihat semuanya?" William yang mengintainya dari kejauhan kini tampak bingung ketika melihat wanita itu hanya diam tak bergerak sedikit pun.
" Aku rasa dia berubah pikiran dan dia takut setelah melihatnya..." Jawab Cristian dengan juga yakin wanita itu akan mundur dari ini semua.
Bryan juga tampak gusar dia tau wanita itu dia juga tak tau kenapa Sarah berubah pikiran tapi kenapa setelah sampai di sini.
" Bryan kita gagal! kau lihat dia tak ingin membahayakan nyawa nya..." Abhi mengusap wajahnya dengan kasar.
Bryan juga sedikit terkejut kenapa Sarah tak bergerak sedikit pun padahal tinggal satu langkah lagi dia bisa menangkap para pelakunya. Keyakinan yang di katakan oleh Sarah tadi seakan luntur saat ini.
" Tadi dia berkata tak akan mundur tapi kenapa dia saat ini hanya diam? apa dia memiliki pemikiran lain dan tak ingin mengikuti rencana ku?" Gumamnya dengan panik.
Bryan berdiri dia ingin menghampiri wanita itu tapi tangannya di tahan oleh Abhi yang ada di sana.
" Kau ingin kemana?"
" Aku ingin menemuinya dan bertanya kenapa dia malah hanya diam tak melangkah satu langkah lagi."
" Tak perlu biarkan dia di sana. Aku yakin tak akan ada yang mau membahayakan nyawanya sia sia."
" Aku rasa dia bertemu seorang yang mengubah pikirannya untuk semua ini..." Timpal Cristian yang juga melihat semua ini.
Bryan menekan earphone yang ada di telinga nya dia ingin bertanya langsung dengan orang orang yang mengintai selama wanita itu ada di jalan.
" Apakah tadi target bertemu dengan seorang yang membuatnya berbicara atau cerita sesuatu kepada orang asing tersebut?" Tanyanya tanpa basi basi.
" Tidak ada Tuan! hanya saja matanya sedang bermain mencari keberadaan seorang dan mungkin dia kecewa karena orang itu tak ada di sekitarnya dan dia hanya menatap lurus dengan wajah lesu nya..." Jawab kepala pimpinan yang berada langsung di lapangan.
" Kau yakin Antoni? aku rasa ada yang terlewatkan selama dia ada di jalan tadi!" Bryan tak percaya karena tadi sewaktu berdua dia begitu yakin tapi sekarang dia malah tampak berubah pikirannya.
__ADS_1
" Saya yakin Tuan tak ada yang berbicara dengan nya! apa ada masalah di sana?"
" Tidak ada!"
Sedangkan Sarah kini menatap rumahnya dari kejauhan dia menatap semuanya dengan pemikiran nya yang matang tapi langkahnya sedikit berat bukan karena dia tak ingin berkorban tapi bayangan dia dan adiknya yang berangkat bersama keluar bersama seakan terlintas di depan sana.
Bahkan depan gerbang itu menjadi saksi bisu bahwa adik tercintanya terbaring di kantong oren waktu itu. Wanita cantik yang penuh canda tawa malam itu lemas tak berdaya di dalam kantong itu.
Langkah nya berat ketika menginggat semua momen indah bersama adiknya tapi langkahnya juga sangat berat ketika dia harus membayangkan mayat adiknya ada di depan gerbang rumahnya waktu itu.
" Kakak aku mencintai mu!" Terdengar suara manja adiknya yang waktu itu ingin berangkat sekolah dan dia juga sangat tersenyum penuh kebahagian yang begitu dalam.
Satu tetes air matanya kini tak terasa keluar dari mata indahnya, dia ingat betul kebahagian yang selama ini mereka dapatkan. Canda tawa terasa sangat terasa jelas di hatinya dia sungguh tak rela kehilangan adiknya dengan cara seperti ini.
Amel kakak lakukan ini demi membuat orang orang yang membunuh mu merasakan hukuman yang setimpal. Maafkan kakak yang memiliki dendam kepadanya, berusaha sekuat tenaga untuk merelakan kepergian mu tapi nyatanya aku tak bisa dan di sini aku sekarang berdiri menjadi umpan untuk menangkap semuanya.
Sarah menghapus air matanya, mengambil nafasnya dengan kasar lalu berjalan menuju rumahnya yang sudah di penuhi beberapa orang yang telah di siapkan.
Apa yang menghentikan langkah mu tadi Sarah? jika kau tak ingin melakukannya aku mohon jangan lakukan dari pada semuanya gagal dari jauh.
Sarah mendekat ke rumahnya dan beberapa orang kini siap dengan tugasnya yang telah di katakan semalam.
" Selamat pagi Nona..." Orang itu kini menyambut kedatangan Sarah.
Sarah hanya mengangguk pelan dia memasang wajah datarnya. Dia menatap semua orang yang ada di sana dengan bergantian.
" Nona kami turut berduka atas kepergian adik mu! kami tau ini sulit bagi mu tapi ada beberapa yang perlu kami tanyakan kepada anda?"
" Jangan ada yang bertanya aku akan mengatakan sendiri! apakah ini Live?" Sarah menatap semua kamera yang menyala di depannya.
" Kami akan menayangkan nya hari ini juga Nona!" Jawab mereka dengan segera.
" Saya Sarah kakak dari Amel wanita yang di bunuh dengan cara keji, dengar buat kalian para pembunuhnya hidup kalian tak akan tenang, bersembunyi lah sejauh mungkin bahkan di kolong kecil sekalipun, saya akan menemukan kalian karena rasa berdosa kalian yang akan membawa kita bertemu segera."
__ADS_1
" Saya sudah melihat wajah kalian semua yang telah membunuh adik saya dan saya pastikan saya akan menyeret kalian masuk ke dalam penjara. Saya memiliki bukti dan mobil apa yang membawa anda membuang adik saya di depan toko yang kalian kira tak memiliki CCTV..." Ucap ya dengan tegas.
Deg!! Jantung para penjahat yang siang ini tengah melihat berita kini tak karuan ketika wanita yang mengatakan bahwa dia adalah kakak dari wanita yang telah mereka bunuh.
" Sial bagaimana bisa dia memiliki bukti?"
Bug!! salah satu dari mereka kini memukul keras tangan dari orang yang berkata tadi.
" Kau yang mengatakan di sana tak ada CCTV dan sekarang kau dengar dia memiliki bukti dan sudah melihat wajah kita bertiga! dasar bodoh!" Marahnya dengan mengusap kasar wajahnya dengan cemas.
Orang itu tak mengatakan apapun dia juga tak tau bahwa di sana benar benar ada CCTV yang sudah merekam kejadian semuanya.
" Habislah kita hari ini."
" Tidak! kita harus ambil bukti itu dan jangan biarkan kakak nya datang ke kantor police."
" Kau ingin membunuhnya juga?"
" Tak ada jalan lagi selain menyingkirkan dia!"
" Kau gila? kau saja yang melakukannya aku tidak! aku tak ingin menambah rasa bersalah ku..." Salah satu dari mereka menolaknya.
" Jika kau ingin mati di penjara maka diam saja di sini dan tunggu para police menemukan kalian berdua. Aku tidak ingin mati di dalam penjara dan aku lebih memilih untuk mengambil bukti itu dari kakak wanita itu."
Kedua orang yang memiliki hati itu terdiam, mereka tak tau harus berbuat apa sekarang. Mereka bimbang dengan apa yang telah mereka alami.
" Kalian ikut tidak malam ini? aku akan mengambil bukti dari kakak nya?" Tanyanya dengan menyiapkan segala sesuatu nya.
Nah loe nah loe 🤭 berhasil gak ya para mafia melindungi satu wanita dari tiga penjahat 🤭 sambung besok ya 🤗 mince lagi gak enak badan dari beberapa minggu ini 😁 jadi maaf ya jika jarang up dan up sedikit 🤭
Like dan komentar jangan lupa, bisa kasih vote dan hadiah juga boleh ya sudah masuk dari senin kemarin 🤗 makasih 😘
__ADS_1