
Tuhan akan selalu memiliki cara untuk mempertemukan mereka yang masih menyimpan cerita lama yang seakan belum selesai dengan ceritanya.
Tuhan akan selalu memiliki cara untuk mendekatkan mereka kepadanya.
Jangan pernah mengelu tentang semua Takdir, karena daun yang jatuh pun juga memiliki catatan tersendiri.
Tuhan tak pernah meninggalkan kita, Tuhan juga tak akan pernah tidur, Tuhan tau bagaimana kita berusaha berdiri dari rasa hancurnya ujian hidup.
Author Mince 😍
__________
" Al aku harus ke Meksiko, ada beberapa dokumen yang penting ada di sana dan aku juga harus mengurus kepindahan Angel ke sini..." Violet kini yang duduk untuk sarapan bersama mengatakan apa yang ingin dia lakukan.
Albert yang dari tadi matanya hanya melihat ke arah ponselnya kini langsung menatap ke arah Violet yang sedang menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Angel yang duduk di sana.
" Kau apa tadi?"
" Al aku sungguh harus pergi, dokumen penting ada yang harus aku ambil dan Angel juga harus pindah sekolah juga, aku tak mungkin membiarkan dia di sini tanpa status yang jelas dan tidak menempuh pendidikannya."
" Tapi kenapa harus kamu?, apa tak ada orang yang harus mengambilnya?" Albert tentu saja tak akan membiarkan wanita itu menginjakan kakinya ke sana kembali.
" Tak bisa Al, rumah ku yang ada di sana tak bisa di masuki oleh sembarang orang. Kakak ku meninggalkan beberapa dokumen untuk ku dan Angel di brangkas nya dan hanya mata Angel yang bisa membukanya."
Albert tak bisa berkata kata apa apalagi kecuali meletakkan ponselnya dengan diam. Antara dia menyetujuinya atau tidak.
" Mama jika kita ke sana bisakah aku bertemu dengan Paman Gusman?, aku mau mengucapkan selamat tinggal kepadanya, Aku pasti akan sangat merindukan Paman..." Ujarnya dengan menatap ke arah Violet.
" Tentu sayang kita akan bertemu Paman mu, tapi mungkin tidak di rumahnya, kita akan bertemu di rumah Nenek nanti."
__ADS_1
" Paman Albert apa kita tak boleh datang ke Meksiko?, kenapa Paman diam?"
Albert kini menatap ke arah Gadis kecil yang kini begitu lucu di depan matanya, gadis kecil itu seakan mengharapkan datang ke Meksiko, dia tak berhak jika melarangnya lebih dalam.
" Angel sayang kita nanti akan datang ke Meksiko tapi setelah keadaan aman. Nanti Paman akan bertanya dulu apa di sana aman?"
" Baiklah Paman aku tau, tak masalah bagi ku jika Paman ingin bertanya dulu, yang terpenting kita bisa datang kesana."
" Baiklah ayo makan sarapan kalian."
Albert dan Violet kini saling berpandangan dengan tatapan yang berbeda, dia tak tau apakah aman jika mereka kembali ke sana. Dokumen penting itu tak bisa untuk tak di ambil. Violet berharap kali ini Albert akan mengizinkan mereka kembali sebentar ke Meksiko untuk mengambil dokumen penting.
" Violet kau tak keadaan belum aman bukan?, bukan aku tak mengizinkan kamu datang ke sana tapi saat ini keadaan masih seperti ini?"
Albert dan Violet yang sudah meyelesaikan sarapannya dan mereka sedang duduk di dalam mobil. Mereka saat ini akan memasukan gugatan perceraian Violet ke dalam pengadilan dengan Albert sang pengacaranya.
Violet membuang nafasnya dengan kasar dia tau ini semua memang belum aman tapi dokumen itu juga harus segera di ambil sebelum semua nya terlambat.
Violet menoleh ke arah Albert yang saat ini masih duduk di sebelahnya dan belum mengemudikan mobilnya.
" Aku yakin James sekarang sudah di tangani oleh Kak Gusman, jadi tak masalah jika kita kesana satu hari saja untuk mengambil semua hal yang tertinggal. Jika James tau data data Angel ada di sana aku yakin dia akan memiliki cara untuk mengambilnya. Please ini demi Angel..." Permohonannya memang tak bisa di bantah, hak asuk akan jatuh tangan ke mereka dengan syarat data data kelahiran harus mereka kantongi.
Albert menyandarkan kepalanya dengan berat, dia sedikit pusing antara pilihan iya dan tidak. Semuanya harus mereka pikirkan dengan matang.
" Baiklah kita akan datang ke sana tapi cuma satu hari, setelah semuanya sudah selesai kita harus segera pergi. Kau tau James bukan orang yang bisa di lawan, semakin kita lawan dia akan semakin gila."
" Iya aku tau Sayang..." Violet kini tersenyum dengan senang. Dia sebenarnya juga takut untuk kembali datang ke Meksiko tapi dia memang harus datang ke sana untuk mengambil semua data data yang tertinggal.
🥀🥀
__ADS_1
Di tempat lain Gusman kini membuang nafasnya dengan kasar, tangannya kini memengang gagang pintu kamar adiknya. Dia berdiri dengan kekuatan penuh dia harus siap menghadapi adiknya yang kini akan memberontak.
Ceklek!! pintu itu dia buka pelan oleh Gusman matanya langsung mencari adiknya yang ternyata terbaring tidur di atas ranjangnya dengan beberapa kain yang berantakan.
Gusman tau laki laki itu pasti mengamuk tak karuan karena merasa tertindas oleh dirinya tapi ini harus dia lakukan untuk semuanya.
" Maafkan aku Jam, aku lakukan ini hanya untuk kesembuhan mu..." Liriknya begitu sedih dia menyentuh rambut adiknya yang berantakan.
Sentuhan lembut membuat James yang tak benar benar tidur kini langsung membuka matanya. Sedikit ada harapan ketika melihat kakaknya ternyata ada di sana dengan raut wajah yang sedih.
" Apa aku membangunkan mu?"
" Kakak kau datang kemari?, maafkan kamar ku yang berantakan, nanti biarkan Violet yang merapikannya..." James kini berbicara seolah olah tak terjadi apapun, dia kini malah sibuk dengan membereskan ranjangnya yang berantakan.
" Kakak maafkan aku, kau tau sendiri jika sepasang suami istri sedang bertengkar pasti kamar akan berantakan. Tapi jangan khawatir aku dan Violet sudah baik baik saja, dia saat ini pasti ada di kamar Angel."
Semakin terpukul hati Gusman mendengar apa yang di katakan oleh adiknya. Rasa cinta nya begitu besar tapi kebesarannya cinta menyakiti hati wanita itu. Gusman tak pernah tau seperti apa yang mengatas nama kan cinta tapi dia menyakiti cintanya.
" Kakak ayo bantu aku membereskan ini semua, nanti Violet dan Angel pasti akan memarahi ku karena sudah membuat kamar ini menjadi kacau seperti ini."
" Mandilah biar orang orang yang membersihkan."
" Tidak tidak, nanti aku pasti malu kepada mereka..." Tolaknya dengan cepat.
" Mandilah Jam, semuanya akan baik baik saja setelah kau mandi..." Gusman kini membujuknya agar adiknya cepat membersihkan dirinya.
" Baiklah aku akan mandi tapi berjanjilah jangan katakan kepada Istri ku bahwa para pembantu yang membereskannya, katakan aku yang membereskannya?" Gusman mengangguk rasa sakit hatinya kini semakin terlihat karena matanya yang mulai berkaca kaca.
__ADS_1
James dengan cepat pergi masuk ke dalam kamar mandinya. Laki laki itu kini melupakan apa yang terjadi sebelumnya dia kini kembali seperti biasanya tak terjadi apapun.