Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim 3_ Perkenalan Karakter


__ADS_3

Penjelasan dulu ya, nanti biar kalian gak pada bingung dan nanya kepada mimin,karena mimin kadang lupa 🤭


*Kasat Reskrim adalah Kepala satuan reserse kriminal


Bareskrim adalah Badan reserse kriminal polri


Pimpinan kepala badan reserse kriminal polri adalah Komisaris Jenderal Polisi dan Wakil Inspektur Jenderal Polisi.


Satreskrim adalah Satuan reskrim dan kriminal.


FBI Biro Investigasi Federal (bahasa Inggris: Federal Bureau of Investigation, disingkat FBI) adalah badan investigasi utama dari Departemen Keadilan Amerika Serikat (Department of Justice).


Intelijen atau biasa disebut Intel, merupakan anggota kepolisian yang bertugas untuk mencari informasi. Biasanya, para petugas akan melakukan penyamaran untuk mengelabui para target*.


🌹🌹🌹


" Kenapa bisa lolos lagi ha..." Bentaknya kepada bawahan nya, laki laki tegas itu kini marah marah karena mereka gagal lagi dalam penyergapan Narkoba.


" Mereka terlalu lincah Sir..." Jawab nya dengan menunduk, kepala pimpinan kriminal itu nampaknya harus menelan ludah kepahitan bahwa tim nya harus menelan kegagalan lagi malam ini.


" Lalu apa yang kalian dapatkan dari TKP?" Kali ini penyergapan itu dia tak bisa ikut karena luka di lengan nya membuat dia harus istirahat tanpa boleh ikut dalam penyergapan.

__ADS_1


" Tidak ad Sir, seperti nya penyelundupan narkoba itu bukan malam ini, karena di sana sudah tak ada orang, hanya ada beberapa orang yang berjaga di sana seperti memang di pasang untuk memancing kita Sir..." Bawahan nya masih menjelaskan kronologi di tempat terjadi perkara tersebut, Laki laki itu semakin mengetakan gigi nya karena merasa marah, ini sudah kedua kali nya mereka gagal menangkap orang orang itu.


" Sial..." Umpatnya dengan berdiri. " Mereka akan ku tangkap bagaimana pun cara nya, aku pastika mereka semau akan membusuk di penjara karena sudah berani melawan ku seperti ini..." Ucapnya dengan geram. Setahun ini pimpinan kriminal ini mengejar mafia yang tak dia ketahui nama nya, tapi dirinya yakin mafia kali ini licin bagaikan ular yang selalu lolos dalam penyergapan nya.


Laki laki itu pernah adu jotos kemarin, ia yakin bahwa laki laki itu adalah ketua dari mereka semua, jika saja dia tak mengancam untuk membunuh salah satu anak buah, pasti mereka sudah masuk ke dalam penjara nya yang dingin.


" Aku akan melapor kepada Sir Excel..." Laki laki itu mengambil topi nya memakai nya.


" Sir kau yakin akan melapor?, maksud ku Sir Excel selalu melarang kita untuk tidak menyergap mereka lagi..." Memang benar komandan nya selalu tak menyetujui untuk memberikan surat ijin perintah untuk dalam penyergapan kepada kelompok mafia ini, tapi laki laki ini selalu mempunyai banyak cara agar surat nya turun.


" Bagaimana pun dia tetap komandan kita..." Laki laki itu akhirnya keluar dari ruangan nya dan menuju keruangan komandan nya.



📞 " Kalian harus berlatih lebih giat lagi kepada paman Antoni, aku tak ingin ada yang tertangkap, aku ingin mereka selalu gagal dalam menyerang kita..." Suara Zac dari sebrang telfon.


📞 " Baik bos, kami akan ke markas untuk berlatih lagi..." Katanya.


Zac memutuskan panggilan itu secara sepihak, lalu menggapai wanita yang dari tadi mencoba menggoda nya sewaktu dia bicara di dalam telfon nya.


" Diamkan tangan mu itu, kenapa kau selalu menggoda ku he..." Zac kali ini memasuki tubuh wanita itu dengan kasar.

__ADS_1


" Karena aku sudah tak tahan..." Suara nya yang seakan mendayung karena mengeram karena kenikmatan ketika laki laki itu menghujami miliknya dengan sangat kasar.


Laki laki itu selalu menyewa jalan* tapi wanita yang ada di bawah nya adalah wanita jalan* kelas atas yang selalu ia, wanita itu yang mampu bertahan untuk menghangatkan ranjang nya dan mampu bisa bertahan lama.


" Apa kau tak ingin memiliki komitmen sama sekali dengan ku?" Pertanyaan wanita itu membuat Zac mengeram karena merasa kesal, karena wanita itu selalu menanyakan tentang komitmen yang tak ingin dia lakukan kepada wanita siapa pun.


" Zac..." Desaha* nya tertahan ketika laki laki itu memompa nya dengan sangat tempo cepat hingga tubuh wanita itu bergerak dengan cepat sesuai tempo yang di berikan laki laki yang ada di atas nya.



" Kau akhir akhir ini banyak bicara sekali..." Ujarnya dengan melepaskan penyatuannya ketika dia sudah selesai dengan urusan nya, laki laki itu melepaskan pengama* yang dia pakai, membuang nya ke tempat sampah yang tak jauh dari ranjang nya.


" Aku hanya bertanya, dan aku ingin kita memiliki komitmen yang lebih..." Wanita mana yang tak ingin memiliki status yang jelas dengan laki laki tampan ini.


Zac hanya tertawa mendengar pertanyaan dari wanita yang bernama Sisil ini, laki laki itu turun dari ranjang nya, memakai celana pendek nya, berjalan mengambil minuman. " Aku tak ingin memiliki komitmen dengan mu?" Ucapnya dengan santai.


" Apa kau tak mencintai ku?, jika kau tak mencintai ku kenapa kau selalu memanggil ku jika kau membutuhkan ku?" Wanita itu nampaknya kecewa dengan apa yang dia dengar dari mulut laki laki yang baru bercinta dengan nya.


" Kita sama sama menguntungkan tapi aku tidak mencintai mu..." Lanjutnya dengan menghidupkan sebatang rokok yang ada di bibir nya.


" Tapi aku mencintai mu..." Katanya dengan menatap laki laki yang duduk di sofa dengan menghisap rokok nya.

__ADS_1


" Tapi aku tidak..." Tolaknya dengan ketus.


" Kau menyalahi aturan pekerjaan mu, kau tahu bukan di larang menyukai pelanggan mu..." Sambungnya dengan mengingat kan wanita yang dia sewa ketika dia membutuhkan.


__ADS_2