
Kedua orang itu kini berlari kencang tak peduli seberapa jauh mereka berlari meninggalkan tempat di mana terjadi perkelahian tersebut.
Hingga mereka menemukan suatu tempat kedai kopi yang buka. Laki laki itu berhenti seketika dan dia tangan sengaja melepaskan tangan itu membuat Sarah langsung terjatuh di tanah dengan segera.
Bug!! Sarah yang lemas dari tadi kini langsung terduduk di tanah dengan lemasnya. Dia merasa semuanya menjadi menakutkan, kejadian beberapa tahun telah ada di depannya mata nya saat ini.
" Hiks hiks hiks..." Tangisannya kini pecah seketika hingga membuat laki laki yang ada di depannya kini menoleh ke belakang.
Dia terkejut ketika melihat wanita itu sudah duduk di tanah dengan tangisan yang tertahan dari tadi. Semua orang yang berlalu lalang di sana juga melihat ke arah mereka dengan pandangan yang aneh.
" Kau tak apa? apakah ada yang sakit?" Laki laki itu juga berjongkok mengamati wajah Sarah yang tengah menangis di sana.
Sarah tak menjawabnya dia malah semakin menangis hingga membuat beberapa orang yang ada di sana kini menatap ke arah mereka dengan pandangan yang berbeda.
" Jika bertengkar dengan kekasih jangan di pinggir jalan..." Salah seorang yang melewati mereka kini menasehatinya dengan nada ketusnya.
" He dasar laki laki bisa nya hanya membuat wanita menangis..." Celetuk orang lain nya lagi.
" Ajak istri mu pulang Tuan, jika suami mu berselingkuh Nyonya kau hukum saja usir dia dari rumah, jangan rendahkan dirimu demi laki laki brengse* seperti dia..." Tambahnya lagi.
Laki laki itu hanya menutup wajahnya dengan kedua tangannya, mengusapnya dengan kasar ketika dia tau bahwa semua orang yang melihat adegan ini pasti menyalahkan dia.
Laki laki itu menarik nafasnya lalu membuangnya dengan kasar menatap wanita yang sudah ditolongnya. Sarah bahkan tak peduli dengan apa yang di katakan oleh orang orang yang melewatinya.
" Nona please hentikan tangisan mu, semua orang menuduh ku melakukan hal yang tidak tidak. Please jangan menangis..." Bujuknya dengan menyentuh tangan nya.
Tapi Sarah tak mendengarnya dia malah merasa semakin sakit hatinya. Perilaku lembut dari sosok laki laki membuatnya lupa dengan segalanya tapi ketika sifat kasarnya memukulnya membuatnya ketakutan.
__ADS_1
Laki laki itu tak tau kenapa wanita yang telah ditolongnya menangis yang dia tau tubuh nya gemetar hebat di sana. Laki laki itu memeluknya dengan erat mengusap punggungnya. Kedua orang itu tak peduli dengan apa yang semua orang lihat di sana.
Yang di pikirkan wanita itu saat ini adalah menyembunyikan dirinya dari rasa takut nya kepada laki laki yang tadi mengejarnya. Sedangkan laki laki yang menolongnya dan saat ini memeluknya hanya memikirkan membuat wanita itu lebih tenang dengan cara memberikan kenyamanan dan membuat semuanya yakin bahwa dia baik baik saja saat ini.
" Ayo aku bantu berdiri..." Laki laki itu merangkul pundak Sarah membantunya untuk berdiri.
Sarah hanya bisa diam menunduk dengan suara isak tangis yang tertahan. Kini dia lebih tenang. Mereka berdua berjalan dengan posisi Sarah yang masih di rangkul olehnya.
Sarah bahkan tak memikirkan bahwa orang itu bisa saja membawa nya tapi dia tetap mengikuti langkah laki laki itu yang membawa nya. Beberapa orang yang ada di sana menatap ke arah mereka yang di kira mereka berdua telah berdamai.
" Duduklah, aku akan pesankan minuman untuk mu..." Laki laki itu mendudukkan Sarah yang masih bergetar.
Laki laki itu kini yang ingin melangkah harus tertahan dengan kening yang mengerut ketika tangan nya di tarik oleh Sarah yang menatapnya.
" Jangan pergi ku mohon..." Suaranya bergetar membuat laki laki yang menolong nya kini merasa iba.
Dia takut bahwa orang yang mengejarnya tadi mengikutinya dan akan mengambil kesempatan di balik ini semua. Laki laki itu hanya bisa menghela nafasnya.
" Baiklah aku duduk di sini..." Akhirnya dia mengalah dan duduk di sebelah nya dengan menyentuh tangan Sarah dengan erat.
Laki laki itu akhirnya memesan minuman di tempat duduknya. Dia menatap ke arah wanita itu, sedangkan wanita itu malah sibuk menatap ke sana kemari seakan dia ketakutan ada yang masih mengikutinya sampai ke sana.
" Semuanya akan baik baik saja, kamu aman di sini bersama ku! jangan khawatir kamu harus tenang..." Laki laki itu menyentuh pipinya agar mereka saling bertatapan.
" Aku hanya takut dia mengikuti kita sampai di sini, dia orang yang berbahaya. Dia bisa melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang diinginkan nya..." Mata dan suaranya taj bisa berbohong bahwa wanita itu menyimpan luka dan sangat mengenal betul siapa orang tadi.
" Kau mengenal nya?" Laki laki itu terkejut bukan main dia tak menyangka wanita yang di tolong tadi sangat mengenal orang yang dia hajar tadi. " Apa aku salah memukul orang?"
__ADS_1
" Tidak tidak! kau benar menghajarnya. Please jangan biarkan dia mendapatkan aku, jika tak ada kamu aku tak tahu apa yang terjadi pada ku..." Dia meringkuk ketakutan.
Laki laki itu kembali merangkulnya dengan erat memberikan kekuatan agar dia aman dan nyaman saat ini. Yang dia harus lakukan adalah membuatnya tenang terlebih dahulu.
Kenangan yang buruk, aku yakin dia memiliki kenangan yang buruk dengan laki laki tadi. Apa dia mantan suaminya atau hanya mantan kekasihnya. Batinnya.
" Tuan terima kasih sudah menolong ku, maafkan aku atas kelancangan ku yang dari tadi membuat anda harus memeluk ku. Jika nanti kekasih anda salah paham tentang ini, aku bersedia menjelaskannya..." Sarah nampaknya lebih tenang sekarang.
Dia merasa aman di saat bersama orang asing yang baru saja menolong nya. Dia yang mendapatkan pelukan sedari tadi merasa aman dan lebih tenang meskipun saat ini masih tersimpan ada rasa sedikit cemas dan kekhawatiran.
" Tak masalah Nona, kau sekarang lebih tenang?"
Sarah mengangguk dengan tersenyum tipis, senyumannya yang penuh kegetiran dan kecemasan masih dia rasakan saat ini.
" Apa kau masih menginggat aku Nona?"
" Tentu! dan maafkan aku kemarin sudah menuduh anda yang bukan bukan. Sekarang aku tau anda orang yang baik, tapi kenapa anda ada di sana tadi?"
" Kebetulan aku lewat sana dan aku harus buang air kecil jadi aku bersembunyi di sana untuk buang air kecil..." Ucapnya dengan rasa malunya.
Sarah mengangguk mengerti dia percaya begitu saja meskipun yang di ucapkan oleh laki laki itu adalah kebohongan.
" Kita belum sempat berkenalan kemarin, aku Sarah..." Sarah mengulurkan tangannya ketika pelukan yang dia rasakan dari tadi sudah terlepas.
" Aku Bryan..." Balasnya dengan juga menjabat tangan Sarah.
Kini mereka berkenalan dengan cara mereka sendiri yang tak terduga.
__ADS_1
Tuhan nampaknya berpihak kepada ku. Batin Bryan ketika mereka berdua berkenalan.