Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Melawan 17


__ADS_3

Kini semua orang telah berkumpul di Markas besar milik dari Singa tak terkecuali Alex berserta Allinna dan Jonathan beserta Jovanka, sedangkan anak anak mereka kini berada di tempat sang Ayah Johan, sedangkan anak dari Jonathan dan Jovanka kini tidak ada di negara yang sama karena memang mereka sedang menempuh pendidikan.


Zac beserta Jonathan kini berada di ruangan kerja mereka hanya diam dan memikirkan sesuatu yang akan mereka lakukan selanjutnya.


" Maria gimana kabar gadis itu?" Jonathan kini membuka suaranya dia tidak tahu apa perkembangan gadis lugu yang saat ini sedang di tipu oleh kakak iparnya.


Zac menghela nafasnya yang berat masalah ini akan melebar kemana mana jika tidak segera di selesaikan. " Maria mundur dia lebih percaya dengan keluarga nya itu, mereka minta maaf dan gadis itu mempercayai nya hanya karena kebaikan nya sesaat..." Jawab Zac dengan mengusap wajah kasarnya.


Jonathan hanya memandang sepupunya dengan datar dia yakin saat ini sepupunya lagu banyak hal yang di pikirkan.


Tok!! Ceklek!! suara ketukan serta pintu terbuka membuat kedua laki laki yang ada di dalam langsung menoleh ke arah pintu yang terbuka, kini para laki laki gagah masuk ke dalam sana dengan secara bersamaan.


" Dua hari lagi kita akan sidang jadi kamu siapkan semuanya?, bukti bukti sudah aku copy dan aku juga sudah berikan kepada jaksa. Karena kita penuntut nya kita harus tiba lebih awal sebelum persidangan..." Albert yang kini duduk di sana juga langsung mengatakan apa yang harus mereka lakukan.


" Para media juga sudah menyerbu rumah anda bos..." Steve yang sedang memantau situasi kini juga mengatakan nya.


" Dan rumah dari Peter pun juga di serbu para media..." Timpal Andre yang juga ada di sana.


" Andre lu cari saja wanita lain, mungkin Maria bukan yang terbaik untuk mu..." Perkataan Jonathan membuat Andre hanya diam. Diamnya antara mengiyakan atau diamnya karena memikirkan gadis kecil tersebut.


" Zac seperti nya kita harus hati hati karena aku rasa tidak mungkin mereka terima karena kita menolak jalur damai..." Alex yang kini juga ikut terlibat dalam hal ini kini mulai membuka suaranya.

__ADS_1


" Hem kau benar, maka dari itu aku minta jika kalian pergi bawah lah pengawal banyak. Saat ini musuh kita bukan lah orang yang muda kita lawan. Dia bisa membunuh Paman Yun karena kepentingan pribadinya..." Zac menjawab apa yang di katakan oleh temannya itu. " Terutama kamu Alex, mereka akan mengincar mu karena kamu menghancurkan bisnis mereka jadi kau yang lebih hati hati..." Alex mengangguk.


" Abhi kau siapkan pengawalan untuk Alex dan Allinna, aku tidak mau ada hal yang terjadi, berikan dia pengawal yang terlihat dan tak terlihat..." Perintahnya.


" Mengerti bos..." Jawab Abhi.


" Dan Andre lu ikutin Albert kemana dia pergi aku rasa pengacara tua bangka itu akan memiliki rencana untuk Albert."


" Dia tahu siapa aku bos jadi gak mungkin dia berani menyerang ku."


" Jangan remehkan lawan mu Al. Sudah ku katakan kita tidak pernah tahu 22 tahun mereka memiliki koneksi dengan siapa saja kita harus hati hati sekarang, bukan karena kita tidak percaya dengan kemampuan kita tapi demi keselamatan kita sendiri. Perang sudah kita buka dan mereka tidak mungkin mundur dengan muda..." Zac yang bicara kini membuat semua orang yang ada di sana mengangguk menyetujui apa yang di katakan ketuanya.


" Pengawal yang ada di depan gerbang juga tambah aku ingin semuanya aman dan tidak terjadi apa apa..." Abhi kini segera mengangguk dan keluar untuk mengatur tambahan pengawal.



" Kakak mu ada meeting penting jadi dia pasti sangat sibuk..." Jawab Anna dari arah belakang.


" Apa sampai larut malam?, di luar sedang tidak aman, banyak media yang ingin mengambil pernyataan kalian jadi aku rasa tidak baik jika kakak terlalu lama di luar."


Anna menyentuh pundak Maria dengan senyumannya yang di buat buat agar terlihat natural. " Kami akan baik baik saja selama keluarga kami utuh dan saling menjaga serta saling mendukung. Bukankah kita saat ini butuh dukungan dari keluarga?"

__ADS_1


" Aku akan di sini mendukung kalian semua karena saat ini kalian adalah keluarga ku..." Maria kini langsung memeluk kakak iparnya secara tiba tiba membuat Anna juga langsung membalas nya dengan wajah datarnya.


Pelukan itu membuat Anna merasa risih andaikan tidak ada sandiwara mana mungkin dia mau merasakan di peluk oleh gadis sampah yang dia buang sejak dulu. Jika tidak ada apa yang dia inginkan mana mungkin dia mau melakukan hal pura pura seperti ini.



Sedangkan Adriano kini kembali dari perusahan dengan penampilan yang berantakan. Wajahnya kini terlihat begitu kacau ketika dia memasuki rumah besar nya itu. Jalan nya kini begitu lemas serta tangan nya menyeret jas biru yang tadi dia pakai. Kedua wanita yang sedang berpelukan itu langsung menatap ke arah langkah kaki yang masuk ke dalam, kedua orang itu kini langsung saling bertatapan dengan heran melihat laki laki yang masuk dengan begitu berantakan.


" Adriano kamu kenapa?" Anna langsung menghampiri suaminya yang terduduk lemas di sofa ruang tamu. Anna beserta Maria kini langsung menyentuh tangan Adriano dengan menatap keheranan.


" Kakak kenapa?, apa yang terjadi?, jawab kak jangan diam saja, kami takut jika kamu seperti ini."


" Hancur, kita hancur Maria, semua nya sudah hancur tak ada satu pun yang tersisa saat ini..." Apa yang di katakan oleh Adriano membuat kedua wanita itu bingung, mereka menatap Adriano dengan tatapan tanda tanya.


" Apa yang hancur Pa?, bicara yang jelas dan katakan apa maksud nya?, siapa yang hancur?" Anna kini bergetar dia tahu apa yang di maksud suami nya hanya saja dia tidak ingin menebaknya dia ingin suaminya sendiri yang mengatakan.


" Kita yang hancur, perusahan kita hancur Ma, semuanya hancur. Semua para pemegang saham menarik semua saham yang sudah mereka tanam, mereka ingin kita mengembalikan semuanya dengan segera..." Anna kini di buat syok dia tak menyangka semuanya terjadi dengan cepat.


" Ini masih berapa hari Ayah berada di penjara dan mereka sudah mengambil semua saham nya, sungguh tidak memiliki hati mereka."


" Bukan hanya karena Ayah berada di sana tapi mereka juga tahu tentang pembangunan di perbatasan yang macet, mereka juga tahu bahwa gambaran yang biasa nya aku ajukan ke mereka bukanlah aku yang membuat sketsa tapi orang lain dan aku hanya membelinya ke orang itu, bahkan tadi orang itu ada di antara mereka..." Anna dan Maria kini tambah terkejut dengan apa yang mereka dengar. Mereka tak menyangka kehancuran begitu cepat menghampirinya.

__ADS_1


Yang Bab Melawan 16 emang gak ada ya lagi di revisi tapi sebelum revisi dan penasaran dengan cinta Daddy Zac dan Mommy Val kalian bisa wa Mince 081324594302 karena dari kemarin Mince kirim lewat wa secara pribadi 😁😁



__ADS_2