Wanita Nakal

Wanita Nakal
Season4_ Ex Husband Is Broken_ Sudah Mulai Terbiasa 4


__ADS_3

Langit tak memiliki bintang yang bertaburan, kegelapan malam membuat semua orang harus menghidupkan lampu untuk menerangi nya.


Malam yang gelap seperti hati seorang yang tak memiliki tujuan hidup, hati yang rapuh seperti tak memiliki nyawa di raga nya.


Malam yang mengambarkan hati seorang yang saat ini tak memiliki tujuan, yang tak memiliki kehidupan seakan mati di dalam hati nya. Ingin memiliki cahaya yang menerangi cahaya nya agar bisa tetap berjalan di setiap langkah nya agar tak tersesat di setiap tujuan hidup nya.


🥀🥀


.


.


.


Di dalam kamar mewah itu Amel atau Angel kini hanya bisa memunggungi tamu nya yang berada di belakangnya. Angel memejamkan matanya menetes kan air matanya yang dari tadi di tahan tapi nyatanya air mata itu tetap saja keluar begitu saja.


Menyesal saat ini tak ada gunanya karena semuanya sudah terjadi begitu saja. Angel kini berusaha untuk menerima jalan Takdir nya yang memang menyakitkan hati nya saat ini.


Dia yang dari tadi berusaha tenang, mengontrol emosinya. Dia menghapus air matanya dengan segera. Menangis darah sekalipun tak ada guna nya saat ini. Menyesal pun juga percuma karena dialah yang sudah mengambil keputusan terbesar ini.


Keputusaan yang akan mengubah nya di mana dia harus merasakan menjadi wanita hina di mata semua orang. Keputusan yang akan mengubah Takdir nya tentang semuanya butuh pengorbanan.


Angel mengambil nafasnya dengan pelan membuangnya dengan kasar lalu segera terbangun dari tidurnya. Dia menoleh ke belakang dan menatap tamu nya yang menghisap rokok dengan bersandar di sisi ranjang.


" Ternyata benar ini adalah pengalaman terbaru mu?"

__ADS_1


" Maafkan saya jika saya tidak memuaskan anda!" Ucapnya dengan menunduk.


Angel yang tak tahu seperti apa cara untuk memuaskan seorang pasangan nya. Tapi ini bukanlah pasangan nya melainkan tamu yang harus dia layani. Tapi dia yang lugu dia bahkan tak tahu caranya membalas hanya sekedar ciuman.


" Tak masalah karena aku suka dengan wanita yang polos seperti mu..." Laki laki itu menoleh ke arah Angel yang masih menunduk.


Tamu itu hanya tersenyum kecut ketika melihat Angel wanita yang polos tapi akhirnya dia tetap saja terjebak di zona yang akan membuat semua orang menganggap nya hina.


" Kau malu? harusnya kau bersikap liar setelah ini. Karena semua wanita nakal hanya akan malu pada awal nya tapi akan liar dan menjijikan ketika sudah pandai melayani tamu nya."


Angel menelan ludah nya dengan kasar ketika mendapatkan hinaan dari seorang. Baru kali ini dia baru mendengar dirinya di hina oleh seorang.


Sakit hati? tak perlu memiliki hati karena setiap wanita malam akan selalu mendapatkan hinaan dari setiap orang.


Angel kini melirik jam yang ada di pergelangan tangan nya dia kini sudah tahu waktu nya untuk pergi dari sini. Waktu nya telah habis untuk menemani sang tamu.


" Tuan maafkan saya tapi saya harus pergi. Waktu saya telah habis menemani anda!" Angel bersikap sangat sopan bahkan dia mengatakan dengan sedikit menunduk dia tak berani menatap tamu nya.


Wajahnya terlalu malu untuk menatap orang yang tadi telah hampir bergelut di atas ranjang dengan nya. Dia tak tahu harus berterima kasih atau tidak karena laki laki itu tak jadi menyentuhnya tadi.


Tamu itu tak menjawab nya hanya mengangkat tangan nya untuk mendekat. Angel dengan sedikit takut serta gugup dia akhirnya memberanikan diri untuk mendekati tamu nya yang masih berada di atas kasur nya tersebut.


Angel duduk di sebelah tamu tersebut, mata mereka kembali beradu ketika tangan tamu itu mengangkat dagu nya agar sang tamu bisa melihat wajah wanita itu.


" Jangan pernah menundukkan wajah mu! angkat kepala mu lihat Takdir mu. Jangan pernah menyerah di dalam kehidupan ini, berjuanglah untuk menjalani kehidupan mu. Aku tahu kau wanita baik baik tapi jalan mu yang salah, tapi aku tak akan menghina sebuah pekerjaan mu karena setiap orang berhak menentukan pilihan untuk dirinya bekerja. Pesan ku hanya satu jangan menundukkan wajah nya seperti takut kepada Takdir, tapi angkat wajah mu dan lihat Takdir yang ada di depan mu."

__ADS_1


Angel terpaku dengan apa yang telah di katakan oleh sang Tamu, dia yang tiba tiba tadi menghina nya kini berbicara bijak di depan nya. Angel benar benar terpaku dan hanya bisa diam ketika mendengar semua apa yang di katakan oleh Tamu tersebut.


Sang Tamu kini mengambil sesuatu di dalam dompet yang ada di sebelahnya. Mengeluarkan sebuah kartu ATM.


" Pakailah ini! di sini ada beberapa jumlah uang untuk mencukupi kebutuhan mu. Jika kau butuh apapun kau juga bisa menghubungi ku, di sini ada sebuah kartu nama ku."


Angel kembali di buat terkejut dengan apa yang tiba tiba di berikan oleh sang tamu. Dia menatap sang tamu tanpa bisa berkata apa apa selain hanya menatapnya.


" Aku akan datang setiap hari ke tempat mu dan aku akan yang memesan mu agar kau tak di sentuh oleh laki laki lain."


" Kenapa anda melakukan ini kepada saya?, anda tadi hampir menyentuh saya tapi kemudian anda menggagalkan nya. Dan sekarang anda memberikan kartu yang di dalam nya ada sejumlah uang, lalu anda akan datang ke tempat saya. Sebenarnya apa yang anda inginkan?"


Tamu itu tersenyum menatap Angel yang malah mempertanyakan semuanya. " Dengar Angel aku tahu kau adalah korban dari keadaan yang membuat mu terjerumus di tempat kotor ini. Aku tak akan merusak mu dengan nafs* ku, aku akan menjaga mu dengan cara ku. Sekarang kau pulanglah dan tunggu aku besok, aku akan datang kesana untuk membawa mu lagi ketempat ini."


Angel lagi lagi di buat terdiam ketika sang Tamu mengatakan tujuan nya. Dia bahkan tak tahu apa yang harus di lakukan setelah ini.


" Anggap aku sebagai kakak mu yang akan melindungi mu! saat ini aku memang belum bisa mengeluarkan mu dari sana tapi percaya pada ku bahwa aku akan bisa segera mengeluarkan mu dari sana."


" Tuan jangan memberikan aku harapan palsu biarkan semuanya seperti ini. Jangan menyusahkan anda sendiri."


" Tidak-"


Tok! Tok! Tok! semua orang langsung menoleh ke arah sumber suara yang terketuk.


" Pergilah itu pasti orang orang mu yang sudah menunggu mu!"

__ADS_1


Angel hanya diam melihat nya tanpa melakukan apapun. Angel tiba tiba memeluk tubuh laki laki itu dengan mata berkaca kaca.


Malam di mana dia yakin akan kehilangan yang berharga nya nyata nya tidak. Apa yang telah di jaga masih utuh. Mereka hampir melakukannya tapi di saat waktu yang tepat sang Tamu membatalkan niat nya ketika bayangan seorang wanita yang mengusik pikirannya.


__ADS_2