Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Season2_ Tamu itu ?


__ADS_3

" Jadi ibu selama ini hanya bersandiwara mendukung Chelsea?" Cla membuka suara ketika ibu dan ayah nya selesai menjelaskan semua nya.


" Sayang ibu hanya pura pura mendukung nya, dan kita sudah menemukan nya..." Jawab nya dengan tersenyum.


" Apa Chelsea meninggal karena ulah ayah?" Johan tak bergetar sama sekali meskipun putri nya langsung menuduh membunuh nya.


" Tidak, ayah tak tahu apapun. Kami hanya mencari yang kami butuhkan, lalu kami sudah mendapatkan nya..." Jawab nya dengan berbohong, tak mungkin dia menjawab nya dengan jujur.


" Apa kita bisa mempercayai ucapan kalian?" Alex masih ragu dengan apa yang di ucapkan mereka berdua, Alex juga tahu bahwa Chelsea telah di sekap oleh ayah mertua nya tapi sang ayah tetap tak ingin mengatakan bahwa dirinya ada peran dalam membuat Chelsea meninggal.


" Bahkan ibu berani bersumpah demi apapun, bahwa ibu hanya bersandiwara mendukung nya selama ini, mungkin jika kita bertindak lebih cepat sedikit saja, kalian tidaka akan kehilangan nya."


" Kami sudah sepakat melupakan masa lalu tapi aku dan Alex akan tetap membawa nama putri kami di hati kami..." Cla tersenyum getir ketika harus mengingat anak nya yang telah meninggal.


" Bu, boleh kah aku memeluk mu?" Tanyanya dengan suara lembutnya, entah kenapa dati tadi dia ingin sekali berlari memeluk ibu mertua nya.


" Tentu sayang, kau juga putri ku..." Mereka berdua saling berpelukan, saling melepas rindu, saling menyalurkan kekuatan dalam pelukan hangat nya.


Pelukan hangat yang Cla rindukan kini kembali dia dapatkan, sosok ibu yang dia impikan kini berada di pelukan nya, pelukan sosok dari ibu yang dia impikan kini menjadi kenyataan.



" Jadi ibu dan ayah teman?" Alex memicingkan matanya menatap ayah mertua nya yang duduk dengan tenang di sana, sedangkan ibunya masih berpelukan hangat dengan istri nya.


" Kenapa kalian tak pernah mengatakan apapun kepada kami?" Sambung nya dengan rasa penasaran.


" Kau tak pernah bertanya..." Jawab ayah mertua nya dengan santai.


" Atau kalian teman dekat sewaktu muda?" Cla yang dari berpelukan kini mulai menimpali perkataan suami nya dan melepaskan pelukan tersebut.


" Tidak sayang, kami hanya berteman..." Jawab sang ibu juga santai, mungkin dulu mereka memang memiliki rasa, tapi rasa itu menghilang dengan sendiri nya, semenjak mereka harua menjalani kehidupan mereka masing masing dan sekarang mereka bertemu dengan anak anak mereka yang bersatu, seperti nya Tuhan hanya menjodohkan mereka sebatas teman.


" Sekali lagi ibu minta maaf..." Aneth menggenggam tangan menantu nya dengan erat.

__ADS_1


" Sudahlah bu, aku sudah damai dengan taksir ku..." Cla tersenyum membalas apa yang ibunya mertua nya katakan.


Kini mereka mengobrol seperti biasa nya, tak ada kecanggungan di sana. Tembok besar itu kini runtuh dengan sendiri, benteng di hati nya kini lenyap dengan seketika, kini mereka bahagia sangat bahagia, apa yang menjadi penghalang kini telah tak ada.


" Sayang ibu tadi menemukan surat kecil ini di sebelah Chelsea untuk mu..." Cla menerima surat kecil yang ada di tangan ibu nya, membaca nya dengan segera.


Clarissa aku minta maaf, aku kalah dan aku menyadari itu. Aku minta maaf karena sudah hampir merusak kebahagian kalian, aku sadar Alex sangat mencintai mu, bahkan aku tahu di hati nya sudah tak ada aku lagi, kamu lebih pantas untuk nya di banding aku. Aku tak tenang karena aku mendengar anak mu telah meninggal karena ulah ku, dari itu aku memilih jalan ku sendiri, sekali lagi maafkan aku, aku harap kalian bahagia dan memaafkan aku.


" Mudah mudahan dia juga tenang..." Cla sedikit berdoa untuk ketenangan jiwa wanita yang dari kemarin mengejar suami nya, bahkan karena nya dia harus berduka.


" Sayang sebaiknya kita sekarang istirahat kamu pasti lelah..." Alex takut jika istri nya kembali berduka ketika mengingat nama wanita itu.


" Ibu dan ayah tinggallah..." Mereka berdua hanya mengangguk pelan.


Alex dan Cla kini masuk ke dalam kamar nya untuk istirahat, sedangkan kedua orang tua tersebut masih di sana dengan sisa kopi di meja, mereka masih saling mengobrol karena mereka cukup lama berteman.


" Kau menyusun rencana ini dengan bagus..." Aneth mulai membuka pembicaraan ini ketika melihat anak anak nya masuk ke dalam kamar.


" Kau juga pandai bersandiwara..." Johan membalas ucapan Aneth dengan tetap tenang.


" Jelas aku..." Katanya dengan tertawa. " Kau tahu bahwa aku tadi sangat menikmati menghukum wanita itu..." Sambungnya dengan senang, bahkan wajah senang nya tak bisa di tutupi.


" Kau dari dulu selalu senang jika aku mengajak mu untuk menghukum seseorang..." Desis nya tanpa menatap Aneth.


" Aku sudah lama tak melakukan nya, bahkan semenjak kita berpisah aku tak pernah melakukan hal gila, dan di saat umur ku yang tua aku bahkan merasakan nya lagi ayah..." Katanya dengan tersenyum membayangkan apa yang dia lakukan tadi adalah hal yang sangat menyenangkan.


" Sudah aku katakan jangan panggil ayah, itu menjijikan..." Ucapnya dengan kesal karena wanita yang di sebelahnya selalu memanggil nya dengan ayah, bahkan dari dulu dia selalu memanggil Johan dengan sebutan ayah.


" Kau mertua dari putra ku, dan kau adalah ayah ku dari dulu, apa kau lupa bahwa kau seperti ayah ku yang menjaga ku sewaktu sekolah..." Aneth selalu merasa aman ketika berada di dekat Johan sewaktu masa masa sekolah. Johan selalu melindungi teman wanita nya itu ketika ada orang yang sengaja menganggu nya, dan Aneth yang selalu di ajak untuk melakukan hal gila waktu dulu. Kini putra nya memiliki mertua yang akan menjaga nya dengan segenap tenaga nya.


" Menjijikan, tidurlah..." Johan bangun dari tidurnya, meninggalkan Aneth yang di sana dengan tertawa mengejek seperti biasa nya.


Tamu yang ikut andil membunuh Chelsea tadi adalah Aneth, dia ikut menghukum nya karena dari kemarin dia ingin merasakan hal gila lagi, Aneth dari dulu selalu mengikuti Johan jika dirinya menghukum orang orang yang sengaja mengejek nya atau pun sengaja mengejek nya. Semenjak menikah Aneth membuang jauh jauh jiwanya untuk membunuh seseorang yang melukai keluarga nya, tapi kali ini dia merasakan jiwa muda nya bangkit lagi karena berada di dekat teman lama nya, Johan Keddrix.

__ADS_1


🌹🌹🌹


Dua tahun sudah pernikahan Clarissa dan Alexander, mereka tetap bahagia meskipun mereka sampai sekarang belum juga ada bayi di tengah tengah mereka.


Mereka tak mempermasalahkan nya, mereka akan mengikuti takdir nya, mereka juga tak mengeluh sedikit pun. Pagi ini Clarissa seakan tak ingin beranjak dari dekapan hangat suami nya, dia malah semakin menempelkan tubuh nya ke tubuh suami tercinta nya.


" Sayang bangun ini sudah hampir siang..." Alex menepuk pipi istrinya dengan lembut. Cla yang dari beberapa hari ini tak ingin jauh dari nya membuat dirinya bahagia, karena istrinya bersikap manja kepada nya.


" Sebentar lagi Hubby, aku masih mengantuk..." Jawabnya dengan semakin merapatkan tubuhnya.


" Sayang ini sudah hampir siang, apa kamu tak ke kantor hari ini?" Tanyanya yang juga merapatkan tubuhnya.


" Tidak, aku ingin ikut kamu kekantor hari ini."


" Kenapa tiba tiba ingin ikut ke kantor?" Alex tentu terkejut karena hari ini jadwal nya sangat padat, jika sang istri ikut dia tak bisa menemani nya, karena ad beberapa meeting yang harus dia lakukan.


" Apa aku tidak boleh datang ke perusahan suami ku..." Suara Cla kini berubah sinis, padahal sejak tadi suaranya lembut.


" Tentu boleh sayang, tapi kenapa tiba tiba?"


" Sudahlah aku gak jadi datang, aku mau pergi bekerja saja..." Cla dengan cepat bangun dari tidurnya meninggalkan suami nya yang bingung menatapnya.


" Sayang jangan marah, aku hanya bertanya..." Alex mengejar istrinya yang masuk kedalam kamar mandi.



" Pergilah aku ingin mandi..." Usirnya.


Cla mendorong tubuh suaminya yang tiba tiba memeluknya begitu saja. " Pergilah aku tak ingin melihat mu..." Usirnya lagi dengan memberontak dalam pelukan nya.


" Sayang kita akan ke kantor, kamu boleh datang ke sana kapan mu, jangan marah, aku tadi hanya bertanya, tak ada maksud lain..." Cla bergeming sama sekali, dia malah menghidupkan shower nya akan menguyur mereka berdua.


🌼🌼🌼

__ADS_1


Sudah gak penasaran mak, sudah mimin kasih tahu ya siapa tamu yang di ikut andil membunuh Chelsea 🀭


Ramaikan like dan komentar boleh dong mak 🀭 minta vote dan hadiah nya juga boleh mak, koin juga ga pa pa , tapi lak gak punya gak maksa mak 😁


__ADS_2