
*Takdir atau keberuntungan yang jelas aku menerimanya dengan tangan yang terbuka.
Zac Kozan*
Pov Zac Kozan
Malam ini aku begitu penat menghadapi pekerjaan ku yang begitu menumpuk di meja besar ku, kepala ku terasa pusing dan mata ku yang terasa berkunang kunang melihat angka di sana. Aku butuh menjernihkan pikiran ku dan juga butuh pelepasan yang lama tak aku lakukan.
Aku ada Zac Kozan sepupu dari Jonathan Christopher, ayah ku dan ayah Jonathan adalah kakak beradik. Waktu itu ada perebutan wilayah hingga membuat kedua kelompok mafia harus saling serang, saling menunjukan kehebatan nya, dan saling menunjukan kekuasan nya. Ayah ku yang adik dari paman ku, akhir nya harus di suruh lari dan di suruh sembunyi, karena paman tak ingin keluarga satu satu nya harus meninggal jika ada musuh yang tiba tiba menyerang.
Ayah ku dan sang ibu harus bersembunyi ke negara Italia dengan harus terpaksa menganti nama marga nya, yang berganti menjadi Kozan. Aku di besarkan di sini, di besarkan di negara ini. Sejak aku kecil, aku selalu suka dengan pertengkaran, pembunuhan, mafia, perampokan, hingga akhir nya paman ku mengambil ku dan membesarkan ku bersama Jonathan. Sekarang di sinilah aku di beri kekuasan penuh oleh Jonathan, sejak Jonathan menikah dan resmi memiliki anak dia enggan berhubungan dengan darah, dia memutuskan untuk tidak ikut campur dalam kelompok mafia kami. Tetapi jika aku masih saja bertanya kepada Jonathan apa yang harus aku ambil jika menyangkut kelompok kami.
Aku sekarang tiba di sebuah hotel berbintang, aku memiliki kamar pribadi di sini, karena ini juga termasuk hotel keluarga kami. Setelah aku selesai dengan urusan mandi ku, aku segera keluar dari kamar mandi dengan masih memakai kimono. Ketika aku ingin duduk aku mendengar sebuah ketukan pintu yang keras hingga membuat aku mengernyitkan kening dengan bingung.
Ceklek ! Bruk ! aku terkejut ketika ada seorang wanita yang langsung mendorong tubuh ku dengan kencang.
" Siapa kamu?" Aku sungguh tak mengenal wanita ini, apa mungkin dia wanita yang aku pesan tadi, tapi tidak mungkin jika dia wanita nya, dia tak memiliki sopan santun.
__ADS_1
" Kau pura pura tak mengenal ku..." Aku semakin di buat bingung dengan perkataan nya. " Wanita jal*ng mu itu ha, hingga kau tak mengenal ku..." Aku terdiam karena dia mengatakan tentang jal*ng, apa dia tahu bahwa aku memesan jal*ng. Aku mengekor di belakang nya ketika dia dengan langkah terhuyung mengeledah semua ruangan ku mencari seseorang yang tak aku tahu.
" Di mana wanita jal*ng mu Aiden..." Astaga cewek ini mengira aku kekasih nya. Aku dengan sigap menangkap tubuh nya ketika dia lagi lagi terhuyung akan jatuh ke belakang. Wangi tubuh nya langsung menyeruak ke indra penciuman ku.
" Minggir jangan peluk aku, aku jijik dengan mu..." Aku mundur kebelakang ketika dia mendorong ku.
" Hei wanita..." Aku mengejar wanita itu yang tetap melangkah masuk ke dalam ruangan ku.
" Aku bukan Aiden mu, lihat aku..." Aku menangkap nya agar dia dapat melihat wajah ku, agar dia bisa membedakan bahwa aku bukan kekasih nya.
Dia memajukan wajah nya, mengamati wajah ku, mata nya yang memerah karena alkohol yang dia minum.
" Kau bukan Aiden sia*lan itu..." Dia menepuk jidat nya sendiri. " Kau lebih tampan dari si breng*sek itu..." Aku geleng geleng melihat tingkah wanita yang sedang mabuk.
" Kau di kirim Boy ke sini?" Aku melihat wanita seksi yang di depan ku.
" Tuan Zac, apa kau menunggu wanita lain selain aku?" Suara nya yang mendayung dayung dengan tangan nya yang sudah merambah ke dada ku.
" Apa aku menunggu tamu tuan..." Suara wanita itu membuat aku menoleh ke arah belakang, sial.
__ADS_1
" Kau bersama kekasih mu, tapi masih menunggu aku, kau ingin bermain bersama..." Pikiran ku langsung menolak apa yang dia katakan.
" Sialan..." Sebelum aku mengatakan apapun dia sudah pergi meninggalkan aku di depan pintu. Astaga gara gara wanita ini aku gagal.
" Kau..." Dia hanya tersenyum penuh kemenangan dan masuk lagi ke dalam.
" Kau juga bersama jalan*, menjijikan..kau sama si breng*sek itu..." Tentu aku berbeda karena aku memesan wanita dari kelas tinggi.
" Sebaik nya kau pergi, kau menggagalkan rencana ku..." Jika tidak ada wanita ini, aku sudah pasti melampiaskan hasrat ku.
" Kau menjijikan tuan..." Dia menunjuk muka ku dengan jari nya yang berkuku panjang, dan aku lagi lagi harus menangkap tubuh nya yang akan jatuh ke belakang.
" Kau sedang patah hati, karena kekasih mu sedang bersama ******?" Aku memeluk pinggang nya dengan erat, hingga tubuh kami berdekatan, parfum nya serta bua alkohol langsung tercium di hidung ku.
Tanpa ku sadari dia malah mengecup singkat bibir ku membuat aku menahan nafas ku.
" Apa pera*wan sebuah hinaan, hinga semua orang tak ingin menghargai keputusan untuk menjaga keperaw*an nya..." Ucap nya ketika ciuman itu terlepas, aku masih mencerna kata kata nya.
__ADS_1
" Tidak ada wanita yang masih pera*an di jaman sekarang..." Aku masih tak percaya bahwa ada wanita pera*an di jaman sekarang. Jika aku menemukan nya maka aku akan menjaga nya dan menjadikan dia milik ku.
" Kau masih tak percaya bahwa ada wanita yang pera*wan di jaman sekarang..." Dia lagi lagi mendorong tubuh ku hingga kami berjauhan.