
Perusahan besar itu kini juga menjadi hebih karena di datangi oleh banyak laki laki tegap dengan pakaian lengkap police dan ada juga yang berpakaian preman. Perusahaan itu yang tak pernah memiliki citra buruk siang ini harus di datangi banyak nya police dengan entah siapa yang mereka curiga tentang kasus pemutusan kabel rem tersebut.
" Permisi saya ingin bertemu dengan pimpinan perusahan ini, Tuan Zac Kozan..." Laki laki tegap dengan penampilan baju lengkap police kini berdiri di depan sang asisten yang selalu bisa diandalkan.
" Ada keperluan apa anda mencari bos saya?" Steve tentu saja menghalangi para police ini yang ingin bertemu dengan bos nya.
" Saya akan jelaskan jika saya sudah bertemu langsung dengan Tuan Zac sendiri..." Police itu tentu tak ingin mengatakan apa apa kepada asisten yang menatap nya dengan tajam.
" Saya adalah orang kepercayaan nya, anda bisa mengatakan dulu ada perlu apa anda menemui bos saya..." Steve menekan kata kata nya agar mereka tahu bahwa tak muda menemui pimpinan dari perusahan besar ini. Steve tentu menatap nya dengan penuh menantang bahkan dia tak bergetar sama sekali ketika mata mereka saling menatap sengit.
" Saya bisa menahan mu karena menghalangi penyelidikan kami..." Police akhir nya membuka suara lebih tinggi dan sedikit mengancam nya.
" Saya juga bisa melaporkan anda karena tindakan tidak menyenangkan dan ingin menerobos ke dalam perusahan..." Steve tentu saja tidak takut bahkan dia berani mengancam balik para police itu.
Police itu hanya menghela nafas nya dengan menatap tajam ke arah laki laki yang juga sama tegap nya dengan diri nya.
" Saya tanya sekali lagi, ada urusan apa anda ingin bertemu dengan bos saya?, jika anda tak memiliki jawaban, silahkan anda dan orang orang anda pergi dari sini. Karena saya tidak akan membiarkan anda menemui bos nya tanpa memiliki alasan yang jelas..." Mungkin hanya steve yang berani mengusir mereka dengan terang terangan, mereka saling melempar pandangan mematikan.
Steve tahu betul siapa laki laki di depan nya ini, dia sebenarnya sangat hati hati tapi dia harus melawan nya agar semua nya lebih jelas dan jika salah sedikit saja para police ini akan mencurigai nya dan bos nya.
" Saya hanya ingin menanyakan sesuatu pada nya, mungkin beberapa pertanyaan yang penting bagi penyelidikan kami..." Police itu akhirnya bicara ketika dia tetap tak bisa menerobos masuk bertemu dengan laki laki yang dia curigai, dan kilatan kemarahan dari mata mereka berdua.
" Tunjukan surat perintah nya, saya akan membaca nya..." Police itu hanya diam ketika asisten itu meminta surat perintah nya.
__ADS_1
Police itu melirik ruangan yang tertutup dengan tulisan CEO, police itu berjalan mundur sebelum akhirnya sedikit lari menerobos masuk ke dalam ruangan besar itu.
Bruak !! pintu itu terbuka dengan paksa membuat orang yang di dalam ruangan tersebut menatap nya dengan mengangkat alis nya sebelah dan beberapa orang juga berdiri di sana tak jauh dari pintu itu.
" Aku akan menutut mu atas tindakan tidak menyenangkan..." Steve mencengkeram baju police itu yang berdiri di depan pintu.
" Steve..." Bariton dari laki laki belakang nya membuat Steve melepaskan cengkeraman nya dengan kasar.
" Tuan mereka dari tadi ingin menemui anda, tapi ketika aku menanyakan ada perlu apa mereka tak bisa menjawabnya, ketika aku menanyakan surat perintah nya mereka juga tak bisa menunjukan nya..." Steve masih berdiri tegak di depan para police itu seakan menghalangi para police untuk menyentuh bos nya.
" Jadi anda yang bernama Tuan Zac Kozan..." Police itu akhirnya membuka suara ketika mata nya menatap laki laki yang di depan laptop nya duduk dengan tenang, bahkan wajah nya mengambarkan tak terjadi apa apa di sana.
Para police itu berdiri di depan Zac dengan menatap nya dengan gusar, meja besar itu hanya menjadi penghalang mereka berdua.
" Saya kesini untuk menanyakan tentang Tuan Peter..." Police itu masih menatap ke arah laki laki gondrong yang tetap duduk dengan tenang.
" Tuan petet?, laki laki tua tak tahu malu itu, katakan ada apa dengan nya?" Tanyanya dengan menyandarkan punggung nya di kursi besar yang dia duduki.
" Saya tidak bisa bertanya di sini, saya harus membawa anda ke ruang introgasi kami."
__ADS_1
" Tunjukan surat perintah mu jika ingin membawa bos saya..." Steve masih geram dengan tingkah police yang di depan nya, yang ingin membawa bos nya tanpa mau menunjukan surat perintah.
" Steve calm down..." Zac tentu saja tek gusar ataupun bergetar sama sekali, dia tetap tenang meskipun berhadap dengan banyak nya police di depan nya saat ini.
" Katakan satu hal untuk ku. Apa yang terjadi pada tuan Peter dan kenapa aku harus ikut kalian ke ruang interogasi kalian?"
" Tuan peter meninggal dalam kecelakan dan para teknisi sudah mengecek mobil nya yang ternyata ada pemutusan di kabel rem nya. Saya rasa anda harus nya sudah tahu tentang berita ini..." Police itu menekan kata kata nya dengan menatap laki laki gondrong itu.
" Saya turut berdua tentang kabar meninggalnya tuan peter..." Zac menutup matanya seakan dia berdoa untuk mendiang tuan Peter tersebut.
" Lalu hubungannya dengan saya apa?" Sambungnya ketika dia sudah selesai berdoa.
"Sebelum terjadi kecelakan nomer yang terakhir di hubungi adalah nomer perusahan ini dan nomer anda, dan istrinya juga mengatakan bahwa pagi itu dia datang ke sini bertemu dengan anda, jadi ikutlah ke ruang interogasi untuk menanyakan beberapa hal kepada anda..." Sambung nya.
" Tunjukan surat perintah anda police yang terhormat, anda dari tadi bicara panjang lebar tapi anda tak ingin memberikan surat perintah untuk membawa bos nya ke ruangan anda..." Tentu saja tak muda membawa Zac ke dalam ruangan itu, karena ada Steve yang akan terus menghalangi nya.
" Saya memang tak membawa surat perintah tuan karena ketika saya mendapatkan kabar dan copy dari ponsel tuan Peter saya dan istri nya mengatakan dia datang ke sini, saya langsung datang ke sini..." Police itu menjelaskan nya dan merasa bersalah karena tak membawa surat perintah yang biasa nya dia akan bawah.
" Maafkan saya yang melupakan surat perintah tapi saya hanya ingin menanyakan beberapa hal saja, tolong ikut kami ke ruangan interogasi..." Police yang bernama Abhi itu akhir nya mengatakan dengan penuh penyesalan.
" Steve kau hubungi pengacara dan datanglah ke sana, kalau perlu bahwa Kris juga..." Zac akhir nya berdiri mengunakan jas nya dengan tenang.
" Baik tuan..." Jawab Steve dengan menunduk sebentar.
__ADS_1
Zac akhir nya mau ikut mereka meskipun mereka para police tak membawa surat perintah, Zac mau tahu tentang apa yang akan police ini tanyakan kepada nya. Zac hanya tersenyum tipis di bibir nya, senyuman yang menakutkan untuk para mereka yang tahu arti dari senyuman itu.