Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Melawan 32


__ADS_3

Flashback On



" Maria kita ingin bicara sebelum kau pergi ke rumah kakak mu..." Pagi itu ketika Maria yang ingin pergi untuk kerumah kakaknya kini di cegah oleh kedua bosnya, Zac dan Val yang melihat gadis itu duduk di kursi yang sedang menunggu Suhu untuk mengambil obat pereda nyeri nya.


" Bos ada apa?, apa ada yang terjadi?, jangan katakan rencana balas dendam ini gagal?" Maria sungguh panik ketika dia yang secara tiba tiba di datangi oleh bosnya dan ingin bicara serius oleh dirinya.


" Tenanglah dulu Maria. Kami di sini hanya ingin memberi tahu mu satu hal, dengarkan kami baik baik dan jangan potong apapun yang kami katakan..." Maria mengangguk dengan cepat dia tentu saja juga serius menatap kedua bosnya yang duduk dengan serius juga.


" Misi ini akan kita mulai hari ini dan semuanya akan mengalir begitu saja, kita tak tahu apa yang terjadi di rumah itu dan kita juga tahu apa yang di pikirkan kedua kakak mu. Buatlah keributan nanti di rumah itu jika kakak mu mengusir mu itu adalah hal yang baik dan sangat menguntungkan bagi kita, tapi jika dia berubah menjadi baik maka kau juga harus menerimanya dengan tangan terbuka."


" Kau hanya perlu sandiwara mengikuti alur permainan nya dan jika dia mengajak mu tinggal maka tinggallah di sana. Kau bisa mencari bukti di sana, bukti yang akan menyeret mereka semua..." Tambah Val yang saat ini juga bicara.


" Tapi saya rasa dia tak akan berubah dan menerima ku di sana..." Maria tak percaya bawah wanita sihir itu akan tiba tiba berubah.


" Kita tak tahu apapun yang mereka pikirkan. Kejadian yang menimpa nya bisa membuat pikiran orang berubah pikiran Maria, jadi kau ikuti permainan mereka yang mereka tunjukan kepada mu. Kami akan mengawasi mu dari kejauhan kau tenang saja jangan khawatir, kami tak mungkin melepaskan mu begitu saja atau malah mengorbankan mu."


" Tapi aku tidak pandai bersandiwara bos, bagaimana jika nanti saya yang ketahuan membohongi mereka?"

__ADS_1


" Kau belum mencobanya dan kau harus maju untuk menghancurkan mereka sampai akarnya. Aku yakin jika kau tinggal di sana kamu akan memiliki bukti yang kuat untuk menghancurkan mereka semua."


Maria berpikir sebentar sebelum akhirnya mengangguk mengerti. Dia akhirnya mau untuk bersandiwara di depan kedua kakaknya meskipun hatinya menolak untuk tidak mau tapi demi sebuah rencana yang harus berhasil dia harus rela berkorban.


Maria dan Suhu waktu itu berteriak kencang di depan rumahnya dan semuanya benar rencana yang di katakan oleh kedua bosnya tadi kini terjadi. Semuanya di luar dugaan, kakak iparnya yang biasanya menolak dirinya kini seakan berubah menerima dia sebagai adiknya, sebagai keluarganya secara tiba tiba.


Maria hanya diam dan tak mengerti kenapa pikiran kakaknya tiba tiba berubah seperti itu. Maria yang akhirnya masuk ke dalam rumah itu dengan pikiran yang di penuhi dengan tanda tanya serta ada perdebatan di antara mereka.


Perdebatannya kan sudah tahu ya, jadi gak usah di perjelas nanti di ulangi lagi kalian bosen 😁


Waktu itu setelah Maria menerima permintaan maaf dari sang kakak dia merasakan keluarganya yang utuh tapi sayangnya ini semua hanya sandiwara.


" Sial..." Umpatnya. Sejak itu dia memulai menyusun rencana dengan Zac agar gadis kecilnya tak di curigai oleh orang orang yang ada di sana.


Malam itu Maria yang ingin mengambil minumnya di dapur dia sedikit mendengar percakapan suara wanita dengan seorang di saluran telfon.


" Om Hans saya sudah bisa mengambil hati dari Maria, jadi Om tenang saja, saya yakin dia bisa membantu kita untuk di persidangan. Om gak perlu cemas. Saya yakin dia pantas yang menjadi tameng untuk kita dan Ayah akan segera bebas dari sana..." Percakapan itu nampaknya di dengar oleh Maria, tangannya kini mengepal keras ketika telinga nya sendiri mendengar apa yang di rencanakan oleh wanita jahat itu.


' Jadi benar dia hanya berpura pura baik kepada ku. Dia pikir aku bodoh. Kau lihat saja siapa yang hancur, aku atau kamu ' batinnya dengan menahan amarahnya.

__ADS_1


Maria yang melihat Anna yang ingin keluar dengan cepat dia bersembunyi. Mata Maria kini melihat bahwa tangan itu seperti tidak membawa ponselnya. Maria yang melihat wanita itu masuk ke dalam kamarnya kini dia segera masuk dengan pelan ke ruang kerja tersebut. Matanya mencari ponsel itu dan ternyata ponselnya tak dia kunci.


Maria dengan cepat melihat semua chat, mencari bukti dari semua kejahatannya dan hanya ada percakapan dia bersama Ayahnya yang membuat dirinya geram.


" Mereka benar benar tidak memiliki hati, lihat saja aku akan membalasnya dengan lebih kejam dari ini. Kalian tak akan menyangka apa yang akan saya lakukan untuk kalian semua. Kau lihat kejutan yang akan saya berikan kepada mu besok di persidangan...." Ucapnya dengan pelan dengan menunggu pengiriman chat itu dengan terburu buru.


Maria kini yang awalnya merasakan memiliki keluarga yang utuh, rasa kebahagiannya kini di banting oleh kenyataan bahwa kakaknya tetap tidak menginginkan dirinya, kakak iparnya masih mengira dia adalah sampah yang tak berguna. Rasa dendam serta rasa amarah kini sudah tak bisa dia kendalikan. Dengan rasa tak sabar dia menunggu kehancuran keluarga yang hanya pura pura baik di depan umum, aslinya mereka sangat kejam.


Andre yang malam itu langsung mendapatkan chat dari Maria kini dia segera copy data tersebut, hal seperti itu akan bisa dia jadikan bukti di pengadilan untuk melawan musuhnya. Andre tahu dari awal semenjak bos nya berkata jujur. Andre sebenarnya cemas dan gelisah dari pertama gadis kecilnya tinggal di sana tapi apa boleh buat semuanya demi rencana nya agar tersusun rapi dan semuanya sukses, tak hanya satu orang yang terkena masalah tapi seluruh keluarga dari Peter kini akan hancur berkeping keping tak tersisa lagi.



Pagi ini Maria sungguh memancarkan kebahagian yang tak biasanya hari di mana kehancuran musuhnya ada di depannya kini telah tiba, dia merasa tak sabar melihat keterkejutan dari mereka bahwa gadis kecil yang mereka anggap berpihak padanya akan menyerang tanpa ampun di depan publik.


" Maafkan aku Kak adriano aku harus melawan mu, cukup sudah selama ini. Aku sudah cukup untuk bersabar tapi nampaknya semuanya tak ada gunanya..." Liriknya dengan sungguh ketika dia melihat kedua kakaknya sudah menunggu dia di ruang tamu rumah tersebut.


Flashback Of


Bersambung Ya lanjur besok 🤗 jangan lupa tinggalkan jejak 🤗 sudah masuk hari senin tinggalkan Vote sama hadiah 🤗🤗🤗 Terima kasih yang Wa pribadi ke Mince 😘 gak bisa sebut satu satu yang jelas banyak dan terima kasih 🤗🤗🤗🤗 kalian kesayangan Mince 😘 jangan ada dusta di antara kita ya 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2