Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Ini Hanya Awal 5


__ADS_3

" Jadi kau yang merebut tender besar ini?, kau memiliki nyali yang cukup besar ternyata Nona..." Suara dingin dari belakang punggung Allinna kini membuat Allina langsung menatapnya dengan memicingkan matanya.


" Apa saya mengenal anda?" Allinna kini menatap laki laki yang di belakangnya dengan tatapan tanda tanya.


Adriano kini tersenyum kecut ketika mendengar wanita itu menanyakan tentang dirinya. " Kau tak mengenal ku tapi kau mengambil tender ku?, apa kau sadar telah mencuri tender ini?"


" Tender?" Allinna sebenarnya tahu siapa laki laki yang ada di depannya itu, tapi dia harus memerankan peran nya supaya apik, dia bersandiwara untuk berpikir sejenak. " Ah.. tender besar ini yang kau maksud?, jadi kau yang sebelumnya mendapatkan nya dan di batalkan pagi ini..." Allinna kini penuh dengan kata kata mengejek. Dia tahu cerita tentang balas dendam ini semua.


" Tapi maafkan saya Tuan saya tidak setuju jika anda mengatakan saya mencuri tender anda. Tender ini di buka untuk umum dan saya pun juga berhak mengikuti tender ini. Jika mereka pada akhirnya lebih memilih desain saya sepertinya anda harus lebih lebih banyak lagi untuk belajar nampaknya..." Allinna yang memang memiliki peran apik dalam setiap sandiwaranya kini seakan menjatuhkan lawannya dalam hanya kata kata nya yang penuh mengejek. Suaranya yang lembut dan tenang membuat Adriano kini merasa geram.


" Tapi harusnya aku yang bertemu dengan mereka dan menandatangani kontrak itu, bukan kamu..." Adriano kini mengebrak meja dengan bernada tinggi membuat sang suami yang tak jauh dari tempat mereka berdebat kini langsung berdiri, dia yang dari tadi hanya ingin memantau sejauh mana dan sejauh apa keberanian laki laki itu.

__ADS_1


" Maaf Tuan tapi seperti anda harus lebih pintar sedikit saja untuk melawan saya tentang sketsa dan desain. Dan sepertinya Tuan Li sudah memilih yang tepat membatalkan dengan pihak anda dan memilih punya saya. Mereka cukup pintar untuk menentukan kualitas yang bagus untuk mereka dan yang buruk untuk mereka..." Allinna kini terang terangan menyerang Adriano secara tidak langsung dia menghina Adriano yang berdiri di depannya itu.


" Anda tak berpendidikan dan hanya beberapa tahun ini menjabat CEO dan sekaligus yang merancang setiap desain yang anda ikuti. Saya tentu saja dengan senang hati mengatakan kepada mereka tentang kegagalan pembangunan gedung yang tak banyak di ketahui oleh pihak lain..." Allinna kini membongkar sedikit masalah yang tak di ketahui oleh banyak orang, Adriano kini di buat terkejut dengan apa yang sedikit di katakan oleh wanita itu.


" Jadi kau ingin bersaing dengan Allinna Kannika?, kau yakin, mampu melawan ku?" Allina kini melipatkan tangannya di depan dadanya, seakan dia siap melawan laki laki yang tidak tahu malu ini.


" Kau..." Andriano kini yang menahan amarahnya dia langsung menunjuk ke arah Allinna dengan tatapan tajamnya. " Auw...auw..." Rintihan kesakitan ketika Alex secara tiba tiba memelintir tangan Adriano dengan kencang.


" Jadi kau suami.. ah.. ampun.. ampun.. ampun..." Rintihan itu tak di hiraukan oleh Alex, dia semakin memelintir tangan itu dengan kencang, dia tak peduli dengan kata kata ampunan laki laki itu. " Ah.. ampun.. ampun..." Katanya lagi membuat Alex melepaskan secara paksa dan mendorong laki laki itu, hingga membuatnya sedikit mundur.


" Sayang kau tak apa?, siapa laki laki kurang ajar ini?" Alex kini menunjuk laki laki itu tepat di depan wajahnya.

__ADS_1


" Saya adalah Adriano Cooper menantu dari Peter Heeney..." Timpal laki laki itu dengan bangga, dia dengan membanggakan siapa nama ayah mertua nya yang saat ini tengah di incar oleh banyak orang.


" Jadi kau hanya menantunya, tapi kau sudah sombong Tuan. Aku rasa Tuan Peter salah memilih menantu, tapi tunggu dulu sepertinya satu keluarga sangat sombong dan arogan. Istrimu juga masuk berita hari ini dan kau di sini membuat kegaduhan dan ingin menyerang istri ku. Kau ingin masuk berita sama seperti istri tercinta mu itu?" Alex kini merasa geram dia menekan setiap kata kata nya. Dari tadi dia ingin melayangkan bogeman kepada wajah laki laki yang menyombongkan dirinya itu.


" Sepertinya kau begitu cemburu dengan kesuksesan keluar kami, dan kau mengikuti semua yang ada di keluarga kami. Jika kau memang cemburu dengan kesuksesan kami, maka saya dengan senang hati mengajari mu agar perusahan rendahan mu itu bisa berada di duduk paling teratas..." Alex kini malah tertawa mendengarkan apa yang di katakan oleh laki laki bodoh itu.


" Perusahan mu ada di kedudukan lima puluh besar saja kau sudah sombong, harusnya kau tahu siapa yang kau hadapi agar kau bisa mengontrol bicara mu, dan kau tak menyombongkan apa yang jauh dari ku..." Adriano kini di buat diam, dia tak menyangka laki laki yang ada di depannya itu kini tahu perusahaan nya berada di urutan lima puluh di pasaran.


" Saya masih berada di urutan lima puluh besar di banding perusahan mu tak ada di sana?, tapi tunggu dulu saya tak tahu kau memiliki perusahan atau tidak?, tapi sepertinya kau tak memiliki perusahan yang berdiri..." Adriano kini tersenyum sinis, dia begitu mengejek kedua orang yang berdiri di depannya itu. Dia seakan melupakan apa yang di katakan ayah mertuanya.


" Dengar Tuan, saya tak peduli siapa nama mu dan siapa keluarga mu atau siapa nama mertua mu. Jika kau berani mengusik istriku, maka kau adalah lawan ku. Harusnya kau memikirkan nasib perusahan mu yang kalah tender dengan istri ku. Kau harus memikirkan langkah apalagi untuk menang tender lain yang kembali mengangkat harga saham mu itu, bukan kah harga saham mu sekarang turun?, kau tak perlu repot repot datang kemari dan menyombongkan apa yang tak kau punya, kau menyombongkan apa yang telah di ambil dari jerih payah orang lain. Kau harus pikirkan bagiamana caranya untuk mempertahankan aset aset mu itu..." Alex kini terpancing emosi, dia tak bisa mengendalikan dirinya ketika laki laki di depannya ini menyombongkan harta orang lain. Mereka hanya menikmati hasil nya tanpa harus berjuang dari bawah untuk mendapatkan harta sebanyak ini.

__ADS_1


" Apa maksud dari ucapan mu itu?" Adriano tak tahu apa maksud dari laki laki itu, dia mencerna ucapan nya tapi dia tidak menemukannya jawabannya. " Katakan apa maksud mu dengan mengambil jerih payah orang lain?, apa yang kau ketahui dan saya tak mengetahui?, apa yang katakan jangan seolah olah kau tahu segalanya dan saya hanya orang bodoh..." Adriano kini mendesah Alex untuk mengatakan apa yang telah di katakan oleh Alex tadi.


__ADS_2