Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Membenci


__ADS_3

" Lepaskan aku..." Val berteriak ketika dia dorong paksa untuk masuk ke dalam sebuah gudang tua yang debu nya sangat banyak.


" Jalan.. jangan sampai aku memaksa mu untuk masuk ke dalam..." Kata penculik itu dengan suara meninggi.


" Dasar pengecut..." Umpatnya dengan kencang.


Bugh!!! Valarie di dorong untuk duduk di kursi yang akan siap mengikat tubuh nya itu. Valarie tentu saja memberontak dengan keras agar dia tak di ikat oleh orang orang itu.


" Lepaskan.. dasar brengsek.. kalian berani nya hanya dengan wanita.. dasar pengecut..." Teriaknya dengan kencang, tapi para orang orang itu tak memperdulikan amukan dari wanita yang sudah di ikat kencang.


Valarie dada nya bergemuruh marah, dia menahan amarahnya yang tak tertahan. Hari pernikahan yang dia harapkan malah menjadi hari pernikahan yang menyedikan bagi nya, pernikahan yang akan di lanjutkan bulan madu malah di teruskan dengan adegan penculikan, sungguh ironis sekali nasib nya.


" Memiliki suami yang banyak musuh seperti nya tak akan jauh dari adegan seperti itu..." Senyumnya tipis ketika dia ingat siapa suami nya itu. " Suami..." Sambungnya dengan tersenyum geli karena ini pertama kali nya dia memanggil laki laki itu dengan sebutan suami.


Valarie mengedarkan pandangan yang tak ada siapa pun di sana, hanya ada barang barang tua yang sudah tak terpakai lagi. Debu seakan berterbangan di udara sana hingga membuat udara di sana bertambah pengap.


Tap, tap, tap, suara sepatu yang keras membuat mata Val menatap lurus ke depan dia penasaran langkah kaki siapa yang masuk ke sini dan berjalan menghampiri nya yang duduk di ikat di kursi itu.


" Valarie, kau di ikat oleh mereka?" Laki laki itu tampak panik tapi Valarie hanya menatapnya dengan mata yang malas.


" Siapa kamu?" Tanyanya dengan sinis. Laki laki itu terkejut ketika wanita itu bertanya tentang dirinya.


" Kau tak ingat pada ku?, aku yang selalu memanggil mu bintang..." Perkataan laki laki itu membuat Val melotot tak percaya.

__ADS_1



" Tidak..." Val geleng geleng kepala tak percaya bawa laki laki yang di depan nya itu adalah teman nya sewaktu kecil di Negara A.


" Aku pahlawan mu Val, kau melupakan ku..." Laki laki itu duduk di depan Val, tepatnya duduk di lantai dengan meletakan kepalanya di pangkuan wanita itu.


Val yang tak ingin di sentuh dia memundurkan kursi nya dengan segera membuat laki laki itu hampir jatuh karena ulahnya.


" Kau takut pada ku?, aku hanya ingin melindungi mu dari laki laki seperti Zac itu."


" Seperti apa yang kau maksud, jangan kau pikir kau bisa mengatakan yang tidak tidak tentang suami ku..." Val meninggikan suaranya, bahkan dia tak takut sama sekali, dia menantang mata laki laki yang dia kenal itu.


" Valarie dia adalah orang jahat, orang yang kejam, jangan percaya dengan sikap nya yang baik pada mu, dia melakukan hal itu hanya untuk menutupi identitas nya yang buruk..." Laki laki itu juga tak kalah meninggikan suaranya, dia ingin wanita yang ada di depan nya itu percaya dengan apa yang akan dia katakan tentang laki laki yang sudah wanita itu nikahi.


" Hugo dengar aku tak peduli dengan apa yang kau katakan, yang aku tahu dia memperlakukan aku begitu baik dan selaku mementingkan aku di banding yang lain, dia tak meninggalkan ku sama sekali..." Katanya dengan kencang.


" Aku tak peduli dengan mu. Sekarang lepaskan aku, aku ingin pulang, suami mu pasti akan bingung mencari ku..." Hugo menatapnya dengan tajam.


" Tidak.. kau tak akan bisa pulang dari sini, kau adalah umpan yang tepat untuk memancing Zac datang untuk menyerahkan nyawa nya pada ku..." Katanya dengan senyum licik di bibirnya.


" Kau memiliki nyali yang sangat banyak ingin melawan suami ku he..." Valarie mengatakan dengan penuh mengejek yang tambah membuat Hugo itu bertambah ingin marah.


" Mulut mu dari dulu tetap sinis Val, tapi tak apa, aku menyukai nya..." Val merasa jengah melihat laki laki itu.

__ADS_1


" Lepaskan aku Hugo..." Berontaknya dengan kencang.


" Tidak..." Tolaknya.


" Dasar pengecut, kau berani nya hanya dengan wanita seperti ku he, kau laki laki bajinga* Hugo, cih..." Val dengan dengan sengaja membuang ludah kearahnya yang tepat mengenai baju laki laki itu. " Lepas..kan..." Sambung nya dengan tertahan karena cengkraman yang di berikan oleh laki laki itu kepada wajah Valarie.


" Aku tak ingin menyakiti mu, tapi kau yang memulai nya Val. Sebenarnya aku mencintai mu, aku merindukan mu sangat merindukan mu. Tapi rasa cinta ku dan rasa dendam ku pada suami mu lebih tinggi dari segala nya, aku akan menjadikan mu umpan untuk menangkap ikan yang besar. Aku akan membunuh suami mu di depan mata mu dan kau bisa aku nikahi, bukan kah itu sangat menyenangkan, aku membunuh musuh ku, dan juga mendapatkan cinta ku..." Tawa nya mengelar di sana, dengan rasa yang geram Val tambah membenci nya.


Cu!! Plak!!! tangan kekar itu secara reflek menampar pipi alus wanita itu ketika lagi lagi Hugo mendapatkan ludah yang di sengaja di berikan oleh Val.


" Kau dengar Hugo, lebih baik aku mati di banding aku menikah dengan mu, aku dari dulu tak pernah menyukai mu, kau dulu menganggap ku adik tapi perilaku mu sekarang tak seperti seorang kakak melindungi adik nya. Zac tak akan mati, tapi kau yang akan mati..." Jawabnya dengan geram.


" Jika Zac mati kau harus menikah dengan ku..."


" Lebih baik aku mati di banding aku menikah dengan mu..." Teriaknya lagi.


" Akan ku paksa kau menikah dengan ku..." Katanya dengan senyum tipis.


Hugo menyentuh pipi wanita itu, mengelusnya dengan lembut, rasa kebas karena tamparan itu sangat terasa. Valarie memalingkan muka nya dengan segera.


" Kau akan menjadi milik ku Val, apapun yang terjadi..." Bisiknya dengan pelan.


" Aku membenci mu Hugo.. Aku membenci mu..." Katanya dengan penuh penekanan. Tapi Hugo tak peduli dengan kata kata benci yang diucapkan oleh wanita itu.

__ADS_1


Hugo malah tertawa dan meninggalkan Valerie yang berteriak kencang dan memberontak di kursi itu.


" Lepaskan aku.. sialan... lepaskan aku..." Teriaknya dengan kencang, tapi tak di hiraukan sama sekali dengan laki laki yang tertawa berjalan keluar dari gudang itu.


__ADS_2