
Albert yang kini menunggu ke datangan kekasihnya kini cemas tak karuan, dia dari tadi menunggu ke datangan Violet dengan perasaan yang tak menentu dan tak karuan. Sedangkan orang orang nya kini juga berada di sana dengan memantau situasi yang ada di sana.
" Lu nunggu siapa Al?, katakan kepada kami?, kau memiliki masalah dengan siapa?" Andre kini meneliti wajah sahabatnya yang cemas tak karuan.
" Nanti aku akan jelaskan, tapi sekarang tunggu saja sebentar lagi..." Andre tak bisa berkata apa apa lagi dia hanya bisa diam ketika melihat sahabatnya khawatir seperti itu.
Di tengah kegelisahan mereka secara cepat ada mobil yang melaju ke arah mereka dengan kecepatan tinggi. Albert yang berdiri di paling depan berharap itu adalah mobil dari kekasihnya, sedangkan yang berada di belakangnya kini dengan segera menodongkan senjatanya dengan bersamaan.
Andre serta Abhi juga waspada dengan menodongkan pistolnya di depan sana. Albert kini berharap dia adalah kekasihnya yang sedang di tunggu.
Mobil itu kini berhenti dengan cepat dan seorang kaki wanita kini turun dari mobilnya.
" Albert..." Violet yang kini turun dari mobil nya kini dengan cepat berlari menuju kekasih gelapnya.
" Vio..." Albert juga tak kalah berlarinya menyambut kekasihnya yang turun dan berlari menghampirinya.
Mereka berpelukan dengan erat, rasa cemas kini menjadi rasa lega yang begitu besar dari kedua orang tersebut. Sedangkan Andre kini hanya bisa melongo tak percaya bahwa siapa wanita yang sedang di peluk erat oleh sahabatnya itu.
" Kamu tak apa hem?, dia tak melukai mu lagi bukan?" Albert kini melepaskan pelukan itu, menyentuh kedua pipi kekasihnya itu.
" Tidak ada, ayo pergi Al. Tapi tunggu aku bawah putri ku dan pengasuhnya, aku tak bisa pergi tanpa membawa mereka."
" Tak apa Sayang dia juga putri ku..." Albert kini membawa mereka untuk masuk ke dalam mobil yang dia bawah.
" Al-"
" Nanti aku jelaskan tapi sekarang dia butuh bantuan kita."
" Kau hutang penjelasan dengan Singa juga Al."
" Aku tau..." Albert kini yang masuk ke dalam mobilnya dan di ikuti oleh mereka semua yang juga masuk ke dalam mobil mereka masing masing.
__ADS_1
Albert dan Violet kini saling berpegangan tangan seakan mengatakan semuanya baik baik saja. Sedangkan Angel yang masih tertidur kini membuat semua keadaan bertambah baik baik saja, tapi entah pagi hari setelah Angel bangun, Violet harus siap memberikan jawaban yang pas untuk gadis kecil tersebut.
Albert yang di membawa mereka untuk bersembunyi kini tetap di ikuti oleh para pengawalnya. Rumah yang di tuju kini cukup jauh dari kota, jauh dari semuanya. Sebuah kabin yang besar dan nyaman menjadi tempat tujuan mereka saat ini.
" Al kita kemana?" Violet menatap pepohonan yang lebat dan tak ada cahaya sama sekali si sana. Hanya ada cahaya dari mobil mereka yang menerangi jalan tersebut.
" Di dalam sana ada kabin dari milik kami, sementara kita di sana saja dulu selama aku mengurus semua nya."
" Al-"
" Sstt.. kau tenang saja semuanya akan baik baik saja hem..." Violet kini membawa tangan laki laki itu untuk dia cium setelah itu meletakan di pipinya dengan hangat.
Albert kini hanya bisa tersenyum tipis di bibirnya, dia tak akan membiarkan semuanya menjadi kacau, tak akan ada yang bisa menyentuh dari orang orang Dio Della Morte. Jika Albert ingin melindunginya maka semua pasukan nya juga siapa membantunya dengan tangan terbuka.
Semuanya telah tiba di depan sebuah Kabin besar dan seorang datang untuk menyambut mereka semua. Kini kedua mobil pengawal tadi tak mengikuti mereka masuk, mereka berjaga jaga di depan masuk hutan tersebut. Sedangkan yang lain kini mengikuti sahabatnya yang masuk.
" Selamat malam Tuan Al..." Sapanya dengan cepat.
" Baik Tuan..." Ucapnya dengan menunduk. " Mari saya antar..." Sang pengasuh itu juga ikut menunduk memberikan hormat kepada Albert yang membantunya.
Albert dan Violet kini menghela nafasnya lega setidaknya mereka bisa lolos untuk sementara waktu. Sedangkan Andre menatap tajam kearah wanita yang sedang di gandeng oleh sahabatnya itu.
" Sayang kamu masuk saja dulu, aku akan bicara dengan mereka dulu..." Bisiknya dan di angguki oleh Violet.
Violet kini yang masuk ke dalam kabin itu, kini membuat kedua sahabatnya yang dari tadi memandanginya langsung menghampirinya.
" Bukankah dia pengacara dari Peter?, kau memiliki hubungan apa dengan dia Al?, jangan macam macam, jika Singa tau habis lah kau Al..." Andre kini dengan cepat mengatakan apa yang ada di pikirannya.
" Andre dia adalah wanita ku yang aku cari tuju tahun ini!, ini tak ada hubungannya dengan Peter tak ada sama sekali..." Albert dengan cepat menjelaskannya.
" Maksud mu dia kekasih mu dulu?" Andre tak kalah terkejutnya mengetahui siapa wanita itu sebenarnya.
__ADS_1
" Aku tak bisa menjelaskan nya panjang lebar yang jelas aku di sini melindungi nya jadi aku mohon sembunyikan dia juga."
" Kau menyembunyikan dari siapa?"
" Suaminya."
" Ha?" Kedua sahabat itu sama sama terkejutnya. Abhi yang sebenarnya tau masalah sahabatnya tapi tak menyangka hal itu pasti akan secepat itu terjadi. " Jangan konyol Al."
" Sudahlah aku masuk saja dulu, kalian harus ada di sini, aku tak mau tau..." Albert kini meninggalkan kedua rekannya yang menatapnya dengan tatapan tak percaya."
" Dia gila karena bermain main dengan istri orang..." Andre kini mengusap wajahnya dengan kasar dia tak menyangka bahwa hari ini mereka akan berurusan dengan istri orang yang kabur dari rumahnya.
" Cinta kadang membutakan segalanya Bro, lu tau sendiri seperti apa Cinta itu. Lu sendiri juga sedang jatuh cinta bukan?"
" Jangan menggoda kakak iparmu..." Jawabnya dengan ketus membuat Abhi hanya tertawa.
Sedangkan di dalam rumah mewah James yang kembali dengan wajah yang sudah tenang dia tadi hanya mencari udara segar untuk mendinginkan emosinya memuncak sedari tadi.
" Tuan di mana Nyonya Violet?" Sang pengawal yang tadi kini membuka pintu bosnya langsung menanyakan keberadaan dari bos wanitanya.
" Kenapa?, dia ada di kamar pasti dia sedang tidur..." Jawab James dengan berlalu pergi dengan mengusap wajahnya.
" Tuan maafkan saya, tadi Nyonya pergi katanya ingin menjemput anda yang sedang mabuk di klub malam."
" Apa?" James dengan cepat berlari menuju ke arah rumahnya, langkahnya kini membesar ketika memasuki rumahnya.James kini dengan cepat berlari menuju kamar putrinya.
Bruak!! pintu itu di buka dengan paksa dan tak ada satu orang pun di sana, matanya menatap tajam ke depan dia mengepalkan tangan nya dengan kencang.
" Violet kau main main sekarang dengan ku, kau juga membawa kabar putri ku..." Ujarnya dengan sinis dan penuh kemarahan di setiap kata katanya.
Bersambung ya mak 🤭 lanjut nanti malam lagi 🤗🤗🙈
__ADS_1