Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Jangan Ajari Dia


__ADS_3

" Kau ingin hidup ku tertantang nona?" Suara wanita itu membuat kami melihat nya dengan segera, aku tak mengenalnya tapi wajah itu tak asing bagi ku, seperti nya wajah itu pernah aku jumpai tapi entah di mana dan siapa dia, aku melupakannya.


" Kau tak mengenali ku?" Aku hanya geleng geleng kepala ketika dia bertanya dengan melangkah mendekati kami, atau jangan jangan wanita ini adalah simpanan kekasih ku, atau wanita yang pernah aku temui di apartemen waktu itu, tapi wajah dan suaranya tak seperti ini. Sial aku melupakan sesuatu.


" Kau datang tapi tak memberi tahu aku he..." Aku hanya menatap kekasih ku dengan tanda tanya, apa mereka saling mengenal atau mereka memiliki hubungan kenapa tak ada yang menjelaskan dia siapa.


" Jangan khawatir, aku Jovanka sepupu dari kekasih mu itu..." Akhirnya aku bernafas lega ketika dia mengatakan sepupu.


" Hai Jovanka, saya Valarie..." Aku menyambut uluran tangan nya ketika kami saling mengenalkan diri.


" Sayang jangan bersikap formal dengan ku, mungkin aku memang bos mu di agency tapi di sini kita keluarga..." Agency, bos, aku tak tahu dan aku hanya terdiam aku sungguh tak mengerti dengan semuanya, pikiran ku masih terlalu lama mencerna kata kata nya.


" Honey dia Jovanka Auristela Cristopher, yang memiliki agency yang saat ini kau naungi..." Aku sekarang mengerti kenapa nama itu dan wajah nya tak asing bagi ku, ternyata dia adalah pemilik Agency tempat ku bekerja, tapi mereka sepupu, bagaimana bisa.


" Tak perlu kau pikirkan, yang jelas kita keluarga oke..." Aku hanya mengangguk menyetujui apa yang dia katakan bahwa kita adalah keluarga.



" Jadi untuk apa kau datang kemari?" Dia duduk di depan kami dengan menatap kami cukup lama, aku semakin takut ketika tatapan itu seakan mengintimidasi aku.

__ADS_1


" Kapan kalian akan menikah?"


" Ha..." Aku hanya tak percaya dengan apa yang di tanyakan barusan. Aku menatap kekasihku dengan tanda tanya karena ini memang aku tak tahu.


" Ara kau tahu nikah itu butuh proses, tapi aku akan menikahi Valarie satu bulan lagi, berkas berkas akan segera kami urus besok..." Aku terdiam ketika Zac mengatakan akan menikahi satu bulan lagi, aku tak tahu bahwa dia sudah mengambil keputusan untuk menikahi ku satu bulan lagi.


" Satu bulan waktu yang sangat lama untuk permasalahan kalian sekarang, maafkan aku Val, kakak mu menentang hubungan ini, aku tak ingin kalian berpisah hanya karena restu dari kakak mu, dan satu bulan waktu yang begitu lama. Astaga Zac..." Aku menatap wanita ini penuh kekhawatiran, aku tahu dia mengkhawatirkan sepupunya.


" Ara, Valarie tak boleh terlibat skandal apapun selama satu bulan ini, dia masih harus mengakhiri kontraknya di brand yang baru saja kami luncurkan, apalagi ada nama ku di brand itu."


" Kau mengetahui nya honey?" Kini aku bertambah terkejut ketika dia mengatakan bahwa semuanya.


" Baiklah aku mengerti, tapi ingat Zac satu bulan kalian harus segera menikah..." Aku tersanjung ketika keluarga nya menerima ku dengan terbuka, bahkan keluarga tak melarang kami berhubungan meskipun mereka tahu bahwa kakak ku tak menyetujui hubungan ini.



" Valarie kau ingin melakukan sesuatu yang tertantang bukan?" Aku mengangguk ketika dia mengatakan itu, apa dia juga suka hal yang menantang bagi hidupnya. " Kau ingin melakukan apa nona cantik?, kita bisa keluar berdua..." Aku tentu saja sangat senang jika memiliki keluarga yang memiliki sifat yang sama dengan ku.


" Tidak, tidak, aku tak akan mengijinkan dia pergi bersama mu."

__ADS_1


" Honey, dia sepupu mu, dia tak akan melukai bukan, kenapa kau tak memberikan aku ijin pergi bersama nya?" Aku tak tahu kenapa Zac langsung melarang ku pergi bersama sepupunya itu.


" Sayang kau tak mengenal perempuan itu, dia gila..." Dia melotot ke arah sepupunya tapi wanita cantik itu hanya acuh menanggapi omongan dari Zac.


" Zac... aku hanya mengajak nya jalan jalan. Kenapa kau malah takut he..." Apa ada yang dia rahasiakan jadi dia takut jika aku keluar dengan sepupunya akan membuat rahasia itu terbongkar.


" Honey please..." Aku menatapnya dengan penuh memohon aku ingin mencari suasana baru yang mungkin bisa membuatku lebih senang.


" Baiklah pergi dengan Jovanka, tapi ingat jangan macam macam kau dengar, hal yang berbahaya tak cocok untuk tubuh mu yang mulus..." Aku memeluknya sebentar sebelum akhirnya kami berdiri.


" Jovanka jangan ajari dia yang tidak tidak, aku dengar itu..." Kini giliran dia yang mengancam sepupu cantiknya itu.


" Aku hanya akan mengajaknya makan, kenapa kau takut berlebihan, ayo Val..." Akhirnya kami berdua pergi bersama dan meninggalkan Zac dengan perasaan nya yang penuh kekhawatiran itu.


" Apa kau sangat mencintai Zac?" Dia langsung bertanya poin nya ketika kami berdua berada di dalam mobil, dan kami duduk di bangku belakang karena di depan ada supir dan satu pengawal yang sama dengan pengawal ku yang tadi.


" Aku tak tahu ini cinta atau tidak, tapi yang jelas aku tak ingin kehilangannya, dan ketika dia mengatakan cinta pada ku, seakan ada ribuan kupu yang hinggap di perut dan kepala ku..." Aku tersenyum menatapnya, aku tak masalah jika dia menanyakan hal hal lain nya, selagi ini masih bisa aku jawab.


" Aku dengar kakak mu tak merestui kalian, dan aku juga baru tahu bahwa aku anak perempuan dari keluarga Phelix..." Zac ternyata sudah menceritakan semua nya sehingga wanita yang duduk di samping ku ini mengetahui semuanya. " Kakak mu yang ingin menangkap Zac dan kakak mu juga yang menuduh Zac gembong mafia..." Sekarang aku tahu kenapa dia mengajak ku untuk keluar karena dia ingin mendengar sendiri semua nya dari bibir ku.

__ADS_1


" Aku dari dulu memang tak suka jika jati diri ku di ketahui banyak orang, dan aku lebih memilih untuk menyembunyikan nya, aku juga baru tahu bahwa kakak dan Zac adalah musuh, aku juga tak tahu kenapa kakak sangat berambisi menangkap kekasih ku, meskipun dia sama sekali tak memiliki bukti kejahatan Zac selama ini..." Aku mengatakan semuanya, aku juga tak tahu bahwa mereka saling mengenal dengan kata kata musuh saat ini.


__ADS_2