
Zac kini telah siap untuk menuju markas nya, dia dengan sengaja datang ke sana untuk membongkar siapa dirinya, menampakan dirinya kepada kakak iparnya dan memberi tahu siapa dirinya. Zac tahu apa resikonya tapi selama ini laki laki itu tak menunjukan bahwa dia telah bersandiwara selama ini.
" Honey kita mau pergi kemana?" Valarie kini juga tak luput dari ini semua, dia juga mengajak istri nya untuk datang ke markas itu.
" Aku ingin mengunjungi orang orang ku, aku sudah lama tak datang ke sana..." Perkataan Zac membuat Val menatapnya dengan tak percaya.
" Kau ingin mengajak ku datang ke markas mu?" Valarie kini bertanya dengan suaranya yang tak percaya, dia tak percaya bahwa suaminya akan mengajak nya ke tempat di mana orang orang itu berada.
" Hmm, kau tak ingin ikut?"
" Ikut..." Jawabnya dengan cepat. Zac hanya geleng geleng kepala ketika mendengar jawaban cepat dari istrinya itu.
Valarie yang begitu senang kini dengan cepat kilat berganti pakaian nya dengan sedikit mengoles make up di wajah ayu nya.
Sedangkan Zac kini sedang menerima panggilan dari Steve yang mengatakan bahwa dia telah berada di sana dengan menunggu bos nya itu.
" Sebentar lagi aku akan ke sana..." Zac kini masih menunggu istrinya yang masih berada di dalam kamarnya.
" Baik bos."
" Mereka sudah datang?" Tanyanya.
" Belum bos, Andre mengatakan bahwa mereka baru berangkat..." Steve yang tadi mendengar dari Andre bahwa mereka baru berangkat dari rumahnya.
" Kau sudah menyiapkan segala nya?"
" Sudah bos, mereka sudah pada tempatnya, dan semalam pun tak ada pergerakan apapun dari Abhi, dia hanya keluar bersama Suhu ke pinggir pantai..." Laporan yang di terima oleh Steve pun juga tak ada menunjukan bahwa laki laki itu bersandiwara.
__ADS_1
" Baiklah..." Panggilan itu segera terputus ketika Zac memilih mengakhiri panggilan itu.
Andre kini sedang berada di dalam mobil hitam nya dengan kedua orang yang sama sama terdiam dengan pemikiran mereka masing masing.
" Kau gugup?" Monica berbisik pelan kepada Abhi, karena mereka yang duduk di belakang sedangkan Andre kini duduk di depan dengan sang supir.
" Sedikit tapi itu wajar karena ini pertemuan pertama ku dengan ketua..." Jawabnya dengan juga berbisik.
Andre yang melihat mereka berdua berinteraksi seperti itu kini semakin yakin bahwa ada benih cinta yang tumbuh di antara kedua insan itu. Andre sebenarnya suka bahwa adiknya mendapatkan laki laki seperti Abhi tapi dia juga takut bahwa Abhi mengkhianati kelompok nya.
Mungkin setelah pertemuan ini aku akan bicara dengan Abhi. Batin nya.
Andre kini berpikir bagaimana jika yang dia khawatirkan terjadi, bahwa laki laki ini pengkhianat, tak hanya tim nya yang terluka tapi adik kesayangannya akan juga terluka. Jika benar Abhi pengkhianat maka adiknya harus melawan orang yang dia cintai dan harus mengubur dalam dalam cinta itu.
" Siap atau tidak, bukan kah aku harus siap..." Jawabnya dengan suara yang bergetar. " Jantung nya tak bisa di ajak kompromi, bahwa laki laki itu sebenarnya juga gugup. Padahal ini yang dia tunggu, bertemu dengan sosok pimpinan yang menaungi banyak orang yang terlatih dengan segala kejahatan.
" Abhi aku memberikan mu pilihan, maju sekarang atau tidak sama sekali. Jika kau maju dan bertemu dengan ketua ku maka kau tak bisa keluar lagi, jika kau mundur setelah pertemuan ini maka kau keluar dengan nyawa mu yang melayang..." Andre kini kembali memberikan pilihan kepada laki laki yang duduk di belakangnya.
Abhi tak bisa menjawabnya, dia hanya diam. dia memikirkan nya dengan matang matang, perkataan Andre membuat nyalinya seperti ciut seketika. Dia tak bisa mundur kali ini.
Monica menggenggam tangan Abhi dengan lembut membuat Abhi melihatnya. Monica tersenyum dengan tulus. Dan Abhi juga membalasnya dengan senyuman juga.
" Jangan di paksa jika kau tak siap, pikirkan sebelum semuanya terlambat. Jika kau maju kau tak bisa mundur tapi jika sekarang kau mundur, aku dan Andre akan mencari alasan agar kau tak di cari kelompok kami..." Kini Monica yang menimpali pembicaraan itu. Monica kali ini sudah tak menganggap Abhi kekasihnya, melainkan sekarang lawannya yang siap dia serang kapan pun.
__ADS_1
Abhi kini menghela nafasnya sebelum dia menjawabnya dengan lantang. " Aku akan maju, apapun yang terjadi aku tetap maju. Dan tak akan ada kata mundur. Aku sudah menentukan pilihan dari kemarin..." Jawaban yang tegas dan keras membuat Andre mengangguk. Sedangkan Monica kini tersenyum juga mendengar laki laki itu berucap.
Sedangkan Zac dan Valarie kini juga hampir sampai di markas itu, Valarie hanya mengerutkan keningnya ketika dia tahu jalan ini. Dia semakin yakin bawa markas yang dia tuju adalah tempat yang pernah dia datangi dengan Jovanka waktu itu.
" Ada apa honey?, kenapa wajah mu seperti itu?" Zac menangkap wajah istrinya yang bingung, seakan mata istrinya ingin bertanya hal lebih.
" Honey apa kau yakin ini jalan nya?" Zac malah di buat tanda tanya ketika istrinya malah bertanya hal itu. " Maksud ku tak salah jalan?" Sambungnya lagi.
" Tidak sayang, aku yakin ini jalan nya. Aku belum lupa dengan jalan ke markas..." Jawabnya dengan kembali fokus di depan karena kali ini Zac sendiri yang menyetir mobilnya sendiri.
" Honey aku pernah di ajak ke tempat itu jika tempat itu yang kau tuju..." Sebuah perkataan dari istrinya membuat Zac langsung mengerem seketika. " Zac..." Bentaknya, meskipun tangan Zac menahan tubuh istrinya agar tak mengenai dasbort di depan nya.
" Kau tadi mengatakan apa?" Zac menatap istinya dengan tak percaya, dia takut telinga itu salah mendengarnya. Dia ingin istrinya mengulangi apa yang dia katakan tadi.
" Jika benar rumah besar itu yang ingin kita tuju, aku pernah datang ke sana bersama Jovanka..." Valarie mengulangi nya lagi dengan menatap suaminya dengan rasa kesalnya. Untung suaminya menahan tubuhnya jika tidak dapat di pastikan kening itu akan menyentuh dasbort depan.
" Sudah ku duga siapa yang mengajak mu kesana..." Jawabnya dengan mengerti. Sekarang dia tahu di mana Jovanka dan istrinya pergi waktu itu. Harusnya dia tahu bahwa Jovanka akan mengajak ke mana istrinya itu.
" Bahkan aku sempat latihan Kung Fu dengan suhu cantik itu..." Perkataan selanjutnya malah membuat suaminya menatap nya dengan tak percaya kembali.
" Kau latihan dengan Suhu?" Zac di buat geleng geleng karena selama ini dia tak tahu bawa istrinya pernah berlatih dengan orang nya, kini dia tahu dari mana istrinya bisa melumpuhkan lawannya waktu dia di culik.
" Kau harus ceritakan nanti pada ku sayang..." Akhirnya Zac melanjutkan perjalanan nya akan menuju ke markas nya itu.
Jovanka kau memang benar benar ya. Batin dengan tak percaya bahwa sepupunya bisa mengajak wanita itu datang ke markas tanpa sepengetahuannya.
__ADS_1