Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim 3_ Desiran Aneh


__ADS_3

Pagi ini Valarie harus bangun pagi karena ada pemotretan, pagi ini Valarie harus menyelesaikan kontrak terakhir nya sebagai majalah sebuah Brand ternama di Negara tersebut, wanita itu kini menuruni anak tangga dengan ponsel di tangan nya.


" Val kamu mau kemana pagi pagi begini?" Suara dari kakak nya mengejutkan langkah nya yang akan turun ke tangga terakhir.


"Kakak kau mengejutkan ku..." Valarie kini menyentuh dada nya yang terkejut karena dia tak tahu bahwa sang kakak kini berada di dalam rumah, biasa nya sang kakak akan berada di rumah dinas nya.


" Ada pemotretan dan ini adalah hari terakhir masa kontrak ku."


" Biar Aiden yang mengantarnya."


" Tidak..." Tolak nya dengan cepat, Abhi yang ingin menghubungi teman nya menatap adiknya dengan tanda tanya. " Aku tak ingin ada media yang tahu bahwa aku bersama seseorang sekarang..." Val dengan cepat menjelaskan kepada kakak nya yang menatap nya dengan penuh tanda tanya.


" Valarie sayang dia adalah calon tunangan mu, cepat atau lambat para media akan tahu..." Abhi tak habis pikir dengan adik nya kenapa sang adik selalu ingin merahasiakan siapa yang sedang dekat dengan nya.


" Masih calon kak, belum menjadi tunangan secara resmi. Di dalam kontrak ku yang ini aku tidak boleh terlibat skandal apapun, jadi aku mohon jangan lakukan hal yang membuat aku membayar semua nya kak..." Kali ini Valarie lebih tegas karena dia tak ingin repot repot di kejar para media untuk menanyakan hubungan dengan laki laki yang baru dia temui.


" Kalau itu mau mu kakak akan turuti, tapi kamu harus tahu bahwa dua minggu ini pertunangan kalian akan kakak adakan secara resmi."


" Ha.. apa?, dua minggu?" Katanya dengan terkejut. " Kakak gila, bagaimana dengan dua minggu?, kenapa kakak gak tanya dulu padaku?" Valarie terkejut dan juga marah karena kakak nya mengambil keputusan lagi lagi sepihak tanpa mengatakan apapun kepada nya.


" Dua minggu lagi adalah hari ulang tahun mu, jadi kakak mengambil hari itu juga sebagai acara pertunangan mu, kakak juga akan mengatakan kepada semua nya bahwa kau putri dari kelurga Phelix..." Valarie hanya memejamkan mata nya sebentar lalu kembali membuka nya dengan menatap kakak nya yang berdiri di depan nya.


" Sudahlah, atur saja..." Katanya dengan melangkah dia tak membantah apapun karena percuma sang kakak sudah mengatur maka tak bisa di batalkan oleh nya. Dia tak setuju pun tak akan membuat sang kakak membatalkan rencana tersebut.


...💦💦💦...


" Bagaimana bisa kau kecolongan sebanyak ini..." Suara bariton dengan menggebrak meja membuat sang asisten yang bernama Steve itu tak berani menatap bos nya yang mata nya nyalang kemarahan.


"Maafkan saya bos, saya akan mengurus mereka semua dengan segera..." Jawaban dari Steve membuat laki laki yang duduk di kursi nya membuang nafas nya dengan kasar.


" Urus tikus tikus kecil itu..." Tangan nya memberikan kode untuk keluar dari ruangan nya agar cepat mengurus orang orang yang berani macam macam kepada nya, bahkan mengambil uang perusahan dengan sengaja.


Zac memijat pelipis nya yang berdenyut pusing, hari ini mood nya benar benar hancur, semalam penyelundupan itu gagal meskipun dia tak mengalami kerugian, tapi harusnya hari ini dia sudah mendapatkan pundi pundi dolar tapi gara gara police itu yang terobsesi kepada kelompok nya mereka harus menunda semua nya agar aman terlebih dulu.


" Steve aku akan kerumah Jonathan, kau di sini saja biar aku yang menyetir sendiri..." Zac yang kepalanya terasa pusing memilih untu pergi dari sana dia memilih untuk datang kerumah sepupunya.


" Baik Bos..." Jawabnya dengan sedikit menundukkan kepalanya.


Zac akhir nya melangkahkan kaki nya meninggalkan perusahan, sebelum dirinya masuk kedalam mobil sebuah pesan yang dari Jonathan membuat nya membuka pesan tersebut.

__ADS_1


Aku berada di restoran biasa, datanglah dengan segera.


Zac tahu betul jika sepupu nya mengirimkan pesan singkat akan ada hal penting yang akan mereka bahas secara pribadi. Zac dengan segera masuk ke dalam mobil nya, melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi, dia harua menghentikan mobil nya ketika jalan itu harus merayap bagaikan semut.



"Kau harus tanggung jawab, aku tak peduli..." Teriakan gadis itu kepada laki laki muda yang berdiri di depan nya.


" Aku gak mau..."Jawabnya dengan enteng.


" Lu sudah salah tapi tetap gak mau tanggung jawab, lu gila ya..."Gadis itu tak menyangka bahwa masih ada orang yang tak ingin bertanggung jawab dengan apa yang di perbuat.


" Aku gak salah, kenapa lu masih menyuruh ku untuk bertanggung jawab..." Laki laki itu nampaknya tetap enggan untuk bertanggung jawab.


" Kau sudah menabrak mereka tapi kau tetap menyangkal bahwa kau tak bersalah..." Gadis itu tetap marah marah kepada laki laki itu.


" Sebaik nya lu pergi dibanding aku malah memukul mu..." Ancam nya.


" Aku akan melaporkan mu atas tindakan pemukulan..." Gadis itu tantang membalik nya. Sedangkan laki laki gondrong itu mengeluarkan kepalanya menatap apa ya g terjadi di depan sana.



" Jangan sok jadi pahlawan di sini..."Ujar nya dengan ketus.


Laki laki gondrong itu melepaskan jas nya, melemparkan ke arah gadis yang menatapnya, dengan satu tangkapan jas itu dapat ia tangkap, menggulung kain lengan nya hingga ke siku.


"Maju, aku ingin melihat bela diri mu. Aku ingin menguji bela diri mu..." Laki laki itu terangkat memberikan kode agar maju ke depan melawan nya.


Bugh ! satu pukulan yang dapat di hindari laki laki gondrong itu. Bugh ! dua pukulan yang dapat di hindari lagi, lagi lagi lawan nya hanya memukul angin yang terhempas di sana.


Bugh ! Bugh ! Bugh ! tiga pukulan di wajah dan di dagu membuat pemuda itu terhuyung kebelakang. Bugh ! satu tendangan di perut membuat pemuda itu tersungkur di tanah dengan sempurna.


" Lu mau tanggung jawab atau mati di tangan ku..." Laki laki berjongkok menghampiri pemuda yang tersungkur di sana.


" Aku akan bertanggung jawab..." Jawabnya dengan menahan rasa sakit para perut nya.


" Bagus..." Laki laki gondrong itu menepuk pipi pemuda itu cukup pelan, meskipun pelan membuat anak pemuda itu ketakutan bukan main.


" Tuan terima kasih..." Suara lembut itu mengejutkan laki laki yang berjongkok.

__ADS_1


Mata mereka bertemu, saling bertatapan membuat mereka merasakan gelanyar aneh pada tubuh mereka masing masing.


" Tuan ini jas nya..." Laki laki itu tersadar dari tatapan nya.


" Ah.. iya..." Laki laki itu gugup ketika menerima sebuah jas nya dari wanita cantik di depan nya.


' sial tatapan nya membuat aku seperti habis maraton ' batin nya dalam hati.


' berada di pelukan dada nya yang bidang mungkin akan terasa nyaman ' wanita itu juga membatin.


" Tuan saya permisi, saya sudah terlambat, sekali lagi terima kasih..." Wanita itu mengulurkan tangan nya dengan tersenyum manis.


" Sama sama nona..." Laki laki gondrong itu menyambut uluran tangan wanita tersebut. Kulit mereka bersentuhan membuat mereka panas dingin.


Wanita cantik itu segera melepaskan jabatan tangan mereka, berlari kecil masuk ke dalam mobil nya dan segera melajukan mobil nya karena memang dirinya sudah terlambat.


" Sial, hanya membayangkan berada di pelukan nya membuat aku keringat dingin seperti ini..." Umpat nya dengan kesal.


"Aku harus rileks.. tenang.. tenang.. jangan pikir macam macam..." Wanita itu mencoba menetralkan pikiran nya yang sedikit kotor karena membayangkan berada di pelukan laki laki yang dia temui tadi.


Sedangkan di mobil lain laki laki gondrong itu juga sama merasakan panas dingin seperti wanita tersebut.


"Da*n, hanya bersentuhan dengan tangan nya membuat ku On seperti ini, sialan..." Umpat nya dengan kesal, dari tadi Julio tak ingin tidur membuat dirinya sesak di bawah sana.


" Hanya menyentuh nya saja bisa seperti inu, bagaimana jika aku memasuki tubuh nya, bagaimana dengan Julio ku, dia tak akan mudah tidur. Aku harus rileks.. tenang..." Laki laki itu memejamkan mata nya menormalkan tubuh nya agar tak membayangkan lekuk tubuh wanita tadi, membayangkan saja membuat dirinya tegang sampai seperti ini.


...💦💦💦...


Satu minggu sudah mereka melakukan aktifitas mereka masing masing, Zac dan Valarie saling melupakan sentuhan yang kemarin membuat mereka merasakan gelinyer aneh pada tubuh mereka. Hubungan Valarie dengan Aiden tetap berjalan seperti biasa nya, tidak terlalu dekat atau tidak terlalu jauh tapi Valarie tetap menjaga jarak karena wanita itu sulit di sentuh oleh laki laki manapun, malam nanti wanita itu harus datang ke sebuah klub malam dengan Aiden yang mengantarnya juga.


💋💋💋


Kalian mau gak sih mak kalau mince kasih nomer mince buat kita berhalu bersama sama , yang setuju komentar yu mak 😉😉


Nah lo sebentar lagi kompor di nyalahin ya 😀 siap siap panas nanti nya 😂


Ramaikan like dan komentar boleh mak, cara pelindung nya juga boleh dong mak 🙏 vote dan hadiah juga boleh mak 🙏


Makasih 💋💋

__ADS_1


__ADS_2