Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Di Mulai 10


__ADS_3

Jenni yang dari tadi masih bersembunyi kini tak bisa mendengar apa yang mereka ucapkan di dalam kabin itu. Jenni merasa kesal karena dirinya tak dapat mengetahui rencana apa yang kedua orang itu rencanakan di dalam sana. Jenni kini tetap memutuskan untuk bersembunyi dan mencari celah agar dia bisa masuk ke sana karena insting nya mengatakan ada sesuatu yang ada di dalam sana, tapi dirinya tak tau. Dirinya cukup lama berdiri di sana dengan menunggu semua orang keluar.


Hampir satu jam Jenni di sana di landa kebosanan dan ketakutan, tapi tekad nya tetap bulat dia tetap ingin bersembunyi dan ingin mengetahui ada apa di sana. Kini ujung kebosanan itu telah sampai ke titik nya di mana semua orang yang ada di sana kini keluar demgan menaiki mobil mereka masing masing.


Orang orang yang menyambut kedatangan dari David tadi kini juga sudah menaiki Van hitam dan dengan cepat mengikuti mobil mobil itu keluar. Jenni kini masih mengendap bahkan dai melepaskan sepatu nya agar tak terdengar langkah nya, kabin itu yang terbuat dari kayu jika tak berhati hati berjalan maka langkahnya akan dapat di dengar oleh orang orang yang ada di dalam.


Jenni kini memengang senjatanya menodongkan ke depan ketika dia mulai ingin membuka pintu.


" Angkat tangan..." Teriaknya dengan kencang ketika dirinya masuk ke dalam kabin itu tapi nyatanya tak ada siapapun di sana, kabin itu kosong tak berpenghuni. Tapi lampu yang mati membuat cahaya penerangan di sana terlalu minim hanya cahaya sinar matahari yang masuk di cela cela sedikit bagian atas kabin.


Jenni kini melangkah semakin masuk ke dalam sana, semakin dirinya masuk semakin sunyi tak ada siapapun di sana, dirinya kini berpikir bahwa mereka sedang menyusun rencana, tapi ketika dia ingin berbalik ada sesuatu yang membuat kaki nya malah melangkah ke bagian kanan tubuhnya.


Pintu yang semua di sana tertutup tapi tidak dengan pintu itu, pintu besar seperti garasi itu kini sedikit terbuka, hanya sedikit yang terbuka. Jenni kini membuka nya ke atas dengan suaranya yang keras membuat Jenni terkejut tapi bukan terkejut dengan suara itu dia terkejut dengan apa yang tengah dia lihat di depan matanya.

__ADS_1


Sedangkan David yang dengan santai menikmati angin perhutanan yang sejuk kini tiba tiba menghentikan mobil nya hingga membuat semua mobil yang ada di belakang nya juga terkejut menghentikan nya. Mata David kini melihat sebuah mobil yang terletak jauh dan sedikit masuk ke hutan itu. David mengenal mobil itu dan dirinya yakin mobil siapa itu.


David kini turun dari mobil nya dan segera berlari menuju mobil itu. Semua orang termasuk Marco juga terkejut ketika melihat David yang keluar dan menuju ke sebuah mobil. Marco juga turun dari mobil nya meskipun dirinya tertatih dan berjalan memakai tongkatnya. Keningnya berkerut karena dia tak mengerti mobil siapa yang di lihat oleh teman nya itu.


David kini melihat ke dalam mobil melalui kaca mobil itu, David kini yakin itu mobil siapa karena melihat gantungan yang ada di dalam mobil itu. Jantung nya kini berdebar tak karuan, rasa panik dan takut kini menjadi satu. Jika benar ini miliki anggota nya dapat di pastikan karier nya akan hancur seketika, dan tamatlah riwayatnya. Dia mengusap wajah nya dengan kasar dengan cemas yang tak bisa dia tutupi.


David kini berlari kembali, dia menghampiri Marco yang ada di sana. Dia berbisik pelan dan dia juga terkejut. Kini mereka kembali ke kabin itu, dengan cepat mobil itu melaju hingga membuat debu di sana berterbangan secara langsung.


Jenni kini mengambil ponsel nya menghubungi seseorang tapi tak ada jawaban dari orang itu, dia bingung harus berbuat apa dia panik dan berjalan mondar mandir di sana tak karuan. Dia menghubungi nya lagi tapi hasil nya tetap sama, dia menghubungi teman nya tapi tetap tak ada yang bisa menjawab telfon nya itu.


" Dia bukan kah?, kenapa ada di sini?, bagaimana bisa?" Jenni tak menyangka bawah dia melihat orang yang sudah di kabarkan meninggal di peledakan mobil itu.


" Jadi ini ulah dari David dan Marco?, kemarin David menolak untuk balas dendam dan Marco merasa sedih karena wanita ini meninggal. Apa yang sedang mereka rencanakan?" Pikiran nya bergelut menanyakan sesuatu yang tak dia ketahui jawaban nya.

__ADS_1


" Hei.. bangun.. aku mohon bangun.. kita harus pergi dari sini.. bangun..." Jenni berulang kali menepuk pipi wanita itu tapi wanita itu tetap tak membuka matanya, Jenni kini berahli kepada laki laki yang berdiri itu.


" Siapa laki laki ini... bangun.. aku mohon bangun..." Jenni kembali menepuk pipi wanita itu tapi hasil nya tetap sama mereka berdua belum ada yang ingin membuka matanya, mereka belum sadar.


Jenni kini mengambil air yang ada di sana menyiramnya tapi lagi lagi kedua orang itu tak sadar. Ketika dirinya ingin mengembalikan air tanpa sengaja dirinya melihat suntikan serta obat obatan yang ada di sana. Dia mengambil nya dan merasa geram karena obat itu ternyata adalah obat bius dan obat tidur. Jenni kini dengan cepat melihat kearah tangan wanita itu dan benar saja ada bekas suntikan yang masih memerah.


" Aku yakin ini masih baru, sialan. Kalian berdua sungguh kejam..." Umpatnya dengan kesal yang membara.


Sedangkan mereka yang baru datang melihat kabin itu terbuka kini David dan beberapa orang nya berlari menuju ke tempat yang mereka tau di mana kaki nya itu berlari. David kini semakin takut ketika melihat dari kejauhan pintu besar itu terbuka lebar, langkahnya kini dengan cepat dan dia menatap orang yang sedang berada di dalam membantu tawanan nya yang terbatuk pelan.


" Jennifer sedang apa kau di sini?"


" Jangan buka mata mu..." Bisiknya entah orang itu mendengarnya atau tidak yang penting Jenni sudah memberi tau nya.

__ADS_1


Bariton dari orang yang dia kenal kini membuat jantung Jenni berdetak tak karuan, dia segera berbalik menatap orang itu berdiri di sana dengan tatapan tajam nya, dia juga melihat kepada orang yang ada yang baru datang dari arah belakang. Semua orang terkejut bukan main ketika melihat wanita itu berdiri di sana dengan menatap tajam.


__ADS_2