Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Perang 14


__ADS_3

" Auwhhh..." Teriakan Angel menghentikan mobil yang melaju kencang dari tadi. Supir itu untungnya lebih cepat menginjak rem mobil dengan tepat waktu hingga gadis kecil itu tak mengenai mobil sedikit pun.


Angel yang sudah menutup matanya dengan kedua tangannya kini merasakan jantungnya tak karuan. Jantungnya yang hampir lepas kabur saja belum hilang di tambah mobil yang akan menabrak dirinya.


Semua orang yang di sana langsung keluar dari mobil Van Hitam yang mereka naiki. Mata mereka melotot melihat siapa yang berdiri di depan mobil dengan menutup matanya.


" Angel kau kah itu sayang?" Suara familiar bagi gadis itu membuat dia membuka tutup wajahnya menatapnya dengan segera.


Senyumnya mengembang hatinya lega melihat siapa yang berdiri di sana dengan lega.


" Paman Albert..." Angel berlari menuju Albert yang juga berjalan menuju ke arah nya dengan pelan. " Paman Paman aku takut..." Ujarnya dengan langsung memeluk tubuh Albert dengan tubuh yang gemetar.


Albert merasakan sedikit sakit kepada perutnya. Bekas operasi itu mengenai kepala gadis itu.


" Angel sayang perut Paman sakit! perut paman habis di operasi!"


Angel langsung melepaskan nya dengan segera menatap Paman nya yang wajahnya menahan rasa sakit. " Maafkan Angel Paman!"


" Tak apa sayang! sekarang semuanya akan baik baik saja tak ada yang perlu kamu takutkan semua akan baik baik saja setelah ini!" Albert berjongkok memegang erat tangan Angel dengan genggaman eratnya.


" Papa ku gila Paman dia gila! dia tak bisa mengontrol emosinya dia ingin memukul ku tadi! aku takut Paman dia akan memukul ku! bawah aku pergi dari sini Paman aku tak ingin bersama Papa!" Nada ketakutan serta tubuhnya yang gemetar membuat gadis itu menangis.


Albert memeluknya dengan erat mengelus punggung gadis itu dengan lembut memberikan rasa aman kepada gadis kecil itu.


" Semuanya akan baik baik saja Sayang! sekarang Paman harus menyelamatkan Mama mu dulu. Jadi kamu harus duduk manis di dalam mobil oke!"


" He lepaskan Nona muda kami!" Bariton dari orang orang yang tadi mengejar Angel kini telah melihat adegan berpelukan dengan sangat dramatis di sana.


Albert melepaskan pelukan itu dengan menatap tajam ke arah mereka yang berdiri di depan nya dengan wajah yang seakan menantang.

__ADS_1


" Paman!" Gumamnya dengan ketakutan.


Albert berdiri menyembunyikan gadis kecil itu di belakangnya dengan segera. Angel yang sudah tak bisa di tipu kini langsung bersembunyi di belakang Albert dengan ketakutannya.


" Nona mari ikut kami! Papa anda mencari Nona Angel! Mama juga ada di sana mereka sedang menunggu anda Nona!" Bujuknya dengan bicara pelan seperti tadi dia yang membawa Angel.


" Tidak! aku tidak mau kembali ke rumah itu! aku tidak mau!" Tolaknya dengan keras dan tegas.


" Tapi Nona jika anda tak ingin ikut kami maka kami yang akan di hukum Tuan! jadi mari ikut kami Nona!" Bujuknya lagi.


Angel diam dia tak menjawabnya dengan menggeleng pelan.


" Jika anda tak ingin ikut kami dengan cara baik! maka maafkan kami jika kami merebut anda dari mereka!"


" Maka majulah untuk mengambilnya, jika kalian bisa melawan kami maka bawalah Angel, tapi jika maka Nyawa kalian yang akan menjadi taruhan!" Ucap sinis dari Albert.


" Anda terlalu sombong Tuan..." Desisnya dengan menyombongkan diri mereka.


" Ayo sayang adegan ini tak boleh kau lihat, kita masuk saja ke dalam mobil!" Albert kini mengandeng tangan mungil dari Angel. Tangan nya bergetar membuat laki laki itu merasa bersalah.


Albert dan Angel masuk ke dalam mobil dengan segera. Tangan Albert menutup wajah gadis itu. " Tutup telinga mu jangan hiraukan sekitar mu! apapun yang terjadi jangan buka mata mu sebelum Paman memintanya. Kau percaya kepada Paman Albert?"


Angel mengangguk pelan dia tentu saja percaya dengan Paman nya laki laki yang di anggap baik oleh nya. Gadis kecil itu bisa menilai orang dengan hanya merasakan sikapnya yang baik.


" Maju..." Orang orang Albert kini tersenyum sinis menyuruh orang orang itu maju ke depan untuk melawan mereka.


🥀🥀


James kini berdandan tampan dia memakai jas hitam yang akan semua orang melihatnya begitu terpesona. James laki laki tampan yang mampu membuat semua wanita akan terpanah dengan menatap senyumannya. Rahangnya yang keras serta tubuhnya yang tinggi menambah kesan plus yang untuk laki laki itu.

__ADS_1



Tatapannya sendu yang membuat wanita mana saja yang diinginkan akan jatuh ke dalam pelukannya dengan mudah. James berdiri di depan kaca besar dengan senyum khas nya. Senyum yang membuat semua wanita rela melemparkan tubuhnya ke ranjangnya.


Sunyi sepi dan hanya lampu yang menghiasi kamar itu membuat wanita yang terbaring lemas di atas kasur tadi kini mulai membuka matanya dengan perlahan. Kepalanya terasa pusing, pahanya begitu sakit di gerakan.


Matanya dengan sempurna membuka menatap sekelilingnya dengan cepat. Kesadarannya pulih ketika melihat laki laki dari arah belakang.


" James..." Panggilnya dengan cepat.


Violet dengan cepat duduk di sana dengan menekuk kedua kakinya. Tapi ada yang aneh dengan baju yang telah dia kenakan, Gaun.


" Apa yang kau-"


" Ssstttt..." James langsung menatap ke arah Violet yang sudah terbangun dari pingsan nya tadi. " Kau sudah bangun Sayang?, aku tadi yang memasangkan gaun itu! apa kau suka dengan gaun itu?, itu gaun milik kakak mu tapi belum sempat di pakai olehnya!"


" Apa yang kau mau sebenarnya James?, aku tak tahu apa yang sedang kau pikirkan James! kau benar benar sakit James, kau sakit!" Teriaknya dengan kencang.


" Sayang jangan berteriak, apa kau tak capek berteriak dari tadi hem?" James kini duduk bersisi ranjang sebelah Violet yang menatapnya dengan tajam.


James menghela nafasnya dengan kasar dia menatap Violet dengan matanya yang tajam. Tapi di ketajaman matanya tersimpan ketulusan serta cinta yang tinggi untuk Violet.


" Aku sadar kau tak akan mencintai ku, sampai kapan pun kau tak akan mencintai ku. Tujuh tahun kita rumah tangga tapi kau masih belum ada rasa untuk ku sedikit pun..." Ucapnya dengan pelan.


" Aku mencintai mu dari dulu hingga detik ini, bahkan aku akan melupakan semua kejadian ini demi kamu! tapi nyatanya kau tak ingin membuka hati mu untuk ku, sedikit saja rasa itu tak ada di hati mu..." Sambungnya lagi.


" Apa aku memang tak berhak mendapatkan kebahagian Vio?, apa aku memang tak pantas untuk mu?, apa aku sangat menakutkan untuk mu?" Violet hanya diam dia tak menjawabnya.


" Aku ingin kita menghabiskan malam ini bersama ku! malam ini saja! aku ingin kita berdansa di sini sebelum semuanya pergi!"

__ADS_1


" Apa yang kau katakan James?, pergi apa maksud mu?"


James hanya diam dengan senyumnya yang tak ada yang tau apa arti senyumannya yang begitu penuh misteri.


__ADS_2