
" Kalian menemukannya?" Albert yang melihat orang orang nya masuk ke dalam kamarnya segera menanyakan keberadaan wanitanya.
" Tidak bos, kami tak menemukan nya..." Jawabnya dengan kecewa.
Mereka kecewa tak bisa menemukannya dengan segera. Mereka tau bos nya akan marah tapi bagaimana pun mereka sudah berusaha mencarinya dan belum menemukan nya.
Albert memejamkan matanya mengepalkan tangan nya dia begitu murka. Dia masih ingat betul bagaimana James menampar wanitanya di depan dirinya.
" Di mana kamu Vio?" Gumamnya dengan pelan.
Rasa bersalah hinggap di hatinya, andaikan dia lebih tegas melarang nya untuk menginjakan kaki mungkin ini tak akan terjadi, saat ini mereka akan pasti akan tetap bersama.
Albert yang kini tak bisa berbuat apapun hanya bisa terbaring tak berdaya, rasa sakit pada perutnya tak bisa dia tahan. Albert memejamkan matanya mengingat petunjuk apa yang mungkin di tinggalkan wanita nya.
" Baron aku ingat sesuatu..." Albert yang berteriak kini membuat orang orang nya segera menghampiri Albert.
Dia ingat satu hal yang selalu di katakan oleh kekasihnya, dia juga ingat apa yang ada di bawa kekasihnya.
Sedangkan Gusman kini mencari ke sana kemari, mencari keberadaan adiknya. Rumahnya seakan tak berpenghuni, rumahnya sepi tak ada siapa pun di sana. Rumahnya kosong.
Gusman menyebarkan beberapa orang untuk mencari keberadaan adiknya, dia mati-matian mencari adiknya, dia berusaha mencarinya. Dia tak ingin adiknya di temukan oleh orang lain.
" Harusnya aku lebih hati hati lagi, aku tau James tak mudah aku taklukan! tapi kenapa dia harus kabur dengan membawa Violet dan Angel, kau harus tau Kakak mu berusaha mencari aman untuk mu! tapi kamu malah mencari masalah lagi dengan mereka!"
Gusman memang berusaha damai membiarkan kekuasan di Hongkong di ambil ahli oleh Singa dengan syarat membiarkan adiknya untuk dia rawat. Tapi waktu itu Gusman berbohong dia mengatakan bahwa dirinya ingin merawat adiknya di rumah sakit di Negara lain, tapi sekarang semuanya sudah terbongkar.
Gusman hanya menunggu Bom Atum meledak di depannya, dia harus siap menerima kemarahan dari Singa, dia bahkan harus menerima akibat dari kebohongannya.
Gusman tetap berusaha mencarinya tapi tak ada satu tempat mu yang menemukan di mana adiknya. Gusman membuang nafasnya dengan kasar dia yang berusaha mencari tapi tetap tak menemukan petunjuk sedikit pun.
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain Violet masih berusaha untuk mengerakkan kakinya dia harus berontak dia tak bisa untuk tetap diam dan menerima nya.
" Jika Takdir ku harus bersama dengan James maka aku harus melawan Takdir ini! aku tak ingin mati konyol di sini..." Ujarnya dengan mengerakkan kedua kakinya tapi benda itu tak bergerak sama sekali.
" Ahhh..." Teriaknya tapi tetap saja tak bergerak benda itu. " Apa yang harus aku lakukan?" Tanyanya dengan dirinya sendiri dengan menahan rasa sesak di dadanya.
" Tenang Vio! kamu harus tenang! jika kamu panik kamu tak menemukan jalan! kamu harus tetap tenang!"
Violet berusaha untuk tenang tapi dia tak bisa semakin dia tenang semakin semuanya berantakan, banyak yang berjalan di pikirannya. Dia memikirkan Albert tapi di pikiran lain dia juga memikirkan Angel.
" Ingat kamu harus pintar mengambil hati James! jangan salah langkah dulu! kamu harus tenang!"
Violet mengatur nafasnya dia berusaha tenang agar bisa mengambil hati James. Dia mengatur nafasnya yang dari tadi berontak, dia berusaha untuk tenang.
" James.. aku lapar.. James... " Violet berteriak dia meminta makan, ini salah satu alasan untuk dirinya untuk meluluhkan hati James.
Dia tau kelemahan James adalah sikap lembutnya, dia akan berusaha untuk bersikap lembut agar dapat melarikan diri.
Ceklek!! Suara teriakan dari Violet membuat salah satu orang yang ada di sana masuk ke dalam ruangan di mana Violet telah di pasung oleh mereka.
" Aku lapar! di mana James?, katakan aku lapar aku mau makan!"
" Nyonya Tuan James sedang ada di lantai bawah! saya akan bawakan makanan untuk anda! anda ingin makan apa?"
" Saya mau suami ku yang membawakan makan ke sini! katakan kepadanya kalau aku mau makan! katakan aku ingin makan dengan makanan kesukaan kami!"
Violet berharap rencana ini berhasil dia harus pandai mengambil hati dari orang yang menyayanginya dengan kekerasan. Dia yang keras kini harus di taklukan oleh kelembutan. Api harus di siram oleh air agar dia padam.
" Cepat katakan aku lapar! kenapa kau malah diam di situ heh!"
__ADS_1
" Baik Nyonya saya akan segera mengatakan kepada Tuan Besar!" Orang itu segera menutup pintunya kembali, dan menghilang dari balik pintu yang tertutup.
" Jika dia ada di bawah, berarti di bawah ada seorang yang dia temui?, apa mungkin Angel juga ada di sini?, jika iya maka aku harus segera menemukan cara untuk mengambil hatinya..." Ujarnya dengan pelan.
Sedangkan James kini terduduk di kursi dia menyandarkan punggungnya serta kepalanya yang pusing. Kepalanya berdenyut seperti menerima pukulan berulang kali. Dia mendapatkan tamparan yang cukup kencang ketika putri satu satunya melawannya dengan membandingkan dirinya dengan laki laki lain.
" Albert kau mencuci otak anak ku! apa yang membuat mu mencuci otak mereka dengan cepat!" Katanya dengan menahan amarahnya.
" Bos maafkan saya, Nyonya Besar ingin makan! katanya Nyonya ingin makan dengan makanan kesukaan kalian!"
James langsung menatap ke arah orangnya dengan sedikit tak menyangka. James sempat terdiam dia tak tau hatinya tiba tiba berbunga dengan senyum tipis di bibirnya.
" Kau tak berbohong kepada ku?, kau yakin dia meminta makan dengan makanan kesukaan kami?" Dia masih tak percaya dia masih gugup dia tak tau harus mengatakan apa.
" Saya tidak berani berbohong kepada anda Tuan!"
James langsung berdiri dia segera berlari menuju ke ruangan di mana ada wanita yang telah di sekap oleh dirinya.
Bruak!! nafasnya terputus putus sedangkan Violet yang ada di dalam sana sedikit terkejut dia sedikit menata hatinya untuk tetap tenang.
" Jam aku lapar! kenapa kamu tak membawa makanan! aku lapar dari tadi pagi aku belum makan!" Violet berusaha untuk lembut dia tetap untuk tetap tenang.
" Sayang kau lapar, kau ingin makan apa?" James mendekat berjongkok di sebelahnya menatap dengan serius.
" Aku ingin kita makan bersama dengan makanan yang biasa kita makan Jam, aku ingin makan dengan makanan kesukaan kita!"
" Kau tak bercanda?, kau tak sedang mencari cara untuk kabur dari ku lagi bukan?" James menatapnya dengan tajam.
" James aku lapar dan kau malah mencurigai ku?, ya sudah jangan kasih makan Istri mu ini, biarkan saja aku mati kelaparan!"
__ADS_1
" Tidak Sayang aku akan cari makanan untuk mu! tunggu sebentar oke!" James berdiri dengan segera dia berlari dengan cepat mencari makanan kesukaan mereka.