Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Gadis Kecil 3


__ADS_3

Malam ini kini tim Andre sudah siap dengan segala persiapan yang begitu cepat, Andre beserta tim nya kini semangat karena sudah cukup lama mereka vakum dan pada akhirnya sekarang mereka melakukan pergerakan lagi. Mereka kini telah bersiap tinggal menunggu bosnya untuk bergerak.


" Andre lu yakin akan ke sana?, itu rumah yang ingin kau datang, aku yakin tak ada perabotan antik..." Suhu yang mengetahui bawa suaminya juga ikut serta kini menghampiri kakaknya yang bersiap di dalam kamarnya.


" Aku tahu, tapi kali ini aku tak ingin merampok barang antik, aku bisa mengambil uangnya atau emas nya."


Suhu bukanlah orang yang muda di tipu oleh kakaknya di tambah sang kakak tidak bisa menyembunyikan apapun kepada adiknya. Suhu kini menarik lengan kakaknya agar mereka berhadapan satu sama lain.


" Jangan berbohong pada ku kak, aku tahu kau tak tertarik dengan uang mereka atau emas yang seperti yang kau katakan itu. Ada apa sebenarnya katakan?, jangan tiba tiba kau merubah tim mu menjadi perampok kelas kecil..." Monica kini berbicara sebagai adiknya bukan sebagai rekan nya di sini.


Andre hanya bisa menghela nafasnya sebentar dia tak mampu untuk tidak berkata jujur pada adiknya tapi dia juga tak mungkin untuk mengakui semuanya.


" Monica sayang, tak ada apa apa, percaya sama kakak mu ini. Aku hanya lama sudah tak beraksi, dan aku tanpa sengaja bertemu dengan teman lama, dia ingin meminta bantuan ku jadi aku berjanji akan membantunya untuk balas dendam kepada orang orang kaya seperti mereka..." Andre kini menyentuh pundak adiknya yang melotot melihat kearahnya.


" Teman lama siapa?" Suhu kini menatapnya dengan penuh tanda tanya, semua benaknya kini seakan di penuh dengan tanda tanya besar.


" Kau tak mengenalnya sayang..." Andre kini kembali menyiapkan senjata yang akan dia bawah, dia kembali tak menatap ke arah adiknya.


" Aku mengenal teman lama mu kak, jadi jangan berbohong pada ku tentang teman lama..." Andre hanya diam ketika sang adik ingin mengintrogasi nya.


__ADS_1


" Dia wanita kan?" Tebaknya dengan tepat dan membuat Andre pura pura biasa saja.


" Tentu saja tidak Monica, sejak kapan kakak mu ini memiliki teman wanita, sudahlah jangan pikirkan hal itu. Kakak akan berhasil keluar bersama tim ini oke..." Ujarnya dengan menyakinkan adiknya itu.


" Tapi kak kau baru sekali mengamati rumah itu dan kau sudah bergerak malam ini, kau ceroboh Andre, kau ceroboh..." Desisnya dengan kesal.


" Kau meragukan kakak mu ini he?" Andre menyipitkan matanya.


" Tidak, aku tahu seperti apa tim mu itu, tapi kau hanya satu kali mengamati rumah itu, biasanya kau perlu waktu satu minggu untuk melihat kondisi sekeliling nya. Tak hanya teman mu yang kau lindungi kak, tapi tim juga harus kau lindungi, dan suami ku juga harus kau lindungi di sana."


" Aku tahu, sekarang jangan pikirkan hal yang tidak tidak, oke. Sekarang katakan pada Abhi aku tunggu di bawah..." Andre kini dengan segera melarikan diri dari tatapan kecurigaan dari adiknya itu, jika tidak segera di lari dari adiknya, dia takut dia akan ketahuan tentang semuanya.


Kini mereka semua bergerak, Van hitam yang anti peluru itu kini telah mulai bergerak perlahan, Monica yang melihat dari atas hanya bisa melepaskan pekerjaan para tim itu untuk bergerak.


" Kau siap?" Seorang wanita yang menyambut kedatangan Van hitam itu kini segera masuk ke dalam, semua orang yang ada di sana kini terkejut bawa ada wanita yang bergabung dalam tim mereka.


" Hmm.. aku siap membalaskan dendam ku dia menghina ibu ku, membuat ibu ku meninggal, bagaimana aku tak siap membalasnya..." Ujarnya dengan ketus.


" Kau yakin membawa gadis kecil ini?" Bisik Abhi sebelum dia kembali melajukan Van nya itu.


" Sudah jalan saja..." Andre malah tak menjawabnya dia malah menyuruh adik iparnya itu untuk melajukan mobilnya itu.

__ADS_1


Abhi kini hanya diam dia menurut saja kini dia kembali melajukan mobilnya dia melihat sebuah lokasi yang sudah di tunjukan Andre sedari dia berangkat itu. Maria yang juga duduk di depan bersama Andre hanya bisa menguatkan hati dan tekadnya dia menyakinkan hatinya untuk berbuat kejahatan kepada kakak iparnya itu.


Dendamnya kini begitu menggebu-gebu, kehilangan seorang yang dia sayangi seakan membuat gadis cantik itu kini seakan lahir dengan jiwa dendam yang begitu membara.



Wajah yang periang kini seakan menjadi wajah yang penuh luka dan derita, jiwanya terbakar dendam. Dia ingin memberikan sedikit pelajaran kepada kakaknya dan kakak ipar tercintanya bahwa harta tak bisa membuat mereka bahagia. Merampas harta yang mereka anggukan mungkin membuat mereka sadar bawah mereka akan lebih menghargai sebuah keluarga.


Kini Van itu berhenti di depan rumah yang menjulang megah itu, mereka mengamati sekitar lokasi itu, mereka melihat para penjaga yang berjalan keliling untuk melihat kondisi aman di sekitar rumah itu. Semua orang kini mendengarkan apa yang di katakan oleh Andre, pimpinan itu, semua orang kini mengangguk mengerti dengan tugas mereka masing masing yang ada di sana.


" Abhi lu di sini saja, dalam lima belas menit jika kami tak keluar dari sana maka kau bisa menyusul kami, semua senjata ada di belakang..." Abhi mengerti. " Jika yang keluar hanya mereka, kau bisa membawa mereka langsung pergi, jangan pikirkan aku, nanti aku akan langsung datang ke tempat biasa..." Lagi lagi Abhi mengangguk mengerti, dia tahu apa yang harus dia lakukan dia juga tahu tim itu tak akan pernah kalah dalam hal apapun.


Kini mereka semua bergerak dengan pelan, topeng itu kini berada di wajah mereka untuk menutupinya. Jalan mereka kini begitu pelan hingga tak menimbulkan suara apapun.


" Kau ikuti aku di belakang, jangan terpancing apapun, jangan sebutkan nama apapun. Jika kita ketahuan kau bisa mengaung sebagai simbol dari nama tim ku..." Maria kini mengangguk dia akan mengikuti semua aturan yang di katakan oleh laki laki di depannya itu. Dia yang tak tahu apapun dalam hal seperti ini sepertinya akan banyak belajar dari pengalaman baru ini.


Jantung Maria kini berdetak cepat, adrenalin nya kini di uji. Dia yang memutuskan untuk terjun ke tempat bahaya maka dia harus siap dengan segala resiko yang ada, dia harus siap dengan semua yang terjadi. Mata Maria kini menangkap bawa mereka semua begitu ahli dalam tugas masing masing yang sudah ada di depan matanya.


Apa yang terjadi besok ya mak 😁 Bersambung ya mak 🤭 lanjutin besok 😁 yang punya telegram juga bisa chat mince ya 😁 mince juga ada di sana 🥰 mince cuma bisa up tiga bab untuk sementara karena lembaran ini masuk ke bar Crazy Up 3 bab saja 🙏 dan itu berkat kalian semua 😘😘 makasih buat para pembaca yang masih setia di sini 😘 dan masih menyanyangi mince dan masih mendukung mince sampai detik ini 😘🤗 sekali lagi terima kasih banyak 🤗😘😘


Mampir juga di Serpihan Hati ya beri dukungan juga buat mince 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2