Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Di Mulai 3


__ADS_3

Baca bab ini sambil dengerin lagu *Belum siap kehilangan mu_ Steven Pasaribu 🤭


Kalau lagi inggris kebanyakan mince kagak paham yang sedih buat bab ini yang mana 🤣 yang ada cuma indo. 😁*


___________


Pagi ini semua orang telah berdatangan ke rumah duka dengan isak tangis yang mengiringi kepergian mereka yang tak bisa di tata lagi tubuh mereka berdua. Tubuh mereka yang hancur menjadi satu dengan serpihan mobil yang juga berantakan di sana. Semua orang berduka dengan tangisan yang tertahan.


Zac kini masih merangkul tubuh istrinya yang dari semalam bergetar karena menangis tiada hentinya, bahkan dari semalam dia tak ingin beranjak dari kedua peti yang berisikan tubuh orang yang dia kenal. Air matanya tak ada henti nya mengalir ke pipi nya, tatapan nya kosong melihat peti peti itu tertutup karena semua orang yang ingin melihat jasad yang pergi pun tak akan bisa karena yang ada di peti itu kini tubuh mereka yang bercampur dengan serpihan mobil yang hancur.


" Sayang kau harus kuat..." Bisikan lembut dari Zac tak mampu membuat wanita itu bergerak bahkan tatapan itu tetap sama, tatapan yang penuh dengan kekosongan.


" Kakak aku tak menyangka kau pergi dengan cara seperti ini, kau tega meninggalkan aku di sini kak Abhi..." Kini ucapnya dengan nada yang begitu hancur.


" Monica sayang, kenapa kau pergi secepat ini. Kenapa kau tega pergi dengan cara seperti ini, kenapa Tuhan tak membiarkan kami melakukan penghormatan terakhir semestinya..." Lirik Andre yang juga menatap kedua peti yang tertutup di sana.


Korban yang kemarin kecelakaan itu adalah sepasang pengantin baru Abhi dan Monica. Kedua nya meninggal karena kecelakaan yang membuat mobil yang terguling itu meledak. Mereka tak bisa menyelamatkan diri karena kejadian itu begitu cepat. Mereka tak bisa keluar dengan cepat ketika mobil itu menabrak pembatas dan langsung berguling di sana.


" Kak Abhi jangan pergi.. aku tak bisa tanpa mu di sini.. kenapa kau pergi dengan cepat dan cara seperti ini..." Liriknya dengan menatap kakak nya yang berada di dalam peti itu.

__ADS_1


Zac mengelus punggung istri nya serta memberikan kekuatan dengan memberikan pelukan hangat nya, semakin dirinya mendapatkan pelukan semakin membuat Valarie menangis histeris di sana. Andre hanya terdiam tatapan nya kosong, dia tak menyangka adik satu satu nya kini harus pergi dengan cara mengenaskan seperti itu.


Kepergian mereka berdua membuat semua orang terpukul begitu mendalam, baru kemarin mereka bersama sama menghabiskan waktu bersama, tertawa bersama serta melawan musuh bersama sama tapi kejadian yang hanya lima menit itu membuat semua orang kehilangan kedua orang sekaligus.


" Tuan Zac kita harus segera memakamkan nya..." Seseorang kini menghampiri Zac yang masih memeluk tubuh istrinya dengan erat.


" Sebentar lagi, biarkan seperti ini dulu. Aku masih tak ingin berpisah dengan kakak ku..." Valarie kini menjawabnya dengan nada sedih nya, isak tangis itu juga masih terdengar jelas di sana.


" Tapi Nyonya maafkan kami. Kami harus segera melakukan tugas kami, kasihan jasad nya jika tak segera di makam kan..." Val langsung menatap tajam kearah orang itu matanya yang memerah karena menangis kini malah seperti memerah karena amarahnya.


" Kau tuli aku hanya ingin waktu sebentar aku ingin dia kakak ku di sini bersama ku, apa kau susah mengerti bawah aku masih tak ingin kehilangan nya ha..." Val kini meninggikan suara nya dia membentak orang orang yang bertugas di sana. Petugas itu hanya menunduk ketakutan.


" Ssttt.. sayang sudah, kita harus segera memakamkan mereka berdua, kasihan jasad mereka jika kita tidak segera memberikan penghormatan terakhir untuk mereka..." Zac kini berucap lembut memberikan pengertian kepada istri nya itu.


" Sayang kita sudah memundurkan nya satu jam yang lalu, kau ingin mundur jam berapa lagi..." Val kini mundur ketika suaminya memberi tau bawah pemakaman itu ternyata sudah di undur satu jam.


" Tidak.. aku tidak ingin berpisah dengan kakak ku, aku belum sanggup kehilangan kakak ku tidak..." Val kini menangis histeris ketika orang orang itu ingin membawa peti kakak nya untuk di makamkan. Val kini memeluk peti itu dengan menangis sejadi jadi nya, dia menangis kencang dengan meraung raung, kepergian kakak nya sungguh membuat hati wanita itu tak sanggup untuk kehilangan kakak nya itu.


Semua orang yang di sana juga merasakan kesedihan yang mendalam di tambah melihat wanita itu kini tak ingin peti kakak nya di makamkan, Semua orang yang melihat di sana kini tanpa sengaja juga meneteskan air mata nya yang begitu deras. Andre yang dari tadi diam dia juga memejamkan matanya meneteskan air mata nya. Albert serta Steve kini juga memberikan kekuatan kepada teman nya yang saat ini rapuh.

__ADS_1


" Sayang jangan seperti ini..." Zac tau seperti apa rasa nya kehilangan tapi dia harus menguatkan hati istri nya. Dia merangkul pundak istrinya agar istrinya bisa menyingkir dari peti kakak nya itu.


" Tampar aku Hubby, biar aku bangun dari mimpi buruk ini, tampar aku..." Tangan Zac kini yang di gerakan oleh istrinya sedikit memberikan tamparan itu yang membuat wanita itu merasakan sakit dan itu semua bukan mimpi ini semua sebuah kenyataan yang harus mereka terima saat ini.


" Tidak jangan bawah pergi peti kakak ku, tidak jangan bawah pergi hiks hiks..." Valarie kini berteriak histeris membuat sang suami tak kuat menahan berontak istrinya yang begitu kuat untuk menahan para petugas itu membawa nya ke pemakaman.


" Andre tahan mereka jangan biarkan mereka membawa Monica pergi dari sini, tahan dia Andre. Aku mohon jangan bawa mereka. Aku belum siap kehilangan mereka semua..." Teriaknya dengan isak tangis yang mendalam. Andre tak bisa berbuat apa apa selain membiarkan mereka membawa pergi peti adik dan adik ipar nya itu. Andre kini meringsut ke lantai dengan tangisan yang begitu menyakitkan hati nya itu.


Valarie juga meringsut ke lantai dengan isak tangis yang menyayat hati semua orang yang mendengar nya. Zac segera merengkuh tubuh istrinya memeluk tubuh istri nya dengan erat. Hati suami mana yang juga tak terluka melihat istrinya yang begitu terpuruk dan begitu menyedihkan. Kehilangan itu membuat semua orang di sana berduka di tambah mereka pergi dengan cara yang begitu tragis seperti itu.


Jovanka dan Jonathan kini yang menjadi wakil mereka untuk mengurus ini semua, dia juga tak tega melihat sepupunya seperti itu tapi dia tak bisa berbuat apa apa selain menyelesaikan penghormatan terakhir untuk mereka berdua.



" Aku mohon tahan mereka Hubby jangan biarkan mereka membawa kakak ku dan istrinya..." Suara nya lemas tak berdaya ketika melihat peti mereka sudah berada di dalam mobil yang akan membawa ke tempat peristirahatan terakhir.


" Sayang kau harus kuat jika kau seperti ini kak Abhi dan Monica juga sedih melihat mu..." Zac kini memeluk istirnya dari arah samping.


Andre hanya menatap kosong ke arah peti peti itu yang kini masuk ke dalam mobil yang akan membawa mereka untuk tidur selama nya.

__ADS_1


" Jangan bawah mereka aku tak bisa-" Suara nya yang tak berdaya serta tubuhnya yang lemas kini kehilangan kesadaran membuat tubuhnya yang berada di pelukan suaminya kini hampir meringsut.


" Val.. Valarie.. sayang bangun..." Zac menepuk pipi istrinya yang sudah kehilangan kesadaran nya itu.


__ADS_2