
Sedangkan di sofa panjang itu Andre masih memasang pertahanan untuk sang adik nya, dia ingat bahwa adiknya menangis seperti apa kemarin, meskipun itu salah paham tapi saat ini dia ingin lihat seberapa cinta laki laki yang ada di depannya, laki laki itu masih menyandarkan punggung nya, memijat pelipis nya yang berdenyut sakit karena kejadian ini terlalu mendadak dan tergesa-gesa. Dia tak menyangka bawa sahabatnya sendiri yang ingin menyerangnya dari belakang. Mungkin benar jika dia tak membunuhnya mungkin suatu hari nanti ini akan menjadi masalah bagi dirinya sendiri.
" Lu harus tetap tenang, aku tahu ini susah bagi mu tapi ini yang terbaik bagi mu dan semuanya..." Albert kini memberikan nasehat kepada temannya itu, Albert selalu bersikap dewasa di antara mereka semua. Dia yang selalu bisa memberikan nasehat yang bijak untuk setiap anggotanya. Mungkin karena dia seorang pengacara jadi dia lebih muda memberikan nasehat yang bijak.
" Aku hanya sedikit tak menyangka bawa dia ingin menyerang ku dari belakang, mungkin jika aku tak melakukannya sekarang aku bisa menjadi musuhnya suatu saat nanti..." Abhi menghela nafasnya dengan kasar.
" Jangan seperti hidup mu tertekan di sini..." Timpal Andre dengan sinis. " Kau pernah membunuh sahabat mu juga, jadi jangan membuat drama agar semua orang mengasihani mu..." Sambungnya dengan dingin.
Abhi kini memejamkan matanya sebentar sebelum akhirnya dia duduk tegak dan menatap laki laki bertato itu. Abhi tahu bahwa dia tengah marah padanya karena tahu bahwa dirinya tengah menjalin hubungan dengan adiknya dan sudah membuat adiknya kemarin terluka seperti itu. Tapi bukan hanya adiknya yang terluka, dirinya juga tengah terluka dan saat ini mungkin semuanya akan kembali ke awal lagi. Kembali menyakinkan cinta nya lagi.
" Jika aku memilih salah pada kalian aku minta maaf, tapi kalian sendiri tahu bukan aku yang merentangkan untuk menyerang kemarin. Aku juga tak tahu bahwa Aiden mencurigai ku..." Abhi kini menatap semua orang yang ada di sana dengan tatapan serius. Dia benar benar serius kali ini. Tak ada senyuman di wajah nya itu.
" Kau yang bodoh tak bisa membaca orang itu sedang mencurigai mu atau tidak..." Jawab Andre dengan tetap dingin.
" Andre..." Suhu itu sedikit meremas tangan Andre ketika dia selalu bernada sinis kepada Abhi. Laki laki yang ada di depannya itu.
__ADS_1
" Iya aku memang terlalu bodoh karena tak mengetahui bahwa ada yang mencurigai ku, tapi terlepas dari itu semua aku sungguh minta maaf. Aku tak akan mengulangi nya lagi, lagian aku sudah tak memiliki teman sama sekali. Semua nya sudah mati di tangan ku..." Terasa ada batu besar yang menghantam kepalanya ketika dia mengatakan bahwa dirinya lah yang menjadi penyebab kedua sahabatnya itu meninggal.
" Ini hanya seperti ini tapi kau sudah lemah. Tak hanya itu saja yang harus bakal kau alami. Bakal banyak rintangan yang akan kau hadapi suatu saat nanti..." Timpal Steve yang tak kalah dingin dari Andre. Tapi Steve memang selalu bersikap dingin kepada siapapun, tak hanya kepada Abhi. Dia akan hangat jika bicara kepada bos nya saja.
" Aku tahu..." Jawabnya dengan singkat.
" Nanti kita akan tanyakan kepada bos kapan peresmian mu gabung di anggota di laksanakan..." Albert kini yang berbicara dengan lembut. Mungkin hanya Albert yang kali ini menerima laki laki police itu.
" Aku sudah yakin bahwa aku akan mundur dari kesatuan ku..." Perkataan Abhi membuat semua orang di sana terkejut.
" Aku akan mundur dari kesatuan..." Rasa sakit pada hatinya membuat dia tak sanggup mengatakan bahwa dirinya siap untuk mundur dari kesatuan nya. " Aku akan fokus kelompok ku yang ini saja, agar aku tak seperti ini lagi. Sudah cukup dua sahabat ku yang aku bunuh..." Sambungnya dengan sungguh sungguh.
" kau mengorbankan kesatuan mu dan memilih masuk ke sini?, kau yakin dengan ini semua?" Albert kini bertanya dengan menatap ke arah Abhi dengan sungguh sungguh.
" Aku akan bertahan di sini bersama kalian. Seperti yang kalian bilang memang harus ada yang di korbankan. Aku tak bisa berdiri di antara kubu yang suatu saat nanti pasti akan bertemu di pertempuran lagi..." Abhi tak ingin hal seperti ini ia rasakan lagi. Sudah cukup hari ini dia merasakan menjadi orang yang tak bisa melindungi sahabatnya, malah dia sendiri yang dengan sengaja membunuh nya mengunakan tangan nya sendiri.
__ADS_1
" Kau masih bisa di sana dan di sini Abhi, jangan ambil keputusan di saat seperti ini..." Kini Suhu cantik itu berbicara dengan menatap laki laki yang mampu membuat kacau beberapa hari belakangan ini.
Abhi menatap mata suhu itu dia melihat jelas bawa wanita itu juga tak ingin ini yang dia ambil tapi keputusannya tak bisa di ganggu saat ini.
" Aku sudah mengambil keputusan dan aku tak akan mengubahnya, aku akan keluar dari sana dan tetap berada di sini. Harus ada yang berkorban dan aku akan mengorbankan kesatuan ku demi kalian..." Ucapnya dengan tegas dan menatap mata wanita itu. Jantungnya berdetak cepat ketika mata itu saling bertatapan dengan penuh kerinduan serta tatapan penuh misterius.
" Kau harus pikirkan lagi Abhi, tak semuda itu kau tiba tiba keluar dari sana..." Suhu itu tetap tak ingin bawa Abhi keluar dari sana.
" Biarkan saja jika dia ingin keluar Suhu. Apa yang dia katakan benar, bahwa harus ada yang dia korbankan. Dan dia mengorbankan kesatuannya dan memilih kelompok kita. Dia juga tak selamanya bisa bertahan di antara dua kubu yang selalu akan sering menyerang dan membunuh. Dia tak akan tega jika membunuh prajuritnya lagi. Jika dia kembali dia akan terap menjadi orang yang menjadi penyebab kematian mereka semua..." Andre menekan kata kata nya. Jika Abhi keluar dari sana semuanya akan lebih muda, dan hal yang kemarin tak mungkin terjadi lagi. Meskipun musuh ada di mana mana.
" Albert kau bisa urus pengunduran diri ku?" Kini Abhi menyentuh lengan sang pengacara, laki laki yang masih menatapnya dengan berharap ini bisa di pikirkan dulu.
" Aku bisa melakukannya tapi rundingkan dulu dengan nyoya muda dan bos. Mereka juga harus tahu pilihan mu, jika kau tak memberi tahu mereka aku tak akan melakukan nya, aku tak ingin terkena amukan dari mereka berdua..." Jawabnya membuat Abhi sadar bahwa dirinya belum memberi tahu adiknya dengan pilihannya itu.
" Nanti mungkin aku akan memberi tahu kepada Valarie, tapi bisa kah kau urus dulu?, dengan begitu semuanya berjalan dengan cepat?"
__ADS_1
" Aku tidak setuju kau keluar dari kesatuan mu..." Suara dingin dari Suhu itu membuat semua orang yang di sana melihat kearahnya dengan Suhu segera berdiri meninggalkan mereka semua yang ada duduk di sana yang menatapnya dengan tanda tanya.