Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_Kesalahan Yang Indah 3


__ADS_3

Violet yang sebenarnya sudah makan bersama kekasih gelapnya itu kini terpaksa tetap duduk bersama mereka dengan makan malam bersama. Violet yang dari tadi bercanda dengan putrinya kini hanya di tatap datar oleh suaminya, ada sesuatu yang membuat laki laki itu bertanya tanya dalam pikirannya.


" Sayang sekarang masuk kamar mu dan jangan lupa cuci kaki dan tangan mu lalu gosok gigi mu..." Violet selalu mengingatkan hal hal kecil tersebut kepada putri kecilnya.


" Yes Mam..." Jawabnya dengan patuh. " Selamat malam Mama, selamat Malam Papa..." Putri kecil itu kini mencium pipi mereka bergantian sebelum meninggalkan meja makan bersama pengasuhnya.


Violet yang menatap punggung putrinya kini tersenyum senang karena selalu bisa melihat perkembangan putrinya yang selalu patuh dengan semua apa yang di katakan oleh dirinya.


" Kenapa pulang sampai jam makan malam?, apa ada kasus tambahan?" James kini masih penasaran kepada istrinya yang untuk pertama kalinya pulang terlambat.


" Tidak sebenarnya, aku menemani klien ku di rumah sakit..." Elaknya dengan cepat.


" Aku heran dengan mu, bukankah kasus mu kalah. Tuan Peter di nyatakan bersalah dan hukuman seumur hidup pasti menantinya dan bos mu di firma juga tertembak dan mati di tempat. Sekarang kau mengatakan bahwa kau ada di rumah sakit menemani klien mu, tapi sepertinya wajah mu tak mengambarkan kesedihan sama sekali..." James nampaknya meneliti wajah dari istrinya yang tak mengambarkan kesedihan sama sekali. Bahkan rasa nya wajah kesedihan itu tak ada hanya ada sisa kebahagian.


" Apa kasus klien harus aku bawa ke rumah Jam?, bukankah kau sendiri yang mengatakan untuk tidak membawa masalah apapun di dalam rumah di tambah Angel..." Violet kini harus pintar untuk bermain sandiwara dia tak ingin kebahagian yang selama ini yang di cari akan hilang begitu saja.


" Jangan main api jika kau tak ingin terbakar Violet."


" Apa maksud ucapan mu?, kau pikir aku sedang apa heh?" Violet kini meninggikan suaranya.


" Aku hanya mengingatkan mu?, sebagai suami mu aku berhak mengingatkan mu tentang semua hal..." James kini malah menyilangkan kan tangan nya di dada dia menatap istrinya.


" Aku lelah jika kau terus curigai seperti ini Jam, dari dulu kau tak pernah berubah kau selalu mencurigai ku meskipun hal sekecil pun..." Violet kini berdiri dia meninggalkan meja makan tersebut.


" Jangan membuat skandal apapun Vio karena aku bisa membuat kekacauan jika itu terjadi..." Langkahnya kini terhenti ketika mendengar apa ancaman suaminya itu.


Violet kini berbalik dan menatap kearah suaminya yang juga menatapnya. " Lakukan saja apa yang kau mau Jam, kita lihat aku atau kau yang akan malu ketika kau membaut kekacauan seperti yang kau katakan."

__ADS_1


" Kau menantang ku Nyonya James?, baiklah aku suka dengan tantangan mu."


Violet kini meninggalkan suaminya yang selaku bertingkah seperti itu. Violet kini hanya bisa menahan dirinya yang ingin menyemburkan amarah nya tapi di masih bisa menahan semuanya. Violet kini langsung masuk ke dalam kamar mandinya dia ingin sedikit berendam untuk menyegarkan badannya yang terasa lelah karena pertempuran dia dengan kekasih gelapnya.



Sedangkan Albert yang tiba di apartemen nya kini dia dari tadi tak menghilangkan senyumannya rasa bahagia itu kini masih berada di wajah tampannya. Albert kini segera mengambil ponselnya mengirimkan apa yang dia inginkan kirimkan kepada wanitanya.


Albert kini tersenyum membayangkan wajah kekasihnya yang dari tadi menghantui pikirannya. Wajah kekasihnya yang berada di bawah kungkungan nya tadi kini masih tergambar jelas di depan mata Albert.


" Kau dari mana?" Suara dari seorang laki laki membuat dirinya terkejut dari duduknya.


" Astaga kau mengejutkan aku..." Albert yang tadi segera berdiri kini langsung menatap kearah nya.


" Kau dari mana?, bos marah marah karena kita belum menemukan Anna, tapi kau malah senyum senyum sendiri dari tadi..." Abhi yang dari tadi mencari keberadaan Anna kini melepaskan rasa lelahnya di apartemen sahabatnya itu.


" Baiklah jika itu mau mu, aku akan katakan pada si bos bahwa kau ingin berhenti sejenak dalam misi ini..." Abhi yang mengancam nya kini mendapatkan lemparan bantal sofa dari sahabatnya itu. " Sekarang katakan kau dari mana?"


" Dari rumah sakit!, aku ingin melihat kondisi Peter dan aku juga ingin melihat kondisi Adriano yang di tusuk oleh seorang yang di suruh oleh Tuan Johan."


" Jangan berbohong Al, aku tau kau tak berada di sana..." Abhi kini meneliti wajah dari temannya itu dia tau bahwa temannya saat ini sedang berbohong.


" Aku hanya bertemu seorang yang selama ini aku cari..." Dia menyandarkan kepalanya kepada sisi sofa.


" Jadi benar bahwa pengacara itu wanita yabg selama ini kau cari?"


" Hem!, dia wanita ku. Tapi dia memiliki suami dan seorang putri."

__ADS_1


" Kau yakin dia tak mengarang cerita Al?"


" Entahlah yang jelas sekarang aku dan dia bermain api di belakang suaminya."


Abhi kini tau bahwa sahabatnya sekarang merasakan kesedihan atas cinta nya. Wanita yang dia cintai nya kini sudah memiliki keluarga kecil.


" Jangan bermain api berkepanjangan Al, kau sama saja merusak martabat kalian berdua. Kau harus tegas kepada wanita mu. Dia memiliki mu atau tetap bersama suaminya. Aku tau rasanya terluka karena cinta tapi tak di benarkan berselingkuh di belakang suaminya dengan alasan apapun..." Abhi kini menasehati sahabatnya. Dia pernah merasakan kehilangan cinta nya karena salah paham dan itu sungguh menyakitkan.


Albert kini menghela nafasnya dengan berat dia tau ini adalah kesalahan besar untuk mereka berdua. Ini adalah kesalahan yang akan membuat semua orang akan terluka jika semua ini terbongkar. Tapi dia tak bisa berbuat apa apa selain hanya bisa pasrah mengikuti alur cinta yang di ciptakan Tuhan.


" Aku akan mengambilnya dari suami Bro, apapun akan ku lakukan untuk mendapatkannya lagi..." Ucap tegas dari Albert.


" Keputusan ada di tangan kalian berdua, ingat satu hal dia memiliki seorang putri dan jika masalah ini panjang, anak kecil yang tidak berdosa itulah yang menjadi korbannya. Kalian harus pikirkan semuanya, jangan terburu buru dalam hal. Aku sebagai sahabat mu pasti akan mendukung apapun yang kau ambil nantinya."


" Tapi biarkan aku menikmati kesalahan terindah ini dulu Bro, aku belum siap kehilangan dia. Bertahun tahun aku mencarinya dan sekarang dia ada di depan ku dan aku masih tak sanggup untuk kehilangannya lagi."


Abhi kini menepuk pundak Albert. " Nikmati lah dulu kesalahan ini tapi jangan terlalu lama..." Abhi kini segera meninggalkan Albert yang terdiam.


Sedangkan di kamar lain Violet yang keluar dari kamar mandi hanya mengunakan handuk dan rambut yang terlilit handuk di atas sedikit terkejut ketika melihat James sudah duduk di ranjangnya.


" Apa yang kau lakukan di sini?" Violet berusaha untuk menutupi tanda merah yang terpampang jelas di lehernya.


" Apa yang kau tutupi dari ku Violet?, siapa yang membuat tanda itu?" Violet terdiam ketika bentakan itu terdengar meninggi.


Nah loe neng Violet ketahuan baru saja bahagia sudah ketahuan 😭😭😭


Bersambung besok ya gaes 🤭 Mince gak kuat ngetik nya 🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2