
Jodoh Rezeki Maut ada di tangan Tuhan, apapun yang telah di gariskan Tuhan itu adalah Takdir yang telah di tentukan oleh nya.
Marah dan Kecewa adalah suatu bentuk pemberontakan diri kita kepada keadaan, tapi percayalah bahwa ada Takdir Tuhan yang indah pada waktu nya.
Karena Pelangi akan datang ketika Badai telah usai.
.
.
.
Sarah hanya bisa menatap kosong ke arah depan batu nisan yang telah terukir nama adiknya di sana. Gundukan tanah itu membuat nya tak bisa menyentuh adiknya lagi.
Suatu hal yang tak bisa di pikirkan ketika kemarin malam terasa dunia nya hancur berkeping keping di bawah pundak nya. Kepalanya yang terasa berputar putar mengingat tawa adiknya sebelum semua kebahagian telah di ambil dari nya.
" Ini adalah jalan Tuhan Sarah kamu harus lebih sabar menerima nya, kasihan adik mu yang melihat kau seperti ini..." Seorang wanita tua yang menjadi tetangga nya dari dulu kini menyentuh pundak wanita yang saat ini benar benar terpuruk di sana.
Sarah tak menjawab nya bahkan hanya mampu menatap batu nisan yang ada di sana. Air matanya dari tadi tak ada hentinya keluar membasahi pipi. Matanya merah semalaman dia meratapi nasibnya yang menyedihkan.
" Amel..." Liriknya begitu sedih bahkan dia tak peduli dengan siapa saja yang hadir di pemakaman adiknya saat ini.
" Ayo nak bangun, kamu harus istirahat di sini tak baik bagi adik mu juga. Biarkan adik mu istirahat dengan tenang di alam sana..." Wanita itu kini membantu Sarah berdiri, mengajaknya untuk pulang.
__ADS_1
Dia lah yang menjadi saksi di mana wanita itu sangat menderita dari dulu, semenjak kepergian orang tau nya dialah yang menjadi tulang punggung keluarga nya. Dan di saat ini dialah juga harus menanggung kesedihan karena adiknya telah pergi meninggalkan nya selama nya.
Sarah hanya bisa pasrah dia berdiri dengan kaki yang terasa lemas tak berdaya, dia hanya menatap tanah itu dengan rasa yang tak rela, dia pergi dengan keadaan yang terduga sama sekali. Benturan di kepalanya yang dari awal sudah membuat Amel susah bertahan di tambah lagi dengan benturan di kepalanya yang mengenai besi yang ada di dinding membuatnya kehilangan nyawa seketika.
" Hiks.. kenapa Tuhan begitu kejam kepada ku Bibi, kenapa semua nya di ambil dari ku begitu saja?" Tangisan nya kini pecah ketika wanita tua itu mengajaknya untuk pergi.
" Semuanya sudah menjadi jalan takdir Tuhan nak, kamu harus ikhlas nya mereka di sana."
" Tuhan begitu kejam kepada ku bibi hiks..." Sarah yang menangis kini merasakan pusing di kepalanya. Semuanya terasa berputar putar sebelum kesadaran nya hilang begitu saja.
Dia limbung di pelukan wanita tua yang berjalan dengan memeluknya. Wanita itu hanya mampu memeluknya dengan berteriak meminta tolong kepada orang orang yang juga hadir di pemakaman adik dari Sarah.
Semua orang menatap iba kepada wanita yang saat ini tengah pingsan, tak ada yang bisa mereka lakukan selain mendoakan yang terbaik untuk kedua wanita tersebut. Kini beberapa orang telah membantu Sarah membawa nya ke dalam rumah sakit agar mendapatkan penanganan segera.
Sedangkan beberapa orang yang dari tadi bersembunyi di balik pohon besar yang ada di sana kini memberanikan diri untuk keluar dari persembunyian nya. Mereka berjalan dengan membawa karangan bunga untuk wanita yang mereka kenal.
" Amel maafkan kami yang tak bisa menjaga mu dengan baik, andaikan aku tau dari awal maka ini semua tak akan mungkin terjadi..." Laki laki berjongkok menyentuh nisan itu dengan lembut.
" Siapa yang tega melakukan ini kepada mu? siapa yang telah membunuh mu seperti ini?, aku akan menemukan orangnya menyeretnya ke sini, itu janji ku pada mu..." Sambungnya lagi dengan menahan rasa amarahnya yang begitu menggebu.
" Kalian harus temukan siapa orang yang telah melakukan ini kepada wanita kita, jangan biarkan para police yang terlebih dahulu menemukan mereka. Nyawa di balas nyawa..." Laki laki gondrong sang Singa yang ada di sana juga nampaknya emosi dia tak terima orang nya di bunuh seperti ini.
" Ini adalah Sumpah Dio Della Morte akan menemukan siapa pembunuh mu dan akan membalas mereka seperti yang mereka lakukan pada mu..." Sambungnya Zac dengan menyayat telapak tangan nya dengan sebuah pisau kecil yang selalu di bawah.
__ADS_1
Darah langsung keluar menetes di tanah yang penuh dengan gundukan serta bunga. Beberapa orang yang ada di sana juga mengikuti Sumpah Darah yang telah di lakukan oleh bos nya.
Darah segar menjadi saksi serta kuburan itu menjadi saksi bahwa mereka akan membalas dendam apa yang telah di alami oleh orang nya. Bryan yang juga ada di sana kini juga tak luput menyayat tangan mengoleskan darah itu di batu nisan yang menuliskan bahwa Nyawa akan di balas Nyawa.
" Apa saya boleh mengikuti sumpah kalian semua?" Lirik sendu dari seorang yang berada di belakang kini membuat beberapa orang menoleh ke arah nya dengan cepat.
Dua laki laki serta satu wanita yang berdiri di sana membuatnya mata mereka saling melotot tak percaya, mereka semua mengenal nya. Mata satu laki laki itu kini tertuju ke batu nisan yang bernamakan wanita pujaan hatinya, di sana ada tubuh wanita nya yang saat ini sedang di cintai.
" Angel maafkan aku yang terlambat datang menyelamatkan mu, andaikan aku datang ini tak mungkin terjadi..." Laki laki itu memeluk batu nisan yang ada di sana dia menangis hatinya hancur berkeping keping.
" Kenapa kamu begitu cepat pergi? siapa yang telah melakukan ini kepada mu, siapa yang berani menyentuh milik mu?" Laki laki itu masih tak bisa menahan rasa sedihnya.
Dia menangis di sana, memeluk batu nisan itu dengan tangisan yang sangat memilukan. Andaikan dia tak pergi ini tak mungkin terjadi tapi inilah Takdir tak ada yang tau apapun yang terjadi pada kita.
" Siapa dia?" Bryan berbisik kepada orang nya dia tak tau siapa laki laki yang saat ini hatinya sungguh hancur.
Orang itu hanya menggeleng karena di sungguh tak tau siapa laki laki yang saat ini menangis kepergian wanita itu.
Bryan menatap kedua orang yang ada di sana yang berdiri, dia mengenal kedua orang itu tapi dia tak mengenal siapa laki laki yang saat ini menangis meratapi kepergian wanita itu.
Saat ini tak hanya Sarah merasakan kesedihan kepergian Amel tapi banyak orang yang merasakan kepergian dari Amel. Banyak yang menderita di sana.
" William jelaskan semua ini dan siapa dia?" Bryan berbisik kepada sepupunya yang berdiri dengan satu wanita yang juga ada di sana.
__ADS_1
" Dan kamu jangan bilang jika dia bos mu?" Tunjuknya kepada wanita yang di kenal oleh nya.
Wanita itu hanya terdiam tak menjawabnya karena dia tak ingin identitas nya ketahuan di sini oleh bos nya yang saat ini sedang menangis di kuburan kekasihnya.