
Tapi para pengawal telah siap dengan tangan yang sudah masuk kedalam saku nya, memegang senjata nya yang telah di simpan di dalam saku jas nya mereka masing masing.
“ apa kabar?” tanyanya alfred ketika dia sudah duduk di depan jovanka.
“ seperti yang kau lihat aku baik, sedang apa kau disini?”
“ tak ada hanya kebetulan ada yang aku cari dan tak sengaja melihat segerombolan para penjaga dan aku melihat ternyata kakak ipar ku yang di jaga sebegini banyak nya pengawal.”
“ kakak mu yang memberikan ini, kau tahu sendiri sifat nya.”
“ hem, dia akan menjaga miliknya yang sangat berharga..” jovanka tak menjawabnya dia hanya tersenyum. “ aku belum memberikan mu selamat atas pernikahan kalian dan atas kehamilan kamu.”
“ terima kasih yongki.”
“ berapah usia kandungan kamu sekarang.”
“ delapan bulan, satu bulan lagi aku akan melahirkan.”
“ selamat ara..” katanya dengan tersenyum. “ delapan bulan, jadi waktu kalian menikah kau sudah hamil?” tanyanya.
“ iya, tapi aku belum mengetahui nya.”
“ kau yakin itu anak kakak ku?” katanya dengan pelan.
“ apa maksud mu..” jawabnya dengan pelan.
“ bukankah kau menikah dengan alfred, aku tak yakin kalian tak melakukan nya. jangan jangan itu anak alfred..” deg perkataan yongki membuat wajah bahagia jovanka kini berubah menjadi masam.
__ADS_1
“ ini anak jonathan bukan anak alfred. Dari mana kau tahu tentang alfred?”
“ jika bukan anak alfred kau tak perlu marah bukan..” pancingan yang diberikan yongki seakan berhasil, terbukti dari raut wajah jovanka yang sudah berubah, tak ada senyum lagi di sana.
“ pergi dari sini sebelum mereka yang mengusir kamu.”
“ jangan marah kakak ipar, aku hanya memastikan bahwa keponakan ku murni dari jonathan tak ada campur dari mantan suami mu yang dulu.”
Brak !! jovanka mengebrak meja membuat para penjaga siap menodongkan senjata nya ke arah yongki, dan yongki tentu saja terkejut bukan main karena mereka sudah siap dengan senjata ke arah nya.
“ suruh dia pergi..” jovanka mengatakan dengan sinis.
Salah satu pengawalnya menyeret nya. “ pikirkan apa yang aku katakan, dia murni dari jonathan apa ada campuran dari mantan suami mu yang dulu hahahaha..” kata nya dengan berteriak dan tertawa mengejek penuh kemenangan.
“ nyoya tak apa..” kata salah satu pengawal.
“ aku tak apa..” jawabnya dengan menutup wajahnya.
“ anda tak ada kapok nya tuan yongki..” jawabnya dengan membungkam mulut yongki dan salah satu pengawalnya menyuntiknya obat tidur agar dirinya tertidur.
Jovanka yang sejak kembali dari tempat perbelanjaan selalu murung, tak keluar kamar sama sekali, sedangkan jonathan hari ini benar benar sibuk, dia bahkan pulang sangat larut hari ini. Dan kris juga baru tahu bahwa ada dia mendapatkan vidio nyoya nya tengah berbicara dengan yongki.
“ tuan maafkan saya, tapi saya baru tahu bahwa-“
“ ada apa?” jonathan memotong apa yang akan di ucapakan kris.
__ADS_1
Kris memberikan ponselnya dan jonathan menonton vidio tersebut dengan wajah yang memerah, meskipun jonathan tak mendengar jelas apa yang mereka bicarakan tapi dari raut wajah istrinya yang berubah dan dia yang mengebrak meja dia tahu ada pembicaraan yang membuat nya marah.
“ jalan cepat kris..” katanya dengan sedikit khawatir. “ kenapa para pengawal tak melarang yongki mendekat, dasar bodo*..” umpatnya dengan kesal.
“ tapi yongki sudah berada di markas kita tuan.”
“ markas?” jonathan mengulanginya. “ bagus biarkan dia disana, jika tak ada apa apa maka lepaskan jika sesuatu terjadi pada ara, maka bunu* dia hari ini juga..” kata nya dengan tegas.
“ baik tuan..” kris hanya menyetujui apa yang disuruh bos nya, karena dia merasa yongki selalu berulah meskipun berulang kali sudah diberi kesempatan oleh tuan nya.
Jonathan dengan segera masuk kedalam rumah nya, dengan langkah cepat dan terburu buru dia menaiki anak tangga, didepan kamar nya tengah berdiri dua suster dengan satu nampan makanan dan vitamin.
“ ada apa ini?” tanyanya dengan berjalan mendekat.
“ selamat malam tuan..” katanya dengan takut. “ nyoya tak ingin makan dan tak ingin minum vitamin, bahkan kamar nya terkunci dari tadi pulang..” katanya dengan sedikit gemetar.
Jonathan semakin yakin ada yang tak beres dari istrinya, untuk pertama kali nya dia mengurung diri di kamar, meskipun mereka bertengkar tapi tak pernah jovanka mengurung diri dan mengunci kamar nya bahkan dia tetap menyentuh makanan.
“ pergilah, siapkan yang hangat. Biarkan aku bicara dulu dengan istriku..” jonathan berkata dengan lembut membuat kedua suster tersebut semakin takut.
“ honey, buka pintu nya sayang, aku sudah pulang..” jonathan mengetuk pintu nya dengan beberapa kali. “ honey ada apa, bicaralah jangan seperti ini sayang..” lagi lagi tak ada jawaban.
Sedangkan jovanka terduduk dilantai dengan air mata yang tak bisa berhenti dari tadi, dengan menyentuh perutnya, kata kata yongki tadi seakan terdengar jelas di telinga nya, otaknya mulai memikirkan apa yang dikatakan yongki ada benarnya.
“ honey.. buka pintu nya.. kasihan anak kita belum makan sama sekali..” jovanka mendengar suara suami nya tapi dia tak ingin bertemu, malu dan takut hanya itu yang ada di kepalanya, jika suami nya juga berfikir kehamilan nya ada ikut campur dari alfred, apa dia masih tetap ingin menerima bayi ini.
“ honey buka pintu nya, kita akan bicara baik baik.. tapi jangan seperti ini please, jangan membuat ku takut, aku mencintai mu, sangat mencintaimu, aku menerima apapun, ingat itu honey..” kata kata jonathan membuat jovanka terenyuh, dengan susah berdiri dia berusaha bagun dari duduknya, dengan langkah pelan dia mendekati pintu.
__ADS_1
Ceklek !! suara pintu terbuka membuat jonathan segera menyambut istrinya, memeluknya dengan erat, dengan perasan yang tak karuan jovanka menangis sejadi jadi nya di pelukan suami nya. jonathan tak bertanya apapun dia tetap memeluknya dengan erat, membiarkan istrinya menangis. Jonathan menatap kamar nya yang sudah bagaikan kapal pecah, berantakan pecahan kaca serta bantal sudah menjadi satu. Dirinya yakin bahwa ada pembicaraan dengan yongki yang membuat istrinya mengamuk seperti ini.
“ honey kita kamar sebelah, biarkan kamar kita dibersihkan dulu hem..” jovanka bahkan tak berani menatap mata jonathan kali ini, dia hanya menganggu dan jonathan mengendong nya membawanya dikamar sebelahnya yang bersih.